logo

HARGA KOMODITAS 26 April 2017
  • Ketela Pohon
    Ketela Pohon
    5.319
    69
  • Kacang Tanah
    Kacang Tanah
    25.172
    902
  • Mie Instan
    Mie Instan
    2.380
    16
  • Beras
    Beras
    10.585
    123
  • Gula Pasir
    Gula Pasir
    13.606
    205
  • Minyak Goreng
    Minyak Goreng
    11.465
    574
  • Tepung Terigu
    Tepung Terigu
    8.813
    43
  • Kacang Kedelai
    Kacang Kedelai
    10.938
    438
  • Daging Sapi
    Daging Sapi
    114.746
    557
  • Daging Ayam
    Daging Ayam
    30.166
    784
  • Telur Ayam
    Telur Ayam
    21.735
    295
  • Cabai
    Cabai
    30.149
    5.368
  • Bawang
    Bawang
    32.964
    5.204
  • Susu
    Susu
    10.379
    45
  • Jagung
    Jagung
    7.079
    74
  • Ikan
    Ikan
    74.157
    136
  • Garam
    Garam
    5.904
    106




Menteri Pertanian Curhat Masalah Bahan Pangan

Apakah isi curahan hati Menteri Pertanian Amran Sulaiman?

5 Januari 2017 14:51 WIB

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat melakukan Gerakan Tanam Padi sekaligus meninjau pengembangan bawang merah di Desa Purut, Kecamatan Bungur, Kabupaten Tapin, Kamis (15/12).
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat melakukan Gerakan Tanam Padi sekaligus meninjau pengembangan bawang merah di Desa Purut, Kecamatan Bungur, Kabupaten Tapin, Kamis (15/12). Humas Kementan

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman mengemukakan curahan hatinya saat Rapat Kerja Nasional Pembangunan Pertanian di Bidakara, Pancoran, Jakarta, Kamis (5/1/2016).

Pemerintah Harus Cepat Akali Kenaikan Harga Pangan

Amran mengaku tekanan darahnya sempat naik gara-gara masalah bahan pangan. Masalah tersebut mulai dari polemik impor hingga lonjakan harga bahan pangan.

"Dulu tekanan darah kami 170 karena harga naik. Tapi sekarang tekanan kami sudah turun. Kami cek sudah 120. Masuk rumah sakit hampir 20 kali selama dua tahun. Jadi jangan coba jadi menteri kalau tidak siap lahir batin," ujar Amran.


Mendag: Stok Pangan Aman!

Amran mengaku sampai harus 3 kali izin libur untuk berobat untuk masalah kesehatannya tersebut. Dirinya mengatakan masih banyak kalangan yang meragukan kinerjanya meskipun terhitung sudah 2 tahun lebih dirinya menjabat sebagai Menteri Pertanian.

Amran mengatakan impor beras medium sudah tidak dilakukan lagi di tahun 2016. Sehingga kalaupun ada beras yang masuk, itu merupakan sisa kontrak impor tahun 2015. Sebagai contoh, Amran membandingkan kondisi saat ini dengan tahun 1998.

"Dulu banyak yang ragu kita nggak mungkin nggak impor. Karena ada El Nino terbesar sepanjang sejarah. Kalau bandingkan dengan tahun 1998 penduduknya 200 juta, impor berasnya 12 juta ton. Sekarang penduduknya 250 juta, impornya tidak ada. Memang ada sebagian yang masuk (beras impor) dari 2015," ungkap Amran.

 

Sukseskan Swasebada Pangan, Kementan Gencar Lakukan Perubahan Regulasi

Penulis : Sukma Fadhil Pratama
×
×