logo





Menteri Pertanian Curhat Masalah Bahan Pangan

Apakah isi curahan hati Menteri Pertanian Amran Sulaiman?

5 Januari 2017 14:51 WIB

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat melakukan Gerakan Tanam Padi sekaligus meninjau pengembangan bawang merah di Desa Purut, Kecamatan Bungur, Kabupaten Tapin, Kamis (15/12).
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat melakukan Gerakan Tanam Padi sekaligus meninjau pengembangan bawang merah di Desa Purut, Kecamatan Bungur, Kabupaten Tapin, Kamis (15/12). Humas Kementan


JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman mengemukakan curahan hatinya saat Rapat Kerja Nasional Pembangunan Pertanian di Bidakara, Pancoran, Jakarta, Kamis (5/1/2016).

Desa Di Boyolali Telah Terapkan Integrasi Bidang Peternakan dan Pertanian

Amran mengaku tekanan darahnya sempat naik gara-gara masalah bahan pangan. Masalah tersebut mulai dari polemik impor hingga lonjakan harga bahan pangan.

"Dulu tekanan darah kami 170 karena harga naik. Tapi sekarang tekanan kami sudah turun. Kami cek sudah 120. Masuk rumah sakit hampir 20 kali selama dua tahun. Jadi jangan coba jadi menteri kalau tidak siap lahir batin," ujar Amran.


Kolonel Inf Maruli Simanjuntak Berdayakan Pertanian di Solo Raya

Amran mengaku sampai harus 3 kali izin libur untuk berobat untuk masalah kesehatannya tersebut. Dirinya mengatakan masih banyak kalangan yang meragukan kinerjanya meskipun terhitung sudah 2 tahun lebih dirinya menjabat sebagai Menteri Pertanian.

Amran mengatakan impor beras medium sudah tidak dilakukan lagi di tahun 2016. Sehingga kalaupun ada beras yang masuk, itu merupakan sisa kontrak impor tahun 2015. Sebagai contoh, Amran membandingkan kondisi saat ini dengan tahun 1998.

"Dulu banyak yang ragu kita nggak mungkin nggak impor. Karena ada El Nino terbesar sepanjang sejarah. Kalau bandingkan dengan tahun 1998 penduduknya 200 juta, impor berasnya 12 juta ton. Sekarang penduduknya 250 juta, impornya tidak ada. Memang ada sebagian yang masuk (beras impor) dari 2015," ungkap Amran.

 

Presiden Minta Petani Fokus Garap Tanaman Pangan Unggulan


Penulis : Sukma Fadhil Pratama
Tag:

Komentar