logo


Mengulik Rencana Kegiatan Dirjen PKH Kementan Tahun 2017

Dikatakan Diarmita, terdapat 3 cluster dalam pelaksanaan Upsus Siwab 2017 yaitu intensfif, semi intensif dan ekstensif.

5 Januari 2017 09:37 WIB

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan(PKH) Kementerian Pertanian, I Ketut Diarmita.
Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan(PKH) Kementerian Pertanian, I Ketut Diarmita. nusantaranews.co

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan), Drh. I Ketut Diarmita, menyampaikan bahwa salah satu kegiatan penting pembangunan PKH tahun 2017 adalah Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) yang berorientasi pada pencapaian swasembada protein hewani .

Dirjen PKH juga menjelaskan realisasi serapan anggaran tahun 2016 sebesar 89,95%, dengan rincian per kegiatan utama yakni, 1) Peningkatan produksi ternak 89,89%; 2) Pengendalian Penanggulangan Penyakit Hewan Menular Strategis dan Penyakit Zoonosis 89,90%; 3) Peningkatan kualitas dan kuantitas benih dan bibit 88,10%; 4) Penjaminan produk hewan yang ASUH dan berdaya saing 91%; 5) Pengembangan pengolahan dan pemasaran hasil ternak 93,27%; dan 6) Dukungan manajemen 89,31%.

Tingkatkan Populasi Sapi, Kementan Luncurkan Program Upsus SIWAB

“Kinerja produksi daging tahun 2015 vs 2014 menunjukkan adanya peningkatan produksi di beberapa provinsi diantaranya Provinsi Bali, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur. Dan, untuk Provinsi yang mengalami penurunan produksi daging seperti Provinsi Banten, Jawa Barat, Kepulauan Bangka Belitung, D.I. Yogyakarta dan Sulawesi Selatan agar meningkatkan produksinya pada tahun ini,” tutur Diarmita dalam keterangan tertulisnya kepada Jitunews.com, Kamis (5/1).

Diarmita juga menyampaikan catatan penting kegiatan Ditjen PKH Tahun 2017, diantaranya 1) Melanjutkan pembangunan PKH sesuai Renstra 2015-1019 yang difokuskan pada UPSUS SIWAB dengan target 4 juta akseptor; 2) Mensinergikan kegiatan setiap fungsi PKH untuk menghasilkan target outcome 3 juta kebuntingan; 3) Memprioritaskan komoditas sapi dan kerbau, komoditas lain difasilitasi dengan porsi terbatas; 4) Melakukan upaya terobosan untuk meningkatkan sumber daya di luar APBN; 5) Menjabarkan strategi pengembangan kawasan untuk meningkatkan nilai ekonomi usaha agribisnis peternakan; 6) Kegiatan pokok lain seperti perbaikan mutu bibit lokal, pembebasan penyakit tertentu, penanaman hijauan pakan ternak di kawasan integrasi ternak-tanaman tetap dilanjutkan, disinergikan dengan Upsus Siwab.


Sukseskan Upsus SIWAB, Jatim Targetkan 2 Juta Ekor Kelahiran Anak Sapi

Dikatakan Diarmita, terdapat 3 cluster dalam pelaksanaan Upsus Siwab 2017 yaitu intensfif, semi intensif dan ekstensif.

Lebih lanjut Dirjen PKH menyampaikan bahwa selain terus meningkatkan populasi sapi di tingkat peternak, kinerja UPT pembibitan juga harus terus ditingkatkan untuk dapat menghasilkan lebih banyak bibit-bibit sapi unggul. Seperti halnya Meksiko yang saat ini telah berkembang menjadi negara pengekspor sapi, dari sebelumnya importir; melalui penguatan UPT pembibitan di negaranya.

“Ke depan bagaimana peternak kita bisa mendapatkan bibit yang bersertifikat dengan harga yang terjangkau, itu yang kita harapkan,” ungkap Diarmita.

Lebih jauh, untuk pengembangan sapi perah, Diarmita menekankan perlunya perusahaan integrator ikut membina kelompok-kelompok peternak di desa-desa binaan, melakukan transfer teknologi dan mengembangkan kerjasama kemitraan yang berorientasi pada peningkatan populasi dan produksi sapi perah.

Tingkatkan Populasi Sapi, Kementan Genjot Program UPSUS SIWAB

Penulis : Riana