logo


Wakil Menteri ESDM : Pentingnya Pengembangan Panas Bumi sebagai Kearifan Lokal Indonesia

Arcandra menyoroti konsumsi listrik di Indonesia yang masih tergolong rendah, yaitu sekitar 900 kWh per kapita.

10 Januari 2017 13:21 WIB

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar.
Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar. Antara Foto

BANDUNG, JITUNEWS.COM - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar didampingi tenaga ahli Kementerian ESDM, Dirjen Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) serta Direktur Panas Bumi, melakukan kunjungan ke area panas bumi Kamojang pada hari Sabtu (07/01), di Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat.

Pertamina Tambah Pasokan Listrik PLTP

Dalam kunjungan ke area panas bumi yang pertama kali dikembangkan di Indonesia tersebut, Arcandra disambut oleh Direktur Operasional PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), Ali Mudakir.

Pada kesempatan tersebut, Arcandra menyoroti konsumsi listrik di Indonesia yang masih tergolong rendah, yaitu sekitar 900 kWh per kapita. Padahal, konsumsi listrik per kapita merupakan salah satu indikator yang menunjukkan produktivitas. Suatu negara dapat dikatakan sebagai negara maju apabila konsumsi listrik mencapai sekitar 4.000 kWh per kapita.


Pertamina Percepat Pengoperasian PLTP Lahendong Unit 5 & 6 Total Project

Usaha peningkatan konsumsi listrik ini tentunya perlu didukung dengan suplai yang memadai. Arcandra menyatakan, melihat kondisi penurunan cadangan energi yang bersumber dari bahan bakar fosil, pengembangan energi terbarukan bukan lagi menjadi suatu alternatif, melainkan sebuah keharusan.

Pertamina Percepat Pengoperasian PLTP Lahendong Unit 5 dan 6 Total Project

Selanjutnya >
Penulis : Vicky Anggriawan