logo


PLN Lanjutkan Pelayanan Listrik Pulau Terluar: Pulau Selaru Menyala 24 Jam

Bupati MTB Bitzael S. Temmar dalam sambutannya yang dibacakan oleh Setda MTB menyampaikan terimakasihnya kepada PLN

1 Januari 2017 17:22 WIB

Pemasangan jaringan listrik di Pulau Selaru
Pemasangan jaringan listrik di Pulau Selaru PLN


AMBON, JITUNEWS.COM – PLN kembali meningkatkan pelayanan sistem kelistrikan pulau-pulau terluar yang ada di Indonesia. Kali ini, PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara (PLN M2U) secara resmi telah menjalankan pola operasi listrik 24 jam di Pulau Selaru, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Provinsi Maluku. Hal ini ditandai dengan dilaksanakannya Peresmian Pola Listrik 24 Jam di Pulau Selaru yang diresmikan oleh Sekretaris Daerah (Setda) Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) Piterson Rangkotarat mewakili Bupati MTB dan Manajer PLN Rayon Saumlaki Joseph Suarlembit serta disaksikan oleh para pimpinan lembaga pemerintah maupun non-pemerintah di MTB pada hari Kamis (22/12) lalu.

PLN Buka Posko Siaga Listrik Saat Tahun Baru

Bupati MTB Bitzael S. Temmar dalam sambutannya yang dibacakan oleh Setda MTB menyampaikan terimakasihnya kepada PLN atas segala kerja keras yang telah dilakukan sehingga masyarakat Selaru sudah bisa menikmati manfaat listrik 24 jam.

“Penyalaan listrik yang telah menjangkau desa-desa yang kemudian ditindaklanjuti dengan penambahan operasi hingga 24 jam merupakan salah satu upaya dan terobosan yang dilakukan oleh PLN untuk memenuhi kebutuhan energi listrik bagi warga," ujarnya.


Menanti Seperempat Abad, 9 Desa Akhirnya Nikmati Listrik dari PLN

Piterson juga mengatakan bahwa hal ini akan sangat membantu memajukan perekonomian warga masyarakat Pulau Selaru.

General Manager PLN M2U Indradi Setiawan mengungkapkan bahwa hingga tahun 2016, 98 % dari Pulau Terluar yang ada di Provinsi Maluku dan Provinsi Maluku Utara sudah terlistriki. Beberapa di antaranya sudah beroperasi 24 jam contohnya seperti di Pulau Moa dan Pulau Selaru, sedangkan sisanya secara bertahap juga akan beroperasi selama 24 jam.

“Tentu hal ini juga tidak dapat terealisasi tanpa adanya peran dari pemerintah daerah dan masyarakat setempat. Kami juga butuh dukungan dan bantuan dari masyarakat dan pemerintah untuk bersama-sama menjaga keandalan dari aset kelistrikan kita. Kami juga menghimbau kepada pemerintah dan masyarakat setempat untuk bersama-sama memperhatikan jaringan listrik yang ada agar terbebas dari faktor-faktor yang dapat menyebabkan gangguan seperti pohon, hewan, dan lain-lain”, tambah Indradi.

Pulau Selaru merupakan salah satu pulau terluar di Indonesia dan berbatasan dengan negara Australia, dimana sistem kelistrikannya dikelola oleh PLN Unit Pelayanan Adaut, Rayon Saumlaki, Area Tual. Sebelumnya, pola operasi sistem kelistrikan di Pulau Selaru hanya beroperasi selama 12 jam dengan panjang jaringan 35,8 kms untuk melistriki 1.787 pelanggan.

Untuk mencapai pola operasi 24 jam di Pulau Selaru, banyak hal yang telah dilakukan oleh PLN baik peningkatan dan perbaikan di sisi mesin, rehabilitasi jaringan listrik hingga berkoordinasi dengan pemerintah dan masyarakat setempat.

Awalnya sistem kelistrikan di Pulau Selaru sendiri hanya ditopang dengan 2 unit mesin pada Unit Pelayanan Adaut dengan total kapasitas 300 kW, sedangkan Beban Puncak di Selaru mencapai 169 kW. Kondisi jaringan dengan medan yang cukup berat hingga menembus hutan juga mempersulit supply listrik disana. Namun saat ini, penambahan mesin telah dilakukan sehingga Daya Mampu disana mencapai 750 kW dan terdapat surplus/cadangan daya sebesar 601 kW.

Dengan peningkatan keandalan sistem operasi kelistrikan tersebut, diharapkan dapat meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat dan mendorong kegiatan ekonomi masyarakat di Pulau Selaru.

Dirut PLN: Pembangkit Listrik Apung Cocok untuk Negara Kepulauan Seperti Indonesia


Penulis : Citra Fitri Mardiana, Vicky Anggriawan
Tag:

Komentar

    ×
    ×