logo

HARGA KOMODITAS 28 April 2017
  • Ketela Pohon
    Ketela Pohon
    5.305
    83
  • Kacang Tanah
    Kacang Tanah
    25.226
    956
  • Mie Instan
    Mie Instan
    2.381
    17
  • Beras
    Beras
    10.579
    129
  • Gula Pasir
    Gula Pasir
    13.620
    191
  • Minyak Goreng
    Minyak Goreng
    11.469
    570
  • Tepung Terigu
    Tepung Terigu
    8.800
    56
  • Kacang Kedelai
    Kacang Kedelai
    10.842
    342
  • Daging Sapi
    Daging Sapi
    115.104
    199
  • Daging Ayam
    Daging Ayam
    30.052
    670
  • Telur Ayam
    Telur Ayam
    21.804
    226
  • Cabai
    Cabai
    30.598
    4.919
  • Bawang
    Bawang
    32.862
    5.306
  • Susu
    Susu
    10.394
    30
  • Jagung
    Jagung
    7.062
    57
  • Ikan
    Ikan
    74.359
    338
  • Garam
    Garam
    5.916
    118




PDIP Harap Kenaikan Tarif Pengurusan STNK dan BPKB Dibatalkan

Eva Sundari berharap rencana kenaikan tarif tersebut untuk dibatalkan karena dampak yang dihasilkan akan memberatkan rakyat.

5 Januari 2017 19:21 WIB

Politisi PDI Perjuangan (PDIP) Eva Sundari.
Politisi PDI Perjuangan (PDIP) Eva Sundari. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Biaya pengurusan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) dipastikan tarifnya naik tiga kali lipat dari tarif sebelumnya mulai tanggal 6 Januari 2017.

Ahok Tegaskan 550 Bus Trans Jakarta Tinggal Tunggu STNK

Menjawab persoalan tersebut, Politisi PDI Perjuangan, Eva Sundari berharap rencana kenaikan tarif tersebut untuk dibatalkan karena dampak yang dihasilkan akan memberatkan rakyat.

"Ini kurang taktis dan tidak responsif ke kesulitan rakyat. Ada Baiknya kenaikan tarif pengurusan STNK dibatalkan karena dampaknya memberatkan rakyat dan tidak produktif apalagi ternyata BBM juga naik," ujarnya di Jakarta, Kamis (5/1).


Presiden Jokowi Minta Pelayanan STNK Dipermudah

Menurutnya, kenaikan tarif pengurusan STNK menyusul kenaikan tarif listrik dan BBM menunjukkan adanya permasalahan kordinasi dipemerintahan, oleh karenanya Menteri Keuangan harus menjadi poros kordinasi agar dampak yang akan terjadi dapat diketahui.

"Jangan semua nyelonong sendiri-sendiri. Segala yang berdemensi ke fiskal serahkan ke Menkeu. Kasihan rakyat," tuturnya.

Menurutnya, kenaikan tarif pengurusan STNK dan BPKB ditambah naiknya BBM akan berdampak terhadap penurunan daya beli masyarakat.

"Daya beli nggak secara langsung, tapi ongkos biaya hidup naik sehingga menekan pengeluaran yang lain. Dampak kenaikan BBM pasti langsung ke daya beli karena kebutuhan rutin belum lagi memicu kenaikan harga-harga lain. Kan Pedagang dan produsen mengalihkan kenaikan bbm ke konsumen," tutupnya.

Wajarkah Tarif Pembuatan STNK dan BPKB Naik? Ini Komentar Sri Mulyani

Penulis : Khairul Anwar, Vicky Anggriawan
×
×