logo


Ketua ARLI Sebut Kurangnya Potensi Ekspor Hasil Rumput Laut

Ekspor rumput laut saat ini dinilai masih didominasi oleh bahan baku

11 Januari 2017 13:13 WIB

Rumput laut.
Rumput laut. kkpnews.kkp.go.i

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pihak pemerintah berupaya mengembangkan industri rumput laut dan meningkatkan nilai tambah dari sektor tersebut. Akan tetapi, terkendala pada pelaku industri pengolahan rumput laut yang masih kurang.

Tujuh Jurus Agar Budidaya Rumput Laut sukses

Ketua Asosiasi Rumput Laut Indonesia (ARLI), Safari Azis menyebut industri pengolahan bahan baku belum siap untuk menyerap rumput laut lokal.

“Perlu dibuat persiapan secara matang terutama dalam hal daya saing dan pasar karena pasar rumput laut dan hasil olahannya lebih banyak berada di luar negeri," ungkap Safari Azis dalam acara forum group discussion (FGD) di Menara Kadin, Jakarta, Selasa (10/1/2017) kemarin.


ARLI Siap Menggugat AS Terkait Kebijakan Rumput Laut Asal Indonesia

Hal tersebut menandakan daya serap rumput laut dari industri-industri dalam negeri masih rendah. Padahal, produksi rumput laut dalam negeri melimpah.

“Seharusnya, pemerintah tidak membatasi atau mengenakan bea keluar ekspor bahan baku rumput laut," lanjutnya.

Selain itu, industri formulasi masih minim. Sebelum memasuki industri pembuat produk, rumput laut harus melewati industri formulasi untuk menentukan pasar dan penggunaanya.

Safari Azis juga berpandangan bahwa biasanya industri dalam negeri membeli bahan baku dengan harga yang kurang bersaing. Sementara itu, pihak asing juga menyiapkan cara pembayaran yang efektif dengan harga yang kompetitif dan pastinya tidak merugikan para petani.

Ketua ARLI : Komunikasi Antara Industri dan Petani Rumput Laut Harus Lebih Efektif

Penulis : Sukma Fadhil Pratama