logo


Wajarkah Tarif Pembuatan STNK dan BPKB Naik? Ini Komentar Sri Mulyani

Penetapan kenaikan tarif itu merupakan salah satu penyesuaian terhadap kenaikan inflasi

4 Januari 2017 05:00 WIB

Menkeu Sri Mulyani menjawab pertanyaan usai Rapat Terbatas yang membahas Jenis Belanja APBN di Kantor Presiden, Jumat (30/9) sore.
Menkeu Sri Mulyani menjawab pertanyaan usai Rapat Terbatas yang membahas Jenis Belanja APBN di Kantor Presiden, Jumat (30/9) sore. Biro Pers Setpres/Rahmat

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Mulai 6 Januari 2017, tarif pembuatan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) hingga Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) akan mengalami kenaikan. Apa kata Menteri Keuangan, Sri Mulyani, wajarkah?

Memilukan, Delapan Orang Terkaya Indonesia Tak Punya NPWP

Ternyata menurut Sri, kenaikan tersebut merupakan hal yang wajar. Pasalnya, sudah lama sekali Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tidak pernah naik yakni semenjak tahun 2010.

Penetapan kenaikan tarif itu, lanjut Sri, merupakan salah satu penyesuaian terhadap kenaikan inflasi. Kendati menilai wajar, kenaikan tarif tersebut harus diimbangi dengan peningkatan dan perubahan kualitas layanan yang dihadirkan Kepolisan Negara Republik Indonesia.


Sri Mulyani: Saat Korupsi Wajar bagi Pejabat, Mar'ie Muhammad Tetap Bersih

"Jadi harus menggambarkan lebih efisien, baik, terbuka dan kredibel, sehingga masyarakat bisa lebih percaya terhadap jasa yang diberikan oleh pemerintah dengan baik," ujar Sri, Selasa (3/1), di Jakarta.

Untuk diketahui, keputusan naiknya tarif pembuatan STNK dan BPKB itu sesuai dengan Peraturan Pemerintah No 60 tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif atau Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang Berlaku pada Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Sebelumnya, biaya penerbitan BPKB baik baru maupun ganti pemilik untuk kendaraan roda dua hanya dikenakan tarif Rp 80.000. Namun dengan peraturan baru itu maka tarifnya berubah menjadi Rp 225.000.

Hal sama juga terjadi di roda empat yang awalnya hanya Rp 100.000 akan naik menjadi Rp 375.000. Tarif baru ini berlaku sama, baik untuk yang mengajukan BPKB baru maupun yang ganti nama.

Peraturan baru itu juga mengatur tarif pengesahan STNK, tarif Nomor Register Kendaraan Bermotor (NRKB) pilihan atau yang dikenal dengan nomor cantik.

NRKB pilihan satu angka tanpa huruf Rp 20 juta. Pakai huruf Rp 15 juta. NRKB pilihan dua angka, tanpa huruf Rp 15 juta, pakai huruf Rp 10 juta.

Kemudian NRKB pilihan tiga angka tidak ada huruf Rp 10 juta, ada huruf Rp 7,5 juta, NRKB pilihan empat angka, tidak ada huruf Rp 7,5 juta, pakai huruf Rp 5 juta.

 

 

 

Pengamat: Amnesty Pajak Makin Mantap Pasca Putusan MK

Penulis : Christophorus Aji Saputro