logo

HARGA KOMODITAS 30 Maret 2017
  • Ketela Pohon
    Ketela Pohon
    5.354
    34
  • Kacang Tanah
    Kacang Tanah
    24.496
    226
  • Mie Instan
    Mie Instan
    2.381
    17
  • Beras
    Beras
    10.546
    162
  • Gula Pasir
    Gula Pasir
    13.819
    8
  • Minyak Goreng
    Minyak Goreng
    11.646
    393
  • Tepung Terigu
    Tepung Terigu
    8.875
    19
  • Kacang Kedelai
    Kacang Kedelai
    10.974
    474
  • Daging Sapi
    Daging Sapi
    114.820
    483
  • Daging Ayam
    Daging Ayam
    29.273
    109
  • Telur Ayam
    Telur Ayam
    21.791
    239
  • Cabai
    Cabai
    28.676
    6.841
  • Bawang
    Bawang
    35.742
    2.426
  • Susu
    Susu
    10.418
    6
  • Jagung
    Jagung
    7.063
    58
  • Ikan
    Ikan
    74.379
    358
  • Garam
    Garam
    5.914
    116




Kementan Apresiasi Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam Wujudkan Kemandirian Pangan

Dalam kunjungan ini, Gardjita mengapresiasi keberhasilan dari KWT Mekar Bersama dalam mewujudkan kemandirian pangan melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari.

11 Januari 2017 12:22 WIB

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan Gardjita Budi.
Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan Gardjita Budi. Jitunews/Siprianus Jewarut


CIAMIS, JITUNEWS.COM - Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Gardjita Budi melakukan kunjungan ke Kelompok Wanita Tani Mekar Bersama di Desa Ciomas, Kec. Panjalu, Kab Ciamis. Dalam kunjungan ini, Gardjita mengapresiasi keberhasilan dari KWT Mekar Bersama dalam mewujudkan kemandirian pangan melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari.

Praktik Korupsi, Picu Tak Suksesnya Swasembada Pangan

"Mereka telah memposisikan diri sebagai pelaku usaha dan pelaku bisnis yang berbasis pada ekonomi kerakyatan, mengolah hasil produksi pertanian menjadi produk olahan yang tentunya menjadi nilai tambah bagi produk pertanian," demikian kata Gardjita Budi seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Jitunews.com, Rabu (11/1) .

KWT Mekar Bersama yang berada di Dusun Ciomas Landeuh ini bergerak di bidang tanaman pangan dan hortikultura dengan memanfaatkan lahan pekarangan yang dikelola menjadi apotek hidup. Selain itu dikelola juga menjadi warung hidup sekaligus sebagai tabungan keluarga dan penambah keindahan lingkungan (estetika).


Bangun Sektor Pangan RI, KPK Lontarkan Saran Mumpuni

Keberadaan KWT ini terbukti telah mampu menularkan motivasi dan inovasi kepada masyarakat sekitar. Jumlah anggota kelompok yang semula hanya 20 orang sekarang telah berkembang menjadi 140 kk ( 3 rt) dengan ragam komoditas yang dikembangkan antara lain cabai rawit, sayur-sayuran seperti bayam, kangkung, kol, terong dan seledri). Selain itu KWT ini juga melakukan ternak ayam kalkun, ayam kampung dan ternak kambing yang kotorannya diolah menjadi pupuk kandang dan biogas.

Lanjutkan Membaca...

Penulis : Siprianus Jewarut, Vicky Anggriawan
Tag:

Komentar

    ×
    ×