logo





Polisi Selidiki Penyandang Dana di Balik Buku 'Jokowi Undercover'

Soal keuntungan yang didapat Bambang Tri, polisi akan melakukan audit secara rinci

6 Januari 2017 17:20 WIB

Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar.
Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar. Reuters

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Polisi masih terus memeriksa Bambang Tri Mulyono terkait dengan karangan buku 'Jokowi Undercover'. Terkait penyokong dana percetakan buku tersebut, polisi hingga kini masih terus melakukan penyelidikan.

Polisi : Buku 'Jokowi Undercover' Mengambil Data dari Media Sosial

"Kita sedang menyelidiki ke arah sana. Penyidikan sedang ke arah sana. Cuma kita belum bisa sampaikan siapa-siapanya, biar saja nanti secara lengkap penyidikan ini dijalankan," kata Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar di Jakarta Pusat, Jumat (6/1/2017).

Boy belum bisa menjelaskan secara rinci perihal biaya yang telah digunakan untuk mencetak dan menyebarkan buku tersebut.


Pembuktian Jokowi Undercover, Politisi Gerindra Sindir Polisi Soal Makar

"Kita masih melakukan pemeriksaan. Kalau nanti ada perkembangan baru, tersangka baru, pasti akan kita sampaikan," tutur Boy.

Boy memperkirakan ada ratusan eksemplar yang beredar sebab buku tersebut telah tersebar luas ke masyarakat melalu transaksi online.

"Ya ratusan, sekitar segitulah angkanya," ujar Boy.

Mengenai keuntungan finansial yang didapatkan Bambang tri dari penjualan buku tersebut, Boy mengatakan, pihaknya masih melakukan audit. Audit tersebut meliputi modal, biaya produksi hingga nilai keuntungan yang semuanya perlu dilakukan oleh auditor.

Terkait dengan penyokong dana tersebut, Boy mengatakan kemungkinan itu ada. Namun polisi kini tengah mendalami dugaan tersebut.

"Kemungkinan penyokong itu pasti mengarah adanya sumber-sumber tertentu. Tapi kita tidak boleh bicara sebelum adanya fakta. Tapi dugaan adanya penyokong dimungkinkan," tutur Boy.

Ada Pihak Manfaatkan Buku 'Jokowi Undercover' Untuk Pilpres 2019 ?

Penulis : Sukma Fadhil Pratama