logo

HARGA KOMODITAS 24 Maret 2017
  • Ketela Pohon
    Ketela Pohon
    5.334
    54
  • Kacang Tanah
    Kacang Tanah
    24.236
    34
  • Mie Instan
    Mie Instan
    2.380
    16
  • Beras
    Beras
    10.584
    124
  • Gula Pasir
    Gula Pasir
    13.815
    4
  • Minyak Goreng
    Minyak Goreng
    11.779
    260
  • Tepung Terigu
    Tepung Terigu
    8.785
    71
  • Kacang Kedelai
    Kacang Kedelai
    11.010
    510
  • Daging Sapi
    Daging Sapi
    114.604
    699
  • Daging Ayam
    Daging Ayam
    29.316
    66
  • Telur Ayam
    Telur Ayam
    21.776
    254
  • Cabai
    Cabai
    30.917
    4.6
  • Bawang
    Bawang
    36.669
    1.499
  • Susu
    Susu
    10.423
    1
  • Jagung
    Jagung
    7.077
    72
  • Ikan
    Ikan
    74.233
    212
  • Garam
    Garam
    5.889
    91




Nelayan di Jawa Tengah Pertanyakan Larangan Penggunaan Cantrang

Susi Pudjiastuti kepada media menyatakan akan memperpanjang penyesuaian penggunaan cantrang hingga enam bulan ke depan dari batas semula 31 Desember 2016.

5 Januari 2017 02:37 WIB

Ilustrasi, penggunaan cantrang atau pukat tarik.
Ilustrasi, penggunaan cantrang atau pukat tarik. Istimewa


SEMARANG, JITUNEWS.COM – Kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti terkait perpanjangan penggunaan alat tangkap cantrang bagi nelayan menjadi perhatian ratusan nelayan dari Rembang, Tegal, dan Pati. Mereka meminta penjelasan dari Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, saat digelar audiensi di ruang rapat Kantor Gubernur di Semarang, Selasa (3/1).

KKP Anjurkan Alternatif Pengganti Cantrang

Seperti diketahui, Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti kepada media menyatakan akan memperpanjang penyesuaian penggunaan cantrang hingga enam bulan ke depan dari batas semula 31 Desember 2016.

Perwakilan nelayan dari Rembang, Supadi mengatakan pernyataan Menteri Susi di media tersebut hendaknya diikuti surat edaran kementerian, agar nelayan bisa bekerja dengan tenang.


Larangan Cantrang Dianggap Menyusahkan, DPRD Jateng Gugat ke PTUN

“Supaya kami tidak terjebak. Karena, hari ini masyarakat percaya bahwa itu sudah diizinkan. Padahal, belum ada surat edaran. Kami takut ketika berlayar dianggap ilegal lalu ditangkap," kata Supadi di tengah forum.

Lanjutkan Membaca...

Penulis : Miftahul Abrori, Vicky Anggriawan
Tag:

Komentar