logo


Keren, Tiga Mahasiswa Ini Ciptakan Kopi Luwak ‘Tanpa Luwak’ Lho!

Berkat penelitiannya itu, Angga, Ali dan dan Bagas berhasil menyabet medali emas dalam "Kaohsiung International Invention and Design Expo" di Taiwan

3 Januari 2017 11:47 WIB

Tiga mahasiswa Universitas Jember yang meraih penghargaan di Taiwan
Tiga mahasiswa Universitas Jember yang meraih penghargaan di Taiwan otonomi.co.id

JEMBER, JITUNEWS.COM – Jika selama ini kopi luwak diolah dari kotoran luwak, tiga mahasiswa program studi Teknologi Hasil Pertanian (THP) Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Jember (Unej), justru membuat kopi luwak tanpa luwak lho! Mereka menyebutnya sebagai kopi luwak artifisial.

Duh, Kopi Luwak Ternyata Belum Punya Hak Paten

Adalah Tri Angga Maulana, M. Ali Firdaus dan Bagas Rizky Aldiano, sang penggagas kopi luwak artifisial tersebut.

Mewakili teman-temannya, Ali mengatakan bahwa alasan dirinya dan tim membuat kopi luwak artifisial ini lantaran menurutnya di balik cita rasanya, kopi luwak sendiri menyimpan banyak kontrovesi.


Wah, Kopi Luwak Manfaatnya Bejibun Bro.

"Penyayang hewan tidak setuju karena luwak dipaksa untuk makan kopi, ada juga yang meragukan kebersihan dan kehalalan kopi luwak. Di sisi lain, harga kopi luwak sangat menjanjikan sehingga banyak yang berbisnis kopi luwak. Berangkat dari itulah, kami sepakat membuat kopi luwak artifisial ini," ungkap Ali, dikutip dari Antara beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, anggota tim lainnya, Angga, mengatakan, kopi luwak artifisial buatannya bersama dua temannya sebenarnya bukan yang pertama, namun yang membedakan kopi luwak artifisial kreasi mereka dengan yang lain adalah kadar cita rasa dan aromanya.

"Dari tes cita rasa dan aroma yang dilakukan oleh Pusat Kopi dan Kakao Jember, kopi luwak artifisial kami mendapatkan nilai 85,25, sedangkan nilai cita rasa dan aroma kopi luwak yang asli adalah 86, jadi kopi buatan kami sudah mirip dengan kopi luwak asli," tutur Angga.

Akhirnya, setelah meneliti selama kurang lebih lima bulan, ketiganya menemukan formula bagaimana menciptakan kopi luwak artifisial.

“Alhamdulillah kami menemukan formula bagaimana cara membuat kopi luwak artifisial. Resepnya tergantung pada tiga hal, yakni suhu saat menggoreng, pemberian enzim protease yang tepat, serta pengadukan yang pas. Semuanya kami tiru dari kondisi lambung luwak saat mencerna kopi,” tutur Bagas

“Tapi mohon maaf, kami tidak bisa membuka resepnya karena akan kami patenkan dahulu,” sambung Bagas.

Saat ditanya soal harapan ke depannya, ketiga mahasiswa berprestasi ini kompak ingin melakukan penelitian mengenai kopi luwak artifisial agar hasilnya lebih sempurna.

“Selain ingin membakukan SOP pembuatan Kolutan, kami ingin menjajaki pembuatan Kolutan dalam skala rumah tangga dan mencari pemasok kopi yang tepat,” tukas Angga.

Sekedar informasi, berkat penelitiannya itu, Angga, Ali dan dan Bagas berhasil menyabet medali emas dalam "Kaohsiung International Invention and Design Expo" di Taiwan. "Kaohsiung International Invention and Design Expo" adalah kegiatan tahunan yang dimotori oleh World Invention Intellectual Property Association (WIIPA) dan kegiatan itu bertujuan untuk mengangkat hasil-hasil temuan baru ke level internasional.

Dan ternyata, tidak hanya menyabet gold medal, duta kampus Tegalboto ini meraih tiga spesial award dari Kanada, Polandia, dan Macau, atas kreasi mereka membuat kopi luwak artifisial. Dan, Rektor Universitas Jember pun berjanji mendukung pengembangan kopi luwak artifisial yang mereka ciptakan.

 

 

Inovasi Baru Membuat Kopi Luwak dari Papain

Penulis : Riana