logo


SUTT 275 kV Lahat - Muara Bungo Sukses Beroperasi

PLN berhasil meningkatkan kehandalan listrik di wilayah Sumatera dengan beroperasinya transmisi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 275 kV

6 Januari 2017 11:18 WIB

Menara saluran udara tegangan tinggi.
Menara saluran udara tegangan tinggi. Jitunews/Latiko A.D

PALEMBANG, JITUNEWS.COM - Bertepatan dengan awal Tahun Baru 2017, PLN berhasil meningkatkan kehandalan listrik di wilayah Sumatera dengan beroperasinya transmisi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 275 kV sepanjang 389 kilo meter sirkit (kms) dari Lahat hingga ke Muara Bungo pada 1 Januari 2017. Jaringan transmisi ini menghubungkan Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) Lahat dengan GITET Lubuk Linggau dan GITET Bangko serta GITET Muara Bungo provinsi Sumatera Selatan dan Jambi, seluruhnya merupakan bagian dari pembangunan tol listrik 275 kV Sumatera dari Aceh hingga Lampung.

Pemulihan Listrik Bima, PLN Perbaiki Tiang Listrik Rubuh

Direktur Bisnis Regional Sumatera Amir Rosidin mengatakan bahwa beroperasi nya SUTT 275 kV ini tentu dapat meningkatkan kehandalan kelistrikan di wilayah Sumatera dan sebagai wujud semangat pembangunan tol listrik Sumatera dari Aceh - Lampung.

“Dengan daya hantar yang lebih besar (275 kV) tentu akan meningkatkan kehandalan kelistrikan di wilayah Sumatera dan menurunkan arus sehingga dapat mengurangi penyusutan (losses), pengoperasian SUTT Lahat - Muara Bungo ini semakin membangun optimisme terwujudnya tol listrik Sumatera,” Kata Amir Rosidin, Jumat (6/1).


PLN Tingkatkan Rasio Elektrifikasi dari Panas Bumi

Tol listrik Sumatera ini ditargetkan dapat mengalirkan listrik terutama dari Sumatera bagian Selatan ke seluruh wilayah Sumatera, karena cukup banyaknya Pembangkit Listrik di wilayah Sumatera bagian Selatan namun konsumsi listrik di bagian Utara lebih besar.

“Sumatera bagian Utara dan Tengah itu konsumsi listriknya cukup besar, sementara beberapa pembangkit kapasitas besar berada di bagian Selatan seperti Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Banjarsari kapasitas 2 x 110 MW, PLTU Banjarsari 2 x 110 MW, PLTU Simpang Belimbing 2 x 110 MW dan PLTU Sumsel 8 kapasitas 1.200 MW yang akan dibangun. Oleh karena itu untuk menghubungkan sistem PLTU tersebut perlu dibangun tol listrik yang nantinya akan mengalirkan listrik ke daerah-daerah di seluruh wilayah Sumatera.” Lanjut Amir Rosidin.

Sebelumnya transmisi dari GI Lahat ke Muara Bungo telah beroperasi sejak 2003 dengan daya hantar 150 kV, namun pada 2010 dicanangkan peningkatan daya hantar transmisi menjadi 275 kV. Akhirnya pada 2013 melalui kontrak International Bank for Reconstruction and Development (IBRD) dengan konsorsium alstom grid - multifabrindo gemilang dimulai lah pembangunan GITET Lahat 1 x 500 Mega Volt Ampere (MVA), Linggau 1 X 250 MVA, Bangko 1 X 250 MVA, dan Muara Bungo 1 X 250 MVA yang keseluruhannya energize pada bulan Desember 2016.

Kendala seperti pembebasan lahan tapak tower sempat menghambat proses penyelesaian proyek, namun akhirnya dapat diselesaikan melalui sinergi yang baik antara PLN dengan Pemerintah Daerah. Pembangunan tol listrik transmisi 275 kV ini pun akan berlanjut dari Muara Bungo ke Kiliranjao, lalu ke Sumatera Utara melalui GITET Payakumbuh dan Padang Sidempuan, kemudian ke Sarulla - Simangkuk - Galang - Binjai - dan Pangkalan Susu. Sementara kearah Selatan dari Lahat akan disambung menuju provinsi Lampung melalui Lumut Balai, Muara Enim dan Gumawang.

Selain membangun transmisi 275 kV, PLN juga membangun transmisi 500 kV sepanjang 1.100 kms dari Muara Enim hingga Galang. Dari Muara Enim - New Aur Duri - Peranap - Perawang sepanjang 600 kms ditargetkan selesai 2019, sementara dari Perawang hingga ke Galang ditargetkan untuk selesai pada tahun 2020.

Dirut PLN: Pembangkit Listrik Apung Cocok untuk Negara Kepulauan Seperti Indonesia

Penulis : Citra Fitri Mardiana, Vicky Anggriawan
×
×