logo





Harga Cabai Terus Melambung, Inilah Penyebab Versi Pedagang

Kurangnya pasokan cabai tersebut karena dampak dari iklim yang masih ekstrem untuk tanaman cabai.

8 Januari 2017 15:21 WIB

Pedagang memilih cabai untuk dijual di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta.
Pedagang memilih cabai untuk dijual di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta. dok. Jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Anto (30) salah satu pedagang cabai di Pasar Serdang Kemayoran mengatakan bahwa naiknya harga cabai di pasar pada saat ini lebih disebabkan pasokan ke pasar yang terus berkurang.

Harga Cabai Kian Pedas, APPSINDO: Tanda Pemerintah Gagal Produksi Cabai

Menurutnya, kurangnya pasokan cabai tersebut karena dampak dari iklim yang masih ekstrem untuk tanaman cabai.

"Sekarangkan curah hujannya masih cukup tinggi, sehingga para petani masih enggan untuk memetik cabe karena takut cepat membusuk," demikian kata Anto kepada Jitunews.com di Jakarta, Minggu (8/1).


Kementan Pantau Luas Tanam Harian Secara Berjenjang

Lebih lanjut, ia mengatakan kurangnya pasokan kemudian memaksa para pedagang untuk menaikkan harga jual cabe di pasar.

"Nanti kalau pasokan kembali stabil, saya yakin harga juga pasti akan kembali normal," demikian katanya.

Seperti yang kita ketahui, harga cabe di pasar tradisional di jakarta sudah semakin tinggi, dimana per kilonya bisa mencapai 100 ribu. Sementara untuk beberapa kota di luar Jakarta, seperti di Samarinda, harga cabe sudah tembus ke angka Rp 200.000 per kg.

Komitmen Pemerintah Menjaga Harga dengan Memotong Rantai Pasok

Penulis : Siprianus Jewarut, Syukron Fadillah