logo


PDIP Harap Kenaikan Tarif Pengurusan STNK dan BPKB Dibatalkan

Eva Sundari berharap rencana kenaikan tarif tersebut untuk dibatalkan karena dampak yang dihasilkan akan memberatkan rakyat.

5 Januari 2017 19:21 WIB

Politisi PDI Perjuangan (PDIP) Eva Sundari.
Politisi PDI Perjuangan (PDIP) Eva Sundari. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Biaya pengurusan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) dipastikan tarifnya naik tiga kali lipat dari tarif sebelumnya mulai tanggal 6 Januari 2017.

Ahok Tegaskan 550 Bus Trans Jakarta Tinggal Tunggu STNK

Menjawab persoalan tersebut, Politisi PDI Perjuangan, Eva Sundari berharap rencana kenaikan tarif tersebut untuk dibatalkan karena dampak yang dihasilkan akan memberatkan rakyat.

"Ini kurang taktis dan tidak responsif ke kesulitan rakyat. Ada Baiknya kenaikan tarif pengurusan STNK dibatalkan karena dampaknya memberatkan rakyat dan tidak produktif apalagi ternyata BBM juga naik," ujarnya di Jakarta, Kamis (5/1).


Presiden Jokowi Minta Pelayanan STNK Dipermudah

Menurutnya, kenaikan tarif pengurusan STNK menyusul kenaikan tarif listrik dan BBM menunjukkan adanya permasalahan kordinasi dipemerintahan, oleh karenanya Menteri Keuangan harus menjadi poros kordinasi agar dampak yang akan terjadi dapat diketahui.

"Jangan semua nyelonong sendiri-sendiri. Segala yang berdemensi ke fiskal serahkan ke Menkeu. Kasihan rakyat," tuturnya.

Menurutnya, kenaikan tarif pengurusan STNK dan BPKB ditambah naiknya BBM akan berdampak terhadap penurunan daya beli masyarakat.

"Daya beli nggak secara langsung, tapi ongkos biaya hidup naik sehingga menekan pengeluaran yang lain. Dampak kenaikan BBM pasti langsung ke daya beli karena kebutuhan rutin belum lagi memicu kenaikan harga-harga lain. Kan Pedagang dan produsen mengalihkan kenaikan bbm ke konsumen," tutupnya.

Wajarkah Tarif Pembuatan STNK dan BPKB Naik? Ini Komentar Sri Mulyani

Penulis : Khairul Anwar, Vicky Anggriawan