logo


Calo Gas Menjamur, Luhut Binsar Panjaitan: Kita Mau Basmi

"Seperti kata presiden, itu pemain middle-middle, trader-trader dikurangi"

29 Desember 2016 19:15 WIB

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman (Menko Kemaritiman), Luhut Binsar Pandjaitan.
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman (Menko Kemaritiman), Luhut Binsar Pandjaitan. JITUNEWS/Johdan A.A.P

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, menegaskan perlunya komitmen pemerintah untuk memberantas keberadaan calo-calo gas yang hampir menguasai alokasi gas dari pemerintah.

Calo Jual Beli Gas Akan Diberantas

Seperti diketahui, salah satu penyebab harga gas bumi menjadi mahal terutama untuk industri lantaran pembelian gas yang dilakukan melalui trader gas yang tak memiliki infrastruktur alias calo gas.

Apalagi, kondisi saat ini yang menunjukkan keberadaan trader tak berinfrastruktur tersebut kian menjamur di Indonesia.


Aneh, PLN Kok Beli Gas Dari Tangan Ketiga?

"Kita bertahap itu mau habisin (calo gas). Ya gak bisa dong, masak dia punya (alokasi) gas, tapi tidak punya pipa. Gak punya pipa tapi punya (alokasi) gas, gak begitu. Kita mau basmi," tegas Luhut, Kamis (29/12), di Istana Negara, Jakarta.

Melalui keterangannya Luhut memberi contoh, salah satu calo gas sempat membuat industri di Medan, Sumatera Utara, harus membayar gas bumi lebih mahal daripada yang seharusnya.

Sementara, berdasarkan data Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), terdapat sebanyak 45 industri besar yang membeli gas bumi dengan harga US$ 12,22 per MMBTU.

"Seperti kata presiden, itu pemain middle-middle, trader-trader dikurangi itu yang tidak diperlukan, supaya harga gas bisa turun. Masak di Medan itu harga gas hampir $14? Gak benar itu," kata Luhut tegas.

Luhut Resmi Lepas Urusan ESDM ke Ignasius Jonan

Penulis : Citra Fitri Mardiana, Christophorus Aji Saputro