logo





Saat Jabat Gubernur, Ahok Ngaku Belum Bisa Kendalikan Harga Cabai dan Bawang

Ahok menyebut, pihaknya baru mampu memfokuskan pada pengendalian harga beras dan daging sapi

11 Januari 2017 11:18 WIB

Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Jitunews/Latiko A.D

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Meski telah berhasil mengendalikan harga beras dan daging sapi, Calon Gubernur Petahana DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), mengaku saat memimpin DKI Jakarta dirinya belum bisa mengendalikan harga cabai dan bawang di tingkat pasar.

Pedagang Alami Kerugian Akibat Pasokan Cabai Terus Menipis

Seperti yang dirasakan masyarakat belakangan ini, harga cabai dan bawang sempat melonjak tajam, harga cabai per kilogramnya pernah menyentuh harga Rp 250 ribu.

Sementara itu, bersama wakilnya Djarot Syaiful Hidayat, Ahok menyebut, pihaknya baru mampu memfokuskan pada pengendalian harga beras dan daging sapi.


Atasi Lonjakan Harga Cabai, Tambah Pasokan Masih Jadi Andalan

Saat ini Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yakni PT Food Station Tjipinang Jaya dan PD Dharma Jaya, telah diinstruksikan Ahok untuk menjadi penguasa pasar termasuk dua komoditas yang riskan mengalami lonjakan sewaktu-waktu.

Sementara stabilitas harga cabai dan bawang masih akan terus diupayakan. Terlebih bila dirinya kembali menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

"BUMD kita semua berfungsi dengan baik. Harga daging sapi udah oke. Kita hanya belum beres di cabai. Di bawang juga," ujar Ahok, Rabu (11/1), ketika berbicara kepada para pendukungnya, di Rumah Lembang, Jakarta Pusat.

Ahok pun berjanji, bila terpilih kembali dirinya dan Djarot akan memperbaiki masalah yang masih belum terselesaikan tersebut. Bahkan, sebelum melakukan cuti kampanye, Ahok-Djarot telah membangun konsep pusat perkulakan di Pulo Gebang dan Kramat Jati, Jakarta Timur.

Melalui mekanisme pusat perkulakan tersebut, Ahok menjanjikan harga jual akan lebih murah lantaran barang yang dipasok langsung berasal dari distributor. Sehingga tidak perlu melalui rantai pedagang dari tangan ke tangan.

Program ini membuat warga tak mampu yang memiliki Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan warga bergaji Upah Minimum Provinsi (UMP) yang masuk ke rekening Bank DKI, akan dapat membeli bahan pangan dengan harga terjangkau.

"Orang tidak mampu bisa beli dengan harga pabrik, harga distributor. Makanya saya minta bapak dan ibu (pendukung) tetap semangat dan percaya Basuki dan Djarot ini oke. Diperpanjang kontraknya," pungkas Ahok.

Harga Cabai Melonjak, Ada Permainan Kartel?

Penulis : Citra Fitri Mardiana, Christophorus Aji Saputro