logo


Miliki Banyak Kelebihan, Budidaya Jeruk Dekopon Menjanjikan!

Dekopon merupakan jeruk asal Jepang hasil persilangan dari kiyomi dan ponkan

11 Januari 2017 10:00 WIB

Jeruk dekopon merupakan jeruk asal Jepang hasil persilangan dari kiyomi dan ponkan
Jeruk dekopon merupakan jeruk asal Jepang hasil persilangan dari kiyomi dan ponkan balitjestro

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Dekopon, Anda familiar dengan buah satu ini? Dekopon merupakan salah satu jeruk yang masuk kategori premium, termasuk di negara Jepang sekali pun. 

Mencicip Laba Manis Budidaya Dekopon, Tertarik?

Sekilas, memang tidak ada yang berbeda saat melihat buah jeruk dekopon. Namun, jika dilihat lebih dekat pada sisi ujungnya, jeruk ini memiliki semacam bagian yang menonjol yang menjadi ciri khas dari jeruk satu ini. Selain tanpa biji, kulit yang tebal, rasa yang manis dan ukuran buah yang jumbo menyerupai buah pir menjadi pesona tersendiri bagi jeruk dekopon.

Ditilik dari sejarahnya, dekopon merupakan jeruk asal Jepang hasil persilangan dari kiyomi dan ponkan. Menurut Syah Angkasa, pemerhati pertanian, nama asli jeruk ini adalah shiranui, sedangkan dekopon sendiri merupakan sebuah nama dagang.


Jeruk Dekopon Sabilulungan Siap Jadi Komoditas Unggulan Bandung

"Di Indonesia, jeruk ini banyak ditemui di daerah Lembang, Bandung, karena jeruk dekopon memang memiliki corak buah yang hanya dapat tinggal di dataran tinggi. Kalau di dataran rendah warnanya kuning. Kalau di daerah dingin mestinya dengan budidaya yang bagus warnanya akan orange. Kalau di dataran rendah kulitnya jadi pucat dan keriput," beber Syah saat ditemui di Jakarta beberapa waktu lalu.

Menyoal teknis budidayanya, Syah menuturkan bahwa jeruk dekopon juga termasuk tanaman genjah, atau tanaman yang cepat berbuah.

“Ini bisa berbuah hanya dalam satu atau dua tahun," katanya.

Namun, lanjut Syah, jika ingin membiarkan jeruk dekopon ini berbuah, sebaiknya tunggu hingga batang penopang jeruk cukup kuat. Itu karena jeruk yang ukurannya cukup besar, yakni bisa mencapai satu kilogram ini bisa membuat batang yang kecil menjadi melengkung dan berisiko patah.

"Lebih bagus dipangkas atau dirompes pada saat masih bunga, karena bunga dan buah itu menguras energi yang ia manfaatkan untuk pertumbuhannya," tukasnya.

Sementara itu, menurut Deni Hadian, pembibit jeruk dekopon asal Bogor, kelebihan lain yang menjadi daya tarik jeruk dekopon ialah pertumbuhan yang cepat, apalagi bila dilakukan dengan perawatan dan pemeliharaan yang baik.

"Pohon jeruk dekopon dapat berbuah perdana pada usia sekitar 2 tahun sejak usia tanam. Selain harga buah yang mahal, harga bibit jeruk dekopon pun sangat menjanjikan," papar Deni.

Soal harga, untuk bibit pohon dekopon berusia 4-6 bulan, Deni membanderolnya dengan harga Rp 45 ribu/bibit. Diakuinya, jika pembelian dalam jumlah besar minimal 100 pohon maka akan mendapatkan harga lebih murah, sekitar Rp 25 ribu per bibit pohonnya.

“Perputaran uang di bisnis bibit jeruk dekopon sangat tinggi, itu baru bibitnya saja belum buahnya” ungkap Deni.

 

Mengulik Teknis Budidaya Jeruk Nipis Non Biji ala Teguh Jaya

Penulis : Riana
×
×