logo

HARGA KOMODITAS 28 April 2017
  • Ketela Pohon
    Ketela Pohon
    5.305
    83
  • Kacang Tanah
    Kacang Tanah
    25.226
    956
  • Mie Instan
    Mie Instan
    2.381
    17
  • Beras
    Beras
    10.579
    129
  • Gula Pasir
    Gula Pasir
    13.620
    191
  • Minyak Goreng
    Minyak Goreng
    11.469
    570
  • Tepung Terigu
    Tepung Terigu
    8.800
    56
  • Kacang Kedelai
    Kacang Kedelai
    10.842
    342
  • Daging Sapi
    Daging Sapi
    115.104
    199
  • Daging Ayam
    Daging Ayam
    30.052
    670
  • Telur Ayam
    Telur Ayam
    21.804
    226
  • Cabai
    Cabai
    30.598
    4.919
  • Bawang
    Bawang
    32.862
    5.306
  • Susu
    Susu
    10.394
    30
  • Jagung
    Jagung
    7.062
    57
  • Ikan
    Ikan
    74.359
    338
  • Garam
    Garam
    5.916
    118




Mengulik Rencana Kegiatan Dirjen PKH Kementan Tahun 2017

Dikatakan Diarmita, terdapat 3 cluster dalam pelaksanaan Upsus Siwab 2017 yaitu intensfif, semi intensif dan ekstensif.

5 Januari 2017 09:37 WIB

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan(PKH) Kementerian Pertanian, I Ketut Diarmita.
Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan(PKH) Kementerian Pertanian, I Ketut Diarmita. nusantaranews.co

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan), Drh. I Ketut Diarmita, menyampaikan bahwa salah satu kegiatan penting pembangunan PKH tahun 2017 adalah Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) yang berorientasi pada pencapaian swasembada protein hewani .

Dirjen PKH juga menjelaskan realisasi serapan anggaran tahun 2016 sebesar 89,95%, dengan rincian per kegiatan utama yakni, 1) Peningkatan produksi ternak 89,89%; 2) Pengendalian Penanggulangan Penyakit Hewan Menular Strategis dan Penyakit Zoonosis 89,90%; 3) Peningkatan kualitas dan kuantitas benih dan bibit 88,10%; 4) Penjaminan produk hewan yang ASUH dan berdaya saing 91%; 5) Pengembangan pengolahan dan pemasaran hasil ternak 93,27%; dan 6) Dukungan manajemen 89,31%.

Tingkatkan Populasi Sapi, Kementan Luncurkan Program Upsus SIWAB

“Kinerja produksi daging tahun 2015 vs 2014 menunjukkan adanya peningkatan produksi di beberapa provinsi diantaranya Provinsi Bali, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur. Dan, untuk Provinsi yang mengalami penurunan produksi daging seperti Provinsi Banten, Jawa Barat, Kepulauan Bangka Belitung, D.I. Yogyakarta dan Sulawesi Selatan agar meningkatkan produksinya pada tahun ini,” tutur Diarmita dalam keterangan tertulisnya kepada Jitunews.com, Kamis (5/1).

Diarmita juga menyampaikan catatan penting kegiatan Ditjen PKH Tahun 2017, diantaranya 1) Melanjutkan pembangunan PKH sesuai Renstra 2015-1019 yang difokuskan pada UPSUS SIWAB dengan target 4 juta akseptor; 2) Mensinergikan kegiatan setiap fungsi PKH untuk menghasilkan target outcome 3 juta kebuntingan; 3) Memprioritaskan komoditas sapi dan kerbau, komoditas lain difasilitasi dengan porsi terbatas; 4) Melakukan upaya terobosan untuk meningkatkan sumber daya di luar APBN; 5) Menjabarkan strategi pengembangan kawasan untuk meningkatkan nilai ekonomi usaha agribisnis peternakan; 6) Kegiatan pokok lain seperti perbaikan mutu bibit lokal, pembebasan penyakit tertentu, penanaman hijauan pakan ternak di kawasan integrasi ternak-tanaman tetap dilanjutkan, disinergikan dengan Upsus Siwab.


Sukseskan Upsus SIWAB, Jatim Targetkan 2 Juta Ekor Kelahiran Anak Sapi

Dikatakan Diarmita, terdapat 3 cluster dalam pelaksanaan Upsus Siwab 2017 yaitu intensfif, semi intensif dan ekstensif.

Lebih lanjut Dirjen PKH menyampaikan bahwa selain terus meningkatkan populasi sapi di tingkat peternak, kinerja UPT pembibitan juga harus terus ditingkatkan untuk dapat menghasilkan lebih banyak bibit-bibit sapi unggul. Seperti halnya Meksiko yang saat ini telah berkembang menjadi negara pengekspor sapi, dari sebelumnya importir; melalui penguatan UPT pembibitan di negaranya.

“Ke depan bagaimana peternak kita bisa mendapatkan bibit yang bersertifikat dengan harga yang terjangkau, itu yang kita harapkan,” ungkap Diarmita.

Lebih jauh, untuk pengembangan sapi perah, Diarmita menekankan perlunya perusahaan integrator ikut membina kelompok-kelompok peternak di desa-desa binaan, melakukan transfer teknologi dan mengembangkan kerjasama kemitraan yang berorientasi pada peningkatan populasi dan produksi sapi perah.

Tingkatkan Populasi Sapi, Kementan Genjot Program UPSUS SIWAB

Penulis : Riana
×
×