logo

HARGA KOMODITAS 28 April 2017
  • Ketela Pohon
    Ketela Pohon
    5.305
    83
  • Kacang Tanah
    Kacang Tanah
    25.226
    956
  • Mie Instan
    Mie Instan
    2.381
    17
  • Beras
    Beras
    10.579
    129
  • Gula Pasir
    Gula Pasir
    13.620
    191
  • Minyak Goreng
    Minyak Goreng
    11.469
    570
  • Tepung Terigu
    Tepung Terigu
    8.800
    56
  • Kacang Kedelai
    Kacang Kedelai
    10.842
    342
  • Daging Sapi
    Daging Sapi
    115.104
    199
  • Daging Ayam
    Daging Ayam
    30.052
    670
  • Telur Ayam
    Telur Ayam
    21.804
    226
  • Cabai
    Cabai
    30.598
    4.919
  • Bawang
    Bawang
    32.862
    5.306
  • Susu
    Susu
    10.394
    30
  • Jagung
    Jagung
    7.062
    57
  • Ikan
    Ikan
    74.359
    338
  • Garam
    Garam
    5.916
    118




Harga Cabai Melonjak, Ada Permainan Kartel?

KPPU masih terus berusaha mencari akar terdalam dari melonjaknya salah satu komoditas pangan tersebut

9 Januari 2017 13:43 WIB

Cabai merah.
Cabai merah. JITUNEWS/Rezaldy

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Apakah kenaikan harga cabai saat ini merupakan ulah kartel yang memainkan harga? Terkait dengan pertanyaan itu, Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Syarkawi Rauf, angkat bicara.

DPR Minta Pelaku Pembawa Bibit Cabai Palsu Ditindak Tegas

Menurut Syarkawi, sampai saat ini pihaknya masih belum menemukan adanya permainan kartel di balik naiknya harga cabai di tingkat pasar.

“Yang terjadi dari kesimpulan sementara seperti yang kami lihat di pasar, kenaikan harga ini lebih disebabkan kurangnya pasokan cabai ke pasar,” ungkap Syarkawi, saat dihubungi Jitunews.com, Senin (9/1).

Kendati demikian, lanjut Syarkawi, timnya masih terus berusaha mencari akar terdalam dari melonjaknya salah satu komoditas pangan tersebut, selain karena minimnya pasokan.

“Kita akan terus pantau di lapangan, sebenarnya apa yang terjadi di pasar? Apakah murni karena kurangnya pasokan atau ada permainan kartel di sana?” tambah Syarkawi.

Di sisi lain, panjangnya rantai distribusi pasokan hasil pangan masih menjadi salah satu penyebabnya melonjaknya harga. Setidaknya, ada sekitar enam sampai tujuh titik yang harus dilewati baru kemudian hasil pangan tersebut sampai ke pasar.

Untuk di tingkat pasar, fokus pemantauan KPPU meliputi titik pendistribusian dari pasar induk hingga ke pasar tradisional. Dalam setiap proses penyaluran bahan pangan di pasar selalu dimulai dari pasar induk yang didominasi oleh para bandar besar, baru kemudian disalurkan ke agen-agen dan kemudian baru ke retailer yang ada.

“Dari bandar sampai ke retailer saja memiliki margin yang sangat besar pada soal harga,” terang Syarkawi.

Terkait dengan proses pendistribusian tersebut, yang dilihat KPPU adalah apakah ada semacam kesepakatan harga di tingkat bandar yang ada di masing-masing pasar induk untuk menjual cabai dengan harga yang sudah disepakati, atau tidak. “Kalau nanti itu (kesepakatan harga) yang terjadi, maka akan kita proses. Karena itu merupakan bagian dari upaya kartel,” pungkas Syarkawi.


Meski Harga Naik, Politisi PDI Perjuangan Ini Minta Pemerintah Tidak Impor Cabai

Harga Cabai Kian Pedas, APPSINDO: Tanda Pemerintah Gagal Produksi Cabai

Penulis : Siprianus Jewarut, Christophorus Aji Saputro
×
×