logo

HARGA KOMODITAS 24 Mei 2017
  • Ketela Pohon
    Ketela Pohon
    5.409
    21
  • Kacang Tanah
    Kacang Tanah
    25.398
    1.128
  • Mie Instan
    Mie Instan
    25.375
    23.011
  • Beras
    Beras
    10.595
    113
  • Gula Pasir
    Gula Pasir
    13.492
    319
  • Minyak Goreng
    Minyak Goreng
    11.499
    540
  • Tepung Terigu
    Tepung Terigu
    8.724
    132
  • Kacang Kedelai
    Kacang Kedelai
    10.421
    79
  • Daging Sapi
    Daging Sapi
    114.687
    616
  • Daging Ayam
    Daging Ayam
    31.642
    2.260
  • Telur Ayam
    Telur Ayam
    22.978
    948
  • Cabai
    Cabai
    32.213
    3.304
  • Bawang
    Bawang
    29.970
    8.198
  • Susu
    Susu
    10.417
    7
  • Jagung
    Jagung
    7.094
    89
  • Ikan
    Ikan
    74.538
    517
  • Garam
    Garam
    6.025
    227




Ketua ARLI : Komunikasi Antara Industri dan Petani Rumput Laut Harus Lebih Efektif

Pemerintah diminta untuk serius perhatikan petani rumput laut

11 Januari 2017 09:59 WIB

Ilustrasi petani rumput laut.
Ilustrasi petani rumput laut. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Asosiasi Rumput Laut Indonesia (ARLI), SafariAzis menyebut petani rumput laut perlu perhatian serius dari pemerintah. Safari berharap kebijakan pemerintah mengenai pengembangan rumput laut sebaiknya memperhatikan kemaslahatan petani rumput laut serta berbagai pihak yang terlibat dalam pelaku usaha rumput laut.

Presiden Minta Petani Fokus Garap Tanaman Pangan Unggulan

“Dukungan penguatan daya saing pelaku usaha rumput laut dilaksanakan secara komprehensif dan berkesinambungan yang mengacu pada roadmap yang sedang disusun bersama, yang mengacu pada asas kolaboratif dan partisipatif,” ucap Safari Azis dalam acara forum group discussion (FGD) di Menara Kadin, Jakarta, Selasa (10/1/2017).

Menurut Safari Azis, komunikasi antara industri dan petani harus lebih diefektifkan agar tercipta komunikasi yang baik dan inklusif.


Menteri Pertanian Curhat Masalah Bahan Pangan

Selain itu, petani juga perlu diberikan insentif berupa bibit unggul, kebutuhan produksi, bahan penolong, teknologi pengolahan terkini, sistem logistik, jaringan pasar, dan pembiayaan.

Senada dengan Safari Azis, Wakil Ketua KADIN Indonesia Bidang Kelautan dan Perikanan, Yugi Prayanto menilai bahwa kebijakan pemerintah dalam roadmap sektor kelautan dan perikanan harus ditinjau kembali. Sebab beberapa kebijakan dipandang kontra produktif pengembangan sektor kelautan, khususnya bagi ekspor rumput laut. 

“Kami mengharapkan pemerintah mengeluarkan kebijakan yang didukung dengan proses kajian melalui proses konsultasi publik, proses sinkronisasi peraturan, dan juga sosialisasi yang baik,” tuturnya.

Yugi turut menambahkan bahwa tidak hanya keluhan dari petani rumput laut, pemerintah juga mendapatkan keluhan dari bidang usaha lain seperti penangkapan, unit pengolahan, dan budidaya ikan.

Oleh karena itu, kata Yugi, pemerintah diharapkan segera menyusun roadmap kelautan dan perikanan yang benar-benar memperhatikan kajian mendalam terhadap suatu komoditas.

Genjot Produktivitas Pangan, Jokowi Bagi Tugas Antar Kementerian

Penulis : Sukma Fadhil Pratama
×
×