logo

HARGA KOMODITAS 21 April 2017
  • Ketela Pohon
    Ketela Pohon
    5.337
    51
  • Kacang Tanah
    Kacang Tanah
    25.119
    849
  • Mie Instan
    Mie Instan
    2.382
    18
  • Beras
    Beras
    10.551
    157
  • Gula Pasir
    Gula Pasir
    13.651
    160
  • Minyak Goreng
    Minyak Goreng
    11.512
    527
  • Tepung Terigu
    Tepung Terigu
    8.796
    60
  • Kacang Kedelai
    Kacang Kedelai
    10.960
    460
  • Daging Sapi
    Daging Sapi
    114.913
    390
  • Daging Ayam
    Daging Ayam
    30.269
    887
  • Telur Ayam
    Telur Ayam
    21.617
    413
  • Cabai
    Cabai
    30.156
    5.361
  • Bawang
    Bawang
    33.345
    4.823
  • Susu
    Susu
    10.385
    39
  • Jagung
    Jagung
    7.058
    53
  • Ikan
    Ikan
    73.910
    111
  • Garam
    Garam
    5.916
    118




Miliki Banyak Kelebihan, Budidaya Jeruk Dekopon Menjanjikan!

Dekopon merupakan jeruk asal Jepang hasil persilangan dari kiyomi dan ponkan

11 Januari 2017 10:00 WIB

Jeruk dekopon merupakan jeruk asal Jepang hasil persilangan dari kiyomi dan ponkan
Jeruk dekopon merupakan jeruk asal Jepang hasil persilangan dari kiyomi dan ponkan balitjestro

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Dekopon, Anda familiar dengan buah satu ini? Dekopon merupakan salah satu jeruk yang masuk kategori premium, termasuk di negara Jepang sekali pun. 

Mencicip Laba Manis Budidaya Dekopon, Tertarik?

Sekilas, memang tidak ada yang berbeda saat melihat buah jeruk dekopon. Namun, jika dilihat lebih dekat pada sisi ujungnya, jeruk ini memiliki semacam bagian yang menonjol yang menjadi ciri khas dari jeruk satu ini. Selain tanpa biji, kulit yang tebal, rasa yang manis dan ukuran buah yang jumbo menyerupai buah pir menjadi pesona tersendiri bagi jeruk dekopon.

Ditilik dari sejarahnya, dekopon merupakan jeruk asal Jepang hasil persilangan dari kiyomi dan ponkan. Menurut Syah Angkasa, pemerhati pertanian, nama asli jeruk ini adalah shiranui, sedangkan dekopon sendiri merupakan sebuah nama dagang.


Jeruk Dekopon Sabilulungan Siap Jadi Komoditas Unggulan Bandung

"Di Indonesia, jeruk ini banyak ditemui di daerah Lembang, Bandung, karena jeruk dekopon memang memiliki corak buah yang hanya dapat tinggal di dataran tinggi. Kalau di dataran rendah warnanya kuning. Kalau di daerah dingin mestinya dengan budidaya yang bagus warnanya akan orange. Kalau di dataran rendah kulitnya jadi pucat dan keriput," beber Syah saat ditemui di Jakarta beberapa waktu lalu.

Menyoal teknis budidayanya, Syah menuturkan bahwa jeruk dekopon juga termasuk tanaman genjah, atau tanaman yang cepat berbuah.

“Ini bisa berbuah hanya dalam satu atau dua tahun," katanya.

Namun, lanjut Syah, jika ingin membiarkan jeruk dekopon ini berbuah, sebaiknya tunggu hingga batang penopang jeruk cukup kuat. Itu karena jeruk yang ukurannya cukup besar, yakni bisa mencapai satu kilogram ini bisa membuat batang yang kecil menjadi melengkung dan berisiko patah.

"Lebih bagus dipangkas atau dirompes pada saat masih bunga, karena bunga dan buah itu menguras energi yang ia manfaatkan untuk pertumbuhannya," tukasnya.

Sementara itu, menurut Deni Hadian, pembibit jeruk dekopon asal Bogor, kelebihan lain yang menjadi daya tarik jeruk dekopon ialah pertumbuhan yang cepat, apalagi bila dilakukan dengan perawatan dan pemeliharaan yang baik.

"Pohon jeruk dekopon dapat berbuah perdana pada usia sekitar 2 tahun sejak usia tanam. Selain harga buah yang mahal, harga bibit jeruk dekopon pun sangat menjanjikan," papar Deni.

Soal harga, untuk bibit pohon dekopon berusia 4-6 bulan, Deni membanderolnya dengan harga Rp 45 ribu/bibit. Diakuinya, jika pembelian dalam jumlah besar minimal 100 pohon maka akan mendapatkan harga lebih murah, sekitar Rp 25 ribu per bibit pohonnya.

“Perputaran uang di bisnis bibit jeruk dekopon sangat tinggi, itu baru bibitnya saja belum buahnya” ungkap Deni.

 

Mengulik Teknis Budidaya Jeruk Nipis Non Biji ala Teguh Jaya

Penulis : Riana
×
×