logo

HARGA KOMODITAS 26 Mei 2017
  • Ketela Pohon
    Ketela Pohon
    5.409
    21
  • Kacang Tanah
    Kacang Tanah
    25.398
    1.128
  • Mie Instan
    Mie Instan
    2.408
    44
  • Beras
    Beras
    10.595
    113
  • Gula Pasir
    Gula Pasir
    13.492
    319
  • Minyak Goreng
    Minyak Goreng
    11.499
    540
  • Tepung Terigu
    Tepung Terigu
    8.724
    132
  • Kacang Kedelai
    Kacang Kedelai
    10.421
    79
  • Daging Sapi
    Daging Sapi
    114.687
    616
  • Daging Ayam
    Daging Ayam
    31.642
    2.260
  • Telur Ayam
    Telur Ayam
    22.978
    948
  • Cabai
    Cabai
    32.213
    3.304
  • Bawang
    Bawang
    29.970
    8.198
  • Susu
    Susu
    10.417
    7
  • Jagung
    Jagung
    7.094
    89
  • Ikan
    Ikan
    74.538
    517
  • Garam
    Garam
    6.025
    227




Presiden Minta Petani Fokus Garap Tanaman Pangan Unggulan

Kedepannya akan terbentuk sebuah clustering untuk efisiensi pertanian nasional

5 Januari 2017 14:32 WIB

Presiden RI Joko Widodo.
Presiden RI Joko Widodo. Twitter @Jokowi

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Presiden Joko Widodo dalam acara Rakernas Pembangunan Pertanian 2017 meminta petani untuk fokus menggarap komoditas pertanian unggulan di daerahnya.

Jokowi Targetkan Pemerataan di 2017, Praktisi Agrobisnis: Bagusnya Pakai Kata Perintah

Jokowi mencontohkan tanaman jagung di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, serta bawang merah di Kabupaten Solok, Sumatera Barat.

Terfokusnya penanaman komoditas pertanian tersebut nantinya dapat dianalisa lebih lanjut mengenai target serta kendala. Sehingga dapat tercipta sebuah cluster komoditas pertanian unggulan di suatu daerah.


Guru Besar Unsoed Menilai Banyak Kesaksian Tak Bernilai dalam Sidang Ahok

"Clustering, jangan kita menanam campur-campur sehingga nggak fokus. Misal di Kabupaten Dompu konsentrasi jagung. Jangan beri tugas yang lain biar konsentrasi ke jagung, beri target yang jelas. Kalau targetnya tidak tercapai lihat secara detail problemnya apa," ujar Jokowi di Menara Bidakara, Kamis (5/1/2017).

"Sehingga kedepan kita bisa harus korporasikan petani, petani ini kalau sudah clustering-nya dapat kemudian tahapan selanjutnya dikorporasikan, artinya skala ekonomi itu harus ada. Tanpa itu kalau skalanya kecil, dalam skala ekonomi tidak ada efisiensi," ujar Jokowi.

"Mengkorporasikan petani, mengkorporasikan Bumdes (Badan Usaha Milik Desa). Dalam sebuah skala yang besar baru setelah itu ada efisiensi," lanjutnya.

Jokowi mengatakan bahwa pentingnya mengkorporasikan petani untuk skala ekonomi yang besar. Hal tersebut dikatakan dapat meningkatkan efisiensi.

Tanpa itu jangan berharap pertanian kita akan lompat produksinya. Bila dilakukan dengan cara apapun tanpa mengkorporasikan petani, jangan harap. Apapun harus dalam skala ekonomi yang besar. Harus dalam sebuah skala sehingga setiap biaya efisiensinya menjadi meningkat," tutur Jokowi.

Kerjasama Militer Dihentikan, Jokowi Pastikan Hubungan RI-Australia Tetap Baik

Penulis : Sukma Fadhil Pratama
×
×