logo





Ketua ARLI : Komunikasi Antara Industri dan Petani Rumput Laut Harus Lebih Efektif

Pemerintah diminta untuk serius perhatikan petani rumput laut

11 Januari 2017 09:59 WIB

Ilustrasi petani rumput laut.
Ilustrasi petani rumput laut. Istimewa


JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Asosiasi Rumput Laut Indonesia (ARLI), SafariAzis menyebut petani rumput laut perlu perhatian serius dari pemerintah. Safari berharap kebijakan pemerintah mengenai pengembangan rumput laut sebaiknya memperhatikan kemaslahatan petani rumput laut serta berbagai pihak yang terlibat dalam pelaku usaha rumput laut.

Presiden Minta Petani Fokus Garap Tanaman Pangan Unggulan

“Dukungan penguatan daya saing pelaku usaha rumput laut dilaksanakan secara komprehensif dan berkesinambungan yang mengacu pada roadmap yang sedang disusun bersama, yang mengacu pada asas kolaboratif dan partisipatif,” ucap Safari Azis dalam acara forum group discussion (FGD) di Menara Kadin, Jakarta, Selasa (10/1/2017).

Menurut Safari Azis, komunikasi antara industri dan petani harus lebih diefektifkan agar tercipta komunikasi yang baik dan inklusif.


Menteri Pertanian Curhat Masalah Bahan Pangan

Selain itu, petani juga perlu diberikan insentif berupa bibit unggul, kebutuhan produksi, bahan penolong, teknologi pengolahan terkini, sistem logistik, jaringan pasar, dan pembiayaan.

Senada dengan Safari Azis, Wakil Ketua KADIN Indonesia Bidang Kelautan dan Perikanan, Yugi Prayanto menilai bahwa kebijakan pemerintah dalam roadmap sektor kelautan dan perikanan harus ditinjau kembali. Sebab beberapa kebijakan dipandang kontra produktif pengembangan sektor kelautan, khususnya bagi ekspor rumput laut. 

“Kami mengharapkan pemerintah mengeluarkan kebijakan yang didukung dengan proses kajian melalui proses konsultasi publik, proses sinkronisasi peraturan, dan juga sosialisasi yang baik,” tuturnya.

Yugi turut menambahkan bahwa tidak hanya keluhan dari petani rumput laut, pemerintah juga mendapatkan keluhan dari bidang usaha lain seperti penangkapan, unit pengolahan, dan budidaya ikan.

Oleh karena itu, kata Yugi, pemerintah diharapkan segera menyusun roadmap kelautan dan perikanan yang benar-benar memperhatikan kajian mendalam terhadap suatu komoditas.

Genjot Produktivitas Pangan, Jokowi Bagi Tugas Antar Kementerian


Penulis : Sukma Fadhil Pratama
Tag:

Komentar