logo

HARGA KOMODITAS 24 Maret 2017
  • Ketela Pohon
    Ketela Pohon
    5.334
    54
  • Kacang Tanah
    Kacang Tanah
    24.236
    34
  • Mie Instan
    Mie Instan
    2.380
    16
  • Beras
    Beras
    10.584
    124
  • Gula Pasir
    Gula Pasir
    13.815
    4
  • Minyak Goreng
    Minyak Goreng
    11.779
    260
  • Tepung Terigu
    Tepung Terigu
    8.785
    71
  • Kacang Kedelai
    Kacang Kedelai
    11.010
    510
  • Daging Sapi
    Daging Sapi
    114.604
    699
  • Daging Ayam
    Daging Ayam
    29.316
    66
  • Telur Ayam
    Telur Ayam
    21.776
    254
  • Cabai
    Cabai
    30.917
    4.6
  • Bawang
    Bawang
    36.669
    1.499
  • Susu
    Susu
    10.423
    1
  • Jagung
    Jagung
    7.077
    72
  • Ikan
    Ikan
    74.233
    212
  • Garam
    Garam
    5.889
    91




Harga Cabai Melonjak, Ada Permainan Kartel?

KPPU masih terus berusaha mencari akar terdalam dari melonjaknya salah satu komoditas pangan tersebut

9 Januari 2017 13:43 WIB

Cabai merah.
Cabai merah. JITUNEWS/Rezaldy


JAKARTA, JITUNEWS.COM- Apakah kenaikan harga cabai saat ini merupakan ulah kartel yang memainkan harga? Terkait dengan pertanyaan itu, Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Syarkawi Rauf, angkat bicara.

DPR Minta Pelaku Pembawa Bibit Cabai Palsu Ditindak Tegas

Menurut Syarkawi, sampai saat ini pihaknya masih belum menemukan adanya permainan kartel di balik naiknya harga cabai di tingkat pasar.

“Yang terjadi dari kesimpulan sementara seperti yang kami lihat di pasar, kenaikan harga ini lebih disebabkan kurangnya pasokan cabai ke pasar,” ungkap Syarkawi, saat dihubungi Jitunews.com, Senin (9/1).

Kendati demikian, lanjut Syarkawi, timnya masih terus berusaha mencari akar terdalam dari melonjaknya salah satu komoditas pangan tersebut, selain karena minimnya pasokan.

“Kita akan terus pantau di lapangan, sebenarnya apa yang terjadi di pasar? Apakah murni karena kurangnya pasokan atau ada permainan kartel di sana?” tambah Syarkawi.

Di sisi lain, panjangnya rantai distribusi pasokan hasil pangan masih menjadi salah satu penyebabnya melonjaknya harga. Setidaknya, ada sekitar enam sampai tujuh titik yang harus dilewati baru kemudian hasil pangan tersebut sampai ke pasar.

Untuk di tingkat pasar, fokus pemantauan KPPU meliputi titik pendistribusian dari pasar induk hingga ke pasar tradisional. Dalam setiap proses penyaluran bahan pangan di pasar selalu dimulai dari pasar induk yang didominasi oleh para bandar besar, baru kemudian disalurkan ke agen-agen dan kemudian baru ke retailer yang ada.

“Dari bandar sampai ke retailer saja memiliki margin yang sangat besar pada soal harga,” terang Syarkawi.

Terkait dengan proses pendistribusian tersebut, yang dilihat KPPU adalah apakah ada semacam kesepakatan harga di tingkat bandar yang ada di masing-masing pasar induk untuk menjual cabai dengan harga yang sudah disepakati, atau tidak. “Kalau nanti itu (kesepakatan harga) yang terjadi, maka akan kita proses. Karena itu merupakan bagian dari upaya kartel,” pungkas Syarkawi.


Meski Harga Naik, Politisi PDI Perjuangan Ini Minta Pemerintah Tidak Impor Cabai

Harga Cabai Kian Pedas, APPSINDO: Tanda Pemerintah Gagal Produksi Cabai


Penulis : Siprianus Jewarut, Christophorus Aji Saputro
Tag:

Komentar