logo

HARGA KOMODITAS 24 Maret 2017
  • Ketela Pohon
    Ketela Pohon
    5.334
    54
  • Kacang Tanah
    Kacang Tanah
    24.236
    34
  • Mie Instan
    Mie Instan
    2.380
    16
  • Beras
    Beras
    10.584
    124
  • Gula Pasir
    Gula Pasir
    13.815
    4
  • Minyak Goreng
    Minyak Goreng
    11.779
    260
  • Tepung Terigu
    Tepung Terigu
    8.785
    71
  • Kacang Kedelai
    Kacang Kedelai
    11.010
    510
  • Daging Sapi
    Daging Sapi
    114.604
    699
  • Daging Ayam
    Daging Ayam
    29.316
    66
  • Telur Ayam
    Telur Ayam
    21.776
    254
  • Cabai
    Cabai
    30.917
    4.6
  • Bawang
    Bawang
    36.669
    1.499
  • Susu
    Susu
    10.423
    1
  • Jagung
    Jagung
    7.077
    72
  • Ikan
    Ikan
    74.233
    212
  • Garam
    Garam
    5.889
    91




Sindir Kebijakan BBM Era SBY, Jokowi: Rp 800 M Saja Kok Ramai?

Sindiran itu dilontarkan Jokowi ketika menghadiri Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Hanura

22 Desember 2016 04:41 WIB

Presiden Jokowi berdialog dengan salah seorang warga dalam kegiatan Pemberian Makanan Tambahan, Senin (5/12).
Presiden Jokowi berdialog dengan salah seorang warga dalam kegiatan Pemberian Makanan Tambahan, Senin (5/12). Biro Pers Septres RI


JAKARTA, JITUNEWS.COM- Kebijakan Bahan Bakar Minyak (BBM) era kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) disindir Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sindiran itu dilontarkan Jokowi ketika menghadiri Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Hanura, di Kantor DPP Hanura, Jakarta, pada Rabu, 21 Desember 2016.

Jokowi Promosikan Produk Lokal Kalimantan Tengah

Menhub Jelaskan Tak Akan Larang 'Bus Telolet'

Sindiran itu bermula saat Jokowi mengungkapkan kebijakannya yang berhasil membuat harga BBM di Papua setara dengan harga di Pulau Jawa. "Bensin di Papua dan Jawa sekarang harganya sama," ucap Jokowi.


Presiden: Pungli Lagi, Hati-hati!

Untuk menyetarakan harga tersebut, diakui Jokowi, dirinya harus membeli sejumlah pesawat angkut BBM yang menghabiskan dana sekitar Rp 800 miliar. Menurutnya , ada sejumlah pihak yang mempermasalahkan dana Rp 800 miliar itu.

Lanjutkan Membaca...

Penulis : Christophorus Aji Saputro
Tag:

Komentar