logo

HARGA KOMODITAS 28 April 2017
  • Ketela Pohon
    Ketela Pohon
    5.305
    83
  • Kacang Tanah
    Kacang Tanah
    25.226
    956
  • Mie Instan
    Mie Instan
    2.381
    17
  • Beras
    Beras
    10.579
    129
  • Gula Pasir
    Gula Pasir
    13.620
    191
  • Minyak Goreng
    Minyak Goreng
    11.469
    570
  • Tepung Terigu
    Tepung Terigu
    8.800
    56
  • Kacang Kedelai
    Kacang Kedelai
    10.842
    342
  • Daging Sapi
    Daging Sapi
    115.104
    199
  • Daging Ayam
    Daging Ayam
    30.052
    670
  • Telur Ayam
    Telur Ayam
    21.804
    226
  • Cabai
    Cabai
    30.598
    4.919
  • Bawang
    Bawang
    32.862
    5.306
  • Susu
    Susu
    10.394
    30
  • Jagung
    Jagung
    7.062
    57
  • Ikan
    Ikan
    74.359
    338
  • Garam
    Garam
    5.916
    118




Berkat Ikan Hias, Pemuda Biasa Ini Berubah Jadi Eksportir Sukses

Saat ini, omzet yang Ai raup bisa mencapai Rp 200 juta/bulan

5 Januari 2017 16:26 WIB

Ilustrasi ikan hias.
Ilustrasi ikan hias. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Walaupun masih berusia muda namun Chivalry Ai Pranoto telah menjadi salah satu eksportir ikan hias yang sukses. Merunut sejarahnya, pria yang akrab disapa Ai ini mengaku sudah mengenal ikan hias sejak berusia 11 tahun. Saat itu, usaha ayahnya yang bergerak di bidang pakan ternak terkena imbas krisis ekonomi pada tahun 1997–1998. 

Wuih, Komedian Terkenal Ini Ternyata Punya Bisnis Ikan Hias!

“Agar dapat memenuhi kebutuhan hidup, ayah mencoba peruntungannya dengan menggeluti usaha ikan hias,” cerita Ai. 

Usaha tersebut dipilih ayahnya karena tidak membutuhkan modal besar dan pasarnya bisa sampai luar negeri. Usaha ikan hias yang dikelola ayahnya bisa berkembang dan mampu melewati krisis ekonomi.


Yuk! Tengok Bisnis Ikan Hias Omset Ratusan Juta

Ketika krisis mulai berakhir dan perekonomian beranjak stabil, tahun 2006 ayahnya kembali melakoni usaha pakan ternak yang mengakibatkan usaha ikan hias menjadi terbengkalai dan ditutup. Ai yang pada saat itu masih berstatus mahasiswa jurusan Agribisnis IPB mengamati usaha ikan hias berprospek cerah dan pasarnya khususnya luar negeri masih terbuka lebar karena baru sekitar 40% ikan hias yang diekspor ke luar negeri. Ai pun berkeinginan untuk menjalankan kembali usaha ikan hias yang dilakukan ayahnya. Bermodalkan ilmu dari sang ayah dan pelajaran mata kuliah yang ia peroleh di kampusnya, Ai memberanikan memulai usaha ikan hias. Usaha yang digelutinya dilakukan berdasarkan pesanan. 

“Saat ada pesanan, saya baru akan mencari ikan hias yang diinginkan pembeli,” kata Ai, seperti dikutip dari tabloidwirausaha.

Ai mengaku tidak mengalami kesulitan dalam mendapatkan ikan hias pesanan. Untuk memenuhi pesanan, Ai membelinya dari pembudi daya ikan hias di sekitar Jabodetabek. 

Dalam menjalankan usaha ikan hias ini, Ai tidak tanggung-tanggung karena ia langsung membidik pasar luar negeri sebagai target penjualan ikan hiasnya. Untuk bisa mendapatkan pasar ikan hias luar negeri, Ai mencarinya melalui media internet dan ia kerap menyambangi situs-situs eksportir ikan hias khususnya negara-negara di kawasan Asia Tenggara seperti Singapura, Thailand, Malaysia dan lain-lain. 

Dan, kerja keras Ai menawarkan ikan hias Indonesia kepada negara lain membuahkan hasil dan mendapatkan respon dari perusahaan ikan hias asal Thailand. Tak hanya itu, di awal 2011 lalu Ai berhasil menjalin bekerja sama dengan perusahaan ikan hias yang sudah memiliki nama dan bisa dibilang terbesar di Singapura yaitu Qian Hu Corporation Limited. Menurut Ai, jenis ikan hias yang disukai oleh pasar luar negeri antara lain neon tetra, black ghost dan lain-lain. 

Saat ini, omzet yang Ai raup bisa mencapai Rp 200 juta/bulan. Dalam menjalankan usahanya ini, Ai berprinsip untuk selalu memberikan yang terbaik kepada konsumen dan tentunya kepercayaan juga merupakan nilai yang paling penting dalam menjalankan sebuah usaha.

Mengintip Seluk Beluk Ekspor Ikan Hias

Penulis : Riana
×
×