logo


Pastikan Listrik Bali Aman, Menteri ESDM Kunjungi PLTDG Pesanggaran dan GI Kapal

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan bersama Direktur Jenderal Ketenagalistrikan ESDM Jarman melakukan kunjungan ke PLTDG Pesanggaran

28 Desember 2016 18:03 WIB

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan bersama Direktur Jenderal Ketenagalistrikan ESDM Jarman melakukan kunjungan ke PLTDG
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan bersama Direktur Jenderal Ketenagalistrikan ESDM Jarman melakukan kunjungan ke PLTDG Ist

BADUNG, JITUNEWS.COM - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan bersama Direktur Jenderal Ketenagalistrikan ESDM Jarman melakukan kunjungan ke PLTDG Pesanggaran dan PLN Area Pengatur Beban Bali untuk meninjau kondisi kelistrikan Bali selama periode Natal dan tahun baru 2017.

Indo EBTKE ConEx 2017: Jonan Optimis Pengembangan EBT Akan Kompetitif dan Terjangkau

Kunjungan Menteri ESDM ini disambut oleh Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Barat Murtaqi Syamsuddin dan General Manager PLN Distribusi Bali Sandika Aflianto.

"Sejauh ini kebutuhan listrik di Bali sudah sangat mencukupi. Kondisi listriknya sangat aman,” tutur Jonan usai melakukan peninjauan PLTDG Pesanggaran, Rabu (28/12).


Jonan Bangga, 10 Bulan Menjabat Berhasil Wujudkan 700 MW Energi Terbarukan

Kondisi kelistrikan Bali saat ini memiliki beban puncak mencapai 860 MW dengan kondisi beban puncak siang mencapai 800 MW. Dengan kondisi tersebut, Bali masih memiliki cadangan daya sebesar 24 % dari total daya mampu mencapai 1300 MW. Pada malam Natal 2016 beban puncak tertinggi hanya mencapai 791 MW atau turun sebesar 8% dari beban puncak tertinggi yang terjadi pada pukul 19.30

Berbeda dengan perayaan Natal, pada malam pergantian tahun PLN memprediksikan akan terjadi penurunan beban puncak yang lebih besar hingga 20 % dari beban puncak tertinggi. Beban puncak siang hari diprediksi hanya 615 MW pada pukul 14.30 sedangkan beban puncak malam hanya 687 MW pada pukul 19.30.

“Penurunan beban puncak yang tidak terlalu besar ini disebabkan karena sebagian besar pelanggan PLN di Bali berasal dari pelanggan Rumah Tangga dan Bisnis karena seperti diketahui bisnis yang ada di Bali sebagian besar berkaitan dengan wisata sehingga pemakaian cenderung normal,”kata Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Barat.

Lebih lanjut, PLN Bali sendiri memprediksi pertumbuhan beban puncak pada tahun 2017 mendatang mampu mencapai 972 MW atau setara dengan pertumbuhan 8,2 % dari target beban puncak 2016.

Pada kunjungannya di PLN APB Bali, Menteri ESDM memberikan apresiasi kepada petugas dispatcher dan Gardu Induk Kapal atas kerja keras menjaga kelistrikan Bali 24 jam. Bekerja dengan listrik bertegangan 150 kV, keselamatan kerja merupakan hal yang menjadi prioritas pegawai.

PLN Siagakan Ratusan Pekerja Teknik Selama Natal dan Tahun Baru

Dengan cadangan listrik yang besar, PLN tetap berfokus untuk menjaga keandalan pasokan listrik kepada pelanggan. PLN Distribusi Bali melaksanakan Siaga Natal dan Tahun Baru 2017 sejak 22 Desember 2016 hingga 4 Januari 2017. 55 posko siaga PLN tersebar di seluruh wilayah Bali dengan dibantu oleh personel tim pekerjaan dalam kondisi bertegangan (PDKB), tim pelayanan teknik dan satuan reaksi cepat.

Seluruh posko siaga PLN dapat diakses oleh masyarakat dengan menghubungi contact center PLN 123 baik melalui telepon, telepon seluler dan media sosial seperti Facebook PLN 123.

“Petugas kami siaga 24 jam, setiap waktu terdapat 250 petugas teknik yang siaga di seluruh Bali apabila terjadi gangguan kelistrikan,”kata Sandika.

Sempat Menolak, Jonan Akhirnya Izinkan Belanda Bangun Pembangkit Arus Laut di NTT

Penulis : Citra Fitri Mardiana, Vicky Anggriawan