logo


Diet Makanan Pedas Akan Jadi Tren 2017

Penikmat makanan pedas bukan sekadar merasakan sensasi berkeringat. Di balik itu, banyak manfaat yang tersembunyi dari makanan pedas yang membakar kalori.

27 Desember 2016 18:46 WIB

Ilustrasi.
Ilustrasi. shutterstock

KANADA, JITUNEWS.COM - Beberapa pengamat kuliner dan ahli nutrisi mancanegara menyebut, makanan pedas menjadi tren diet yang akan populer di tahun 2017. Mungkin karena musim dingin yang diperkirakan lebih panjang di tahun 2017, sehingga makanan pedas dapat menghangat tubuh menjadi prioritas asupan. Selain itu, makanan pedas dapat mengeluarkan banyak keringat, sehingga dianggap sebagai diet.

3 Makanan ini Bisa Bantu Program Diet Anda

Penikmat makanan pedas merasakan sensasi makan yang membakar tubuh dengan berkeringat. Namun di balik itu, banyak manfaat yang tersembunyi dari makanan pedas yang membakar kalori.

Jika makan lada, kandungan senyawa dalam lada akan mempercepat kemampuan tubuh untuk membakar lemak sebanyak delapan persen -- demikian menurut laporan Huffpost Canada yang dilansir pada Selasa (27/12) ini.


Ayo Turunkan Berat Badan dengan Diet Garam

Secara ilmiah, laporan Huffpost Canada menyampaikan, bahwa makanan pedas ada pengaruhnya ke otak. Makanan pedas seperti paprika mampu mengirimkan sinyal yang membuat saraf di otak merasakan sensasi kesenangan tersendiri.

Tak hanya mempengaruhi otak saja, bila diet dengan makanan yang mengandung banyak rempah-rempah -- maka kesehatan jantung juga akan meningkat. Berdasarkan studi analisis diet global, orang yang lebih banyak makan rempah-rempah maka risiko terkena serangan jantungnya lebih kecil.

Makanan pedas memiliki kemampuan menghilangkan efek low-density lipoprotein atau kolesterol jahat, dan sekaligus mengurangi peradangan.

Adakah alasan lain kenapa makanan pedas sempurna untuk menu diet ? Menurut penelitian lain dari Inggris menemukan kesimpulan, bahwa makanan pedas bertindak sebagai agen pelawan kanker. Dalam uji klinis, senyawa dari makanan pedas dapat membunuh sel-sel jahat yang bersemayam di paru-paru dan pankreas.

Sebuah studi pada tahun 2015 yang diterbitkan oleh British Medical Journal, bahwa orang-orang yang makan makanan pedas sebanyak enam sampai tujuh kali seminggu memiliki risiko kematian dini 14 persen lebih rendah.

Mengenal 3 Tingkatan dalam Diet Garam

Penulis : Vicky Anggriawan,Yusran Edo Fauzi
×
×