logo

HARGA KOMODITAS 28 April 2017
  • Ketela Pohon
    Ketela Pohon
    5.305
    83
  • Kacang Tanah
    Kacang Tanah
    25.226
    956
  • Mie Instan
    Mie Instan
    2.381
    17
  • Beras
    Beras
    10.579
    129
  • Gula Pasir
    Gula Pasir
    13.620
    191
  • Minyak Goreng
    Minyak Goreng
    11.469
    570
  • Tepung Terigu
    Tepung Terigu
    8.800
    56
  • Kacang Kedelai
    Kacang Kedelai
    10.842
    342
  • Daging Sapi
    Daging Sapi
    115.104
    199
  • Daging Ayam
    Daging Ayam
    30.052
    670
  • Telur Ayam
    Telur Ayam
    21.804
    226
  • Cabai
    Cabai
    30.598
    4.919
  • Bawang
    Bawang
    32.862
    5.306
  • Susu
    Susu
    10.394
    30
  • Jagung
    Jagung
    7.062
    57
  • Ikan
    Ikan
    74.359
    338
  • Garam
    Garam
    5.916
    118




Sjafrie Sjamsoeddin Minta TNI untuk Tidak Tergoda

Yang paling diperlukan oleh rakyat yang melahirkan TNI adalah bersikap 'tidak' terhadap godaan kepentingan yang mencoba menggelitik.

10 Januari 2017 21:16 WIB

Mantan Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Wamenhan RI), Sjafrie Sjamsoeddin.
Mantan Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Wamenhan RI), Sjafrie Sjamsoeddin. JITUNEWS/Bayu Erlangga

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Mantan Pangdam Jaya Sjafrie Sjamsoeddin muncul kembali setelah sebelumnya sempat menghilang pasca pengumuman calon kandidat gubernur dalam Pilkada DKI Jakarta.

Sidang e-KTP Hari Ini, Keponakan Setnov Bakal Bersaksi

Kali ini mantan wakil Menteri Pertahanan itu berbicara soal tugas TNI dan Polri dalam posisi mengawal pemerintahan.

"Di masa lalu, peran pemerintah sangat dominan dihampir semua sektor penyelenggara negara yang lazim disebut otoritarian seraya menempatkan TNI dan POLRI pada posisi ketat mengawal pemerintah," demikian ucap Sjafrie dalam keterangan tertulis kepada Jitunews.com, Selasa (10/1).


Ahok-Djarot Dihadiahi Ribuan Karangan Bunga, Komentar Sandiaga?

Lanjut Sjafrie, masa kini yang dikenal era demokrasi posisi TNI dan Polri harus dipastikan mengalami perubahan status dan posisi berdasarkan UU TNI dan UU POLRI.

Hampir 19 Tahun TNI melakukan reformasi, rupanya telah mengubah perilaku baik dari individu prajurit maupun institusi yang kini menjadi lebih profesional. Reformasi mengubah TNI menjadi lebih patuh dan taat kepada amanat konstitusi, yang mana sikap independen adalah tuntutan profesionalisme militer. Walaupun tidak disangkal masih terjadi kasuistis yang menodai TNI.

Di sisi lain sikap prajurit pejuang dan prajurit rakyat adalah nilai yang bermakna bagi TNI. Yang mana layak memiliki prinsip keberpihakan kepada rakyat yang memiliki kedaulatan yang asli di negeri ini.

"Di sinilah diperlukan kepastian dan keyakinan TNI yang utuh dan konsisten menterjemahkan jiwa Sapta Marga dan Sumpah Prajurit. Konsistensi kejujuran dan kebenaran mengabdi ini memastikan berbagai curiga dan tudingan akan sirna," demikian lanjut Sjafrie.

Yang paling diperlukan oleh rakyat yang melahirkan TNI adalah bersikap 'tidak' terhadap godaan kepentingan yang mencoba menggelitik. Ini menjadi nilai moral tertinggi sebagai kehormatan TNI yang ditebus dengan keringat dan darah dari generasi pendahulu sampai generasi penerus sampai kapan pun.

"Bagi prajurit waktu pengabdian pasti berlalu, tapi bagi institusi TNI menjadi ukiran sejarah. TNI adalah milik nasional harapan sekaligus menjadi perhatian rakyat," ungkap Sjafrie mengakhiri.

Ahok Disambut Warga dan Karangan Bunga, Ratna Sarumpaet: Never Ending Drama

Penulis : Syukron Fadillah
×
×