logo


Genjot Produksi Daging di 2017, Mentan Tekankan Upsus Siwab

"Akselerasi pertambahan populasi ternak khususnya sapi dan kerbau harus dilakukan secara masif dan serentak"

11 Januari 2017 14:17 WIB

Sapi yang berada di tempat penampungan sapi milik UPTD-RPH Dinas Pertanian dan Perikanan Pemkot Depok.
Sapi yang berada di tempat penampungan sapi milik UPTD-RPH Dinas Pertanian dan Perikanan Pemkot Depok. Jitunews/Latiko A.D

SULAWESI TENGGARA, JITUNEWS.COM- Salah satu kegiatan penting Pembangunan Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) tahun 2017 adalah Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab). Orientasi upaya itu tak lain dan tak bukan untuk pencapaian swasembada protein hewani.

Inginnya Swasembada Daging, Tapi Jumlah Sapinya Saja Tak Valid

Hal itu disampaikan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, saat menghadiri acara Panen Pedet hasil Inseminasi Buatan (IB) sebanyak 627 ekor di Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara pada tanggal 14 Oktober 2016 lalu.

"Di mana akselerasi pertambahan populasi ternak khususnya sapi dan kerbau harus dilakukan secara masif dan serentak," ujar Amran, dalam keterangannya yang diterima redaksi, Rabu (11/1).


Peternak Mendukung Program UPSUS SIWAB Pemerintah

Upsus Siwab sendiri merupakan gerakan nasional sebagai kelanjutan dari kegiatan tahun sebelumnya guna lebih mendorong pertumbuhan Sapi dan Kerbau di Indonesia.

Program ini telah ditetapkan melalui Peraturan Menteri Pertanian Nomor 48/Permentan/PK.210/10/2016 tentang Upaya Khusus Percepatan Peningkatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting.

Disampaikan Amran, Upsus Siwab akan memaksimalkan potensi Sapi Indukan di dalam negeri untuk dapat terus menghasilkan pedet (anak sapi) dalam rangka menambah populasi ternak nasional.

Upaya ini dilakukan sebagai wujud komitmen pemerintah dalam mewujudkan kemandirian pangan asal ternak dan meningkatkan kesejahteraan peternak, sekaligus mengejar swasembada sapi tahun 2026 seperti yang ditargetkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Pada tahun 2017 setidaknya telah ditetapkan 4 juta ekor akseptor Sapi dan Kerbau, dengan target kebuntingan ternak 3 juta ekor. Selain dari kelahiran anak sapi/kerbau, target lain yang akan dicapai yaitu menurunkan angka penyakit gangguan reproduksi serta menurunkan pemotongan sapi betina produktif.

Sementara itu, untuk mendukung pengembangan sapi potong di Provinsi Sulawesi Tenggara, Kementerian Pertanian telah mengalokasikan 763 ekor sapi senilai Rp 6,217 miliar pada tahun 2016. Dan untuk Kabupaten Konawe Selatan sendiri telah didistribusikan 91 ekor sapi pada tujuh kelompok peternak.

Tak hanya pengembangan sapi, di Kabupaten Konawe Selatan Amran juga memotivasi masyarakat untuk mengembangkan ayam lokal. Motivasi itu direalisasikan Amran dengan upaya pemberian bantuan berupa bibit ayam lokal unggul sebanyak 10 ribu ekor dan bantuan pakan serta obat-obatan senilai Rp 1,5 miliar.

 

Program Impor Sapi Indukan Sudah Mulai Terrealisasi

Penulis : Christophorus Aji Saputro
×
×