logo

HARGA KOMODITAS 26 April 2017
  • Ketela Pohon
    Ketela Pohon
    5.319
    69
  • Kacang Tanah
    Kacang Tanah
    25.172
    902
  • Mie Instan
    Mie Instan
    2.380
    16
  • Beras
    Beras
    10.585
    123
  • Gula Pasir
    Gula Pasir
    13.606
    205
  • Minyak Goreng
    Minyak Goreng
    11.465
    574
  • Tepung Terigu
    Tepung Terigu
    8.813
    43
  • Kacang Kedelai
    Kacang Kedelai
    10.938
    438
  • Daging Sapi
    Daging Sapi
    114.746
    557
  • Daging Ayam
    Daging Ayam
    30.166
    784
  • Telur Ayam
    Telur Ayam
    21.735
    295
  • Cabai
    Cabai
    30.149
    5.368
  • Bawang
    Bawang
    32.964
    5.204
  • Susu
    Susu
    10.379
    45
  • Jagung
    Jagung
    7.079
    74
  • Ikan
    Ikan
    74.157
    136
  • Garam
    Garam
    5.904
    106




Ciptakan Mi Buah Naga, Mahasiswa Ini Terpilih Jadi ‘Pahlawan Pangan Lokal’

MITI memilih Aziz sebagai salah satu dari lima Pahlawan Pangan Lokal dalam Lomba Desain Inovasi Pangan Lokal 2016 yang diikuti oleh 70 peserta dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia.

3 Januari 2017 12:55 WIB

Ilustrasi mi buah naga
Ilustrasi mi buah naga global.cpcdn.com

JEMBER, JITUNEWS.COM – Inovasi mi yang terbuat buah naga sukses dikembangkan oleh seorang mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Jember (Unej), Jawa Timur.

Mengulik Kunci Sukses Budidaya Buah Naga Ala Indian Hill Farm

Adalah Abdul Aziz sang inovator jenius tersebut. Yang membanggakan, Masyarakat Ilmuwan dan Teknologi Indonesia (MITI) pun turut mengapresiasi inovasi produk kreasi Aziz yang dinamakan Sunrise Of Java (SOJ) itu. MITI pun lantas memilih Aziz sebagai salah satu dari lima Pahlawan Pangan Lokal dalam Lomba Desain Inovasi Pangan Lokal 2016 yang diikuti oleh 70 peserta dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia.


Budidaya Buah Naga : Modal Rp 300 Ribu, Omzet Puluhan Juta!

Merunut sejarahnya, mahasiswa asal Banyuwangi ini mendapatkan ide pengolahan buah naga sebagai bahan pangan karena melihat data Dinas Pertanian Banyuwangi. Setiap panen raya buah naga, kurang lebih ada empat ton buah naga yang didistribusikan ke berbagai daerah setiap harinya. Namun ia menyayangkan hasil panen masih dikirim dalam bentuk buah utuh dengan harga kisaran Rp 4-5 ribu per kilogramnya. Menurutnya, harga tersebut masih terlalu murah jika dibandingkan dengan biaya produksi yang harus dikeluarkan petani.

“Jika saja buah naga diolah, maka akan memberikan nilai tambah sekaligus memanfaatkan buah yang tidak terjual,” ungkap Aziz seperti dikutip dari laman unej.ac.id.

Dalam proses produksi mi buah naga, mahasiswa jurusan Pendidikan Fisika FKIP Unej itu mencampur 100 gram mocaf dengan 100 gram jus buah naga, bahkan mi buah naga buatan Aziz mendapat sambutan positif dari keluarga dan kalangan terdekat karena rasanya yang enak. Aziz pun mengklaim mi buatannya memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.

"Selain enak, tentu saja mie buah naga ini menyehatkan karena kandungan buah naga dan singkong dalam mi buah naga dapat melenturkan pembuluh darah, mencegah penyakit diabetes, penyakit jantung dan menurunkan kolestrol. Mi ini juga tanpa bahan pengawet," ujarnya.

Ke depannya, Azis berencana akan memproduksi mi SOJ dalam skala industri rumah tangga karena ia memiliki mimpi untuk membuat usaha produksi mie buah naga yang produknya akan dititipkan di toko-toko atau kafe-kafe di kampung halamannya.

"Saya memiliki mimpi bisa memiliki usaha produksi mie buah naga, produknya akan saya titipkan di toko-toko atau cafe-cafe yang banyak menjamur di Banyuwangi. Saat ini produksinya belum maksimal karena masih terus mencari formula resep yang pas, apalagi saya masih fokus menyelesaikan kuliah,” pungkas Aziz.

Menyulap Buah Naga Menjadi Camilan Sehat

Penulis : Riana
×
×