logo

HARGA KOMODITAS 28 April 2017
  • Ketela Pohon
    Ketela Pohon
    5.305
    83
  • Kacang Tanah
    Kacang Tanah
    25.226
    956
  • Mie Instan
    Mie Instan
    2.381
    17
  • Beras
    Beras
    10.579
    129
  • Gula Pasir
    Gula Pasir
    13.620
    191
  • Minyak Goreng
    Minyak Goreng
    11.469
    570
  • Tepung Terigu
    Tepung Terigu
    8.800
    56
  • Kacang Kedelai
    Kacang Kedelai
    10.842
    342
  • Daging Sapi
    Daging Sapi
    115.104
    199
  • Daging Ayam
    Daging Ayam
    30.052
    670
  • Telur Ayam
    Telur Ayam
    21.804
    226
  • Cabai
    Cabai
    30.598
    4.919
  • Bawang
    Bawang
    32.862
    5.306
  • Susu
    Susu
    10.394
    30
  • Jagung
    Jagung
    7.062
    57
  • Ikan
    Ikan
    74.359
    338
  • Garam
    Garam
    5.916
    118




Konsumsi Listrik Saat Tahun Baru Diproyeksikan Turun Hingga 24%

Beban puncak saat Natal tahun ini diperkirakan turun sebesar 18%, bahkan beban puncak saat pergantian tahun turun lebih besar lagi yakni sebesar 24%, dibandingkan dengan beban puncak di bulan Oktober 2016 yang berada pada besaran 25.051 MW (Megawatt).

31 Desember 2016 12:15 WIB

Ilustrasi petugas PLN memperbaiki jaringan listrik.
Ilustrasi petugas PLN memperbaiki jaringan listrik. dok. Jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sesaat setelah mengunjungi Gardu Induk PLN P2B, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, mengatakan, penurunan beban puncak menjadi hal lumrah terjadi saat hari besar nasional.

Tahun Ini, PLN Targetkan Konsumsi Listrik Industri Naik 8%

"Pada saat Hari Raya Idul Fitri, Idul Adha, Natal, dan Tahun Baru, serta hari besar lainnya penggunaan listrik memang berkurang khususnya pada perkantoran atau industri. Hal ini mempengaruhi tinggi dan rendahnya beban puncak kelistrikan," tutur Jonan.

Senada dengan Jonan, PLN sudah memperhitungkan pemakaian listrik pada beban puncak saat peringatan Hari Raya Natal 25 Desember 2016 dan pada pergantian tahun 2016 ke 2017 diproyeksikan berkurang hingga 18 s.d 24% dibandingkan pada kondisi pemakaian listrik di hari kerja biasa.

Beban puncak saat Natal tahun ini diperkirakan turun sebesar 18%, bahkan beban puncak saat pergantian tahun turun lebih besar lagi yakni sebesar 24%, dibandingkan dengan beban puncak di bulan Oktober 2016 yang berada pada besaran 25.051 MW (Megawatt).


PLN Optimis Bisa Tingkatkan Konsumsi Listrik Lewat Cara Ini

"Kondisi ini terjadi karena pada dua hari tersebut industri yang mengkonsumsi tenaga listrik sangat besar dan perkantoran serta pusat-pusat bisnis berhenti beroperasi alias libur,” kata Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN, I Made Suprateka dalam keterangan tertulisnya kepada Jitunews.com, Sabtu (31/12).

Made lebih jauh menjelaskan, berdasarkan kondisi tersebut, pasokan tenaga listrik selama periode Natal dan Tahun Baru kali ini pada sistem kelistrikan Jawa-Bali berada pada kondisi cukup. Artinya, beban puncak lebih kecil dari daya mampunya sehingga menghasilkan cadangan listrik (reserve margin) yang cukup besar.

Untuk kondisi kelistrikan di Jawa Bali, saat ini Beban Puncak (BP) mencapai 25.051 MW. Kondisi beban puncak siang hari sebesar 24.134 MW dan Reserve Margin sebesar 32.34%. Pada saat malam Natal 2016 diperkirakan beban puncak mencapai 20.386 MW terjadi pada pukul19.00 WIB.

Sedangkan beban puncak pada 1 Januari 2017 diperkirakan sebesar 18.903 MW pada pukul 19.00 WIB malam hari. Untuk beban puncak pada 1 Januari 2017 siang, diperkirakan sebesar 16.882MW terjadi pukul 13.30 WIB.

PLN memperkirakan secara umum beban kuncak kelistrikan Jawa Bali pada tahun 2017 akan mencapai 26.053 MW (tumbuh 4.0%).

 

1.099 Pasukan Khusus PLN Siap Bertaruh Nyawa Amankan Listrik Nusantara

Penulis : Citra Fitri Mardiana, Riana
×
×