logo


Kementan Apresiasi Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam Wujudkan Kemandirian Pangan

Dalam kunjungan ini, Gardjita mengapresiasi keberhasilan dari KWT Mekar Bersama dalam mewujudkan kemandirian pangan melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari.

11 Januari 2017 12:22 WIB

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan Gardjita Budi.
Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan Gardjita Budi. Jitunews/Siprianus Jewarut


CIAMIS, JITUNEWS.COM - Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Gardjita Budi melakukan kunjungan ke Kelompok Wanita Tani Mekar Bersama di Desa Ciomas, Kec. Panjalu, Kab Ciamis. Dalam kunjungan ini, Gardjita mengapresiasi keberhasilan dari KWT Mekar Bersama dalam mewujudkan kemandirian pangan melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari.

Atasi Fluktuasi Harga Pangan, Kementan Maksimalkan Pengoperasian 1.000 TTI

"Mereka telah memposisikan diri sebagai pelaku usaha dan pelaku bisnis yang berbasis pada ekonomi kerakyatan, mengolah hasil produksi pertanian menjadi produk olahan yang tentunya menjadi nilai tambah bagi produk pertanian," demikian kata Gardjita Budi seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Jitunews.com, Rabu (11/1) .

KWT Mekar Bersama yang berada di Dusun Ciomas Landeuh ini bergerak di bidang tanaman pangan dan hortikultura dengan memanfaatkan lahan pekarangan yang dikelola menjadi apotek hidup. Selain itu dikelola juga menjadi warung hidup sekaligus sebagai tabungan keluarga dan penambah keindahan lingkungan (estetika).


Sukseskan Swasembada Pangan, Mentan Harap Kerja Sama Lintas Sektor

Keberadaan KWT ini terbukti telah mampu menularkan motivasi dan inovasi kepada masyarakat sekitar. Jumlah anggota kelompok yang semula hanya 20 orang sekarang telah berkembang menjadi 140 kk ( 3 rt) dengan ragam komoditas yang dikembangkan antara lain cabai rawit, sayur-sayuran seperti bayam, kangkung, kol, terong dan seledri). Selain itu KWT ini juga melakukan ternak ayam kalkun, ayam kampung dan ternak kambing yang kotorannya diolah menjadi pupuk kandang dan biogas.

Gardjita Budi menambahkan upaya ini merupakan contoh keberhasilan kemandirian pangan di tingkat rumah tangga dan ini akan menjadi contoh bagi yang lainnya. Pasalnya dengan bantuan stimulan di tahun pertama, kelompok dapat mengembangkan usahanya sehingga mampu memenuhi kebutuhan rumah tangganya dan kelebihan/surplus produksinya dapat dijual untuk menambah penghasilan rumah tangganya, sehingga di tahun kedua dan seterusnya kelompok bisa mandiri dan berkembang.

Untuk tahun 2017, Kementerian Pertanian akan membangun sekitar 1.700 KRPL di seluruh wilayah Indonesia dengan bantuan stimulus untuk pengembangan komoditas yang menyentuh masyarakat seperti cabai, bawang, dan DOC ayam petelur.

"Tentunya dengan memperhatikan spesifik lokasi dan kearifan lokal," pungkas Gardjita Budi.

Tuntaskan Persoalan Pangan, Wakapolri: Tugas Polri Adalah Menghabisi Kartel


Penulis : Siprianus Jewarut, Vicky Anggriawan
Tag:

Komentar

    ×
    ×