logo





Awal 2017 Biaya STNK Melonjak Naik, Inilah Sebabnya

Biaya mengurus STNK dan BPKB di Indonesia termasuk paling rendah di dunia

4 Januari 2017 11:48 WIB

Ilustrasi Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).
Ilustrasi Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). dok. Jitunews


JAKARTA, JITUNEWS.COM - Biaya pengurusan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) naik maksimal tiga kali lipat mulai 6 Januari 2017. Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengatakan bahwa kenaikan harga tersebut untuk memberikan sistem pelayanan yang lebih baik.

Wajarkah Tarif Pembuatan STNK dan BPKB Naik? Ini Komentar Sri Mulyani

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengatakan bahwa kenaikan tersebut sekedar dari Polri, namun ada beberapa pertimbangan dari lembaga negara lainnya.

"Kenaikan itu, pertama, temuan BPK karena dianggap harga material sudah naik, materal itu untuk STNK, BPKB, jaman 5 tahun lalu segitu, sekarang sudah naik," jelas Tito, di Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan (4/1/2017).


Menpora Beri Rekomendasi Hary Tanoe Soal Pembangunan Sirkuit di Sukabumi, Dengan Syarat...

Selain harga material yang naik, pertimbangan kenaikan biaya pengurusan STNK dan BPKB adalah penemuan dari Badan Anggaran (Banggar) DPR yang mengatakan bahwa biaya mengurus STNK dan BPKB di Indonesia termasuk yang terendah di dunia.

"Kedua dari Banggar DPR, hasil temuan mereka, dengan harga itu itu termasuk terendah di dunia. Sehingga perlu dinaikkan karena daya beli masyarakat juga meningkat," lanjut tito.

Kenaikan pada penerbitan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) untuk kendaraan road 2 atau 3 adalah dari Rp 30.000 menjadi Rp 60.000 sementara kendaraan roda 4 atau lebih dari Rp 50.000 menjadi Rp 100.000. 

Sedangkan biaya BPKB untuk kendaraan bermotor roda dua baru dan ganti kepemilikan sebelumnya Rp 80.000 menjadi Rp 225.000, sementara kendaraan bermotor roda 4 atau lebih naik tiga kali lipat lebih dari sebelumnya Rp 100.000 menjadi Rp 375.000. 

Sebagaimana diketahui, pelayanan sistem yang meliputi SIM, STNK dan BPKB telah menerapkan sistem online.

Ternyata Ada Perbedaan Antara Hasil Perhitungan Manual dan Real Count Pilgub DKI


Penulis : Sukma Fadhil Pratama
Tag:

Komentar