logo


Tarif STNK dan BPKB Naik, Politisi Golkar: Jargon 'Jokowi Pemerintahan Wong Cilik' Belum Terbukti

Doli menilai, dengan adanya kenaikan tarif pengurusan STNK dan BPKB ini akan menambah beban bagi rakyat, khususnya kelas menengah ke bawah yang tinggal di pinggiran kota

4 Januari 2017 15:15 WIB

Ahmad Doli Kurnia.
Ahmad Doli Kurnia. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Politisi Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, mengungkapkan, selama Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi), jargon 'Jokowi pemimpin rakyat' dan 'pemerintahan wong cilik' belum dapat dibuktikan secara nyata.

Presiden Jokowi Minta Pelayanan STNK Dipermudah

"Bila kita cermati apa yang dilakukan pemerintahan Jokowi hingga saat ini, sulit rasanya kita menyimpulkan adanya keselarasan ucapan, janji, dan komitmen Jokowi saat kampanye dengan kebijakan-kebijakan yang diambilnya," ujar Doli di Jakarta, Rabu (4/1).

Terlebih kini ada rencana kenaikan biaya pengurusan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB), Doli pun menilai, hal itu merupakan salah satu bentuk kebijakan Jokowi yang tidak pro dengan wong cilik, dimana sebelumnya pemerintah juga gagal mengendalikan harga-harga bahan pokok kebutuhan rakyat, gagal memenuhi janjinya untuk menurunkan harga daging dan kenaikan tarif listrik.


Dhani: PDIP Partai Wong Cilik, Akankah Jadi Partai Pengembang?

Doli menilai, dengan adanya kenaikan tarif pengurusan STNK dan BPKB ini akan menambah beban bagi rakyat, khususnya kelas menengah ke bawah yang tinggal di pinggiran kota, dimana kehidupan mereka ditopang dengan mengoperasikan kendaraan bermotor, terutama kendaraan roda dua. 

"Jangan sampai kegagalan pemerintah mengelola pemerintahannya, kemudian semua beban dilimpahkan kepada masyarakat," tuturnya.

Oleh karena itu, Doli berharap, DPR sebagai wakil rakyat dapat meminta penjelasan kepada pemerintah terkait wacana kenaikan biaya pengurusan STNK dan BPKB.

"Bila benar memang kenaikan itu hanya untuk menutupi kegagalan fiskal pemerintah dan kembali menjadi beban bagi rakyat, maka rencana kenaikan itu harus dibatalkan," tutupnya.

Ahmad Doli Kurnia: Arogansi Ahok Tiap Hari Kian Melunjak

Penulis : Khairul Anwar, Riana