logo


Sindir Kebijakan BBM Era SBY, Jokowi: Rp 800 M Saja Kok Ramai?

Sindiran itu dilontarkan Jokowi ketika menghadiri Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Hanura

22 Desember 2016 04:41 WIB

Presiden Jokowi berdialog dengan salah seorang warga dalam kegiatan Pemberian Makanan Tambahan, Senin (5/12).
Presiden Jokowi berdialog dengan salah seorang warga dalam kegiatan Pemberian Makanan Tambahan, Senin (5/12). Biro Pers Septres RI


JAKARTA, JITUNEWS.COM- Kebijakan Bahan Bakar Minyak (BBM) era kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) disindir Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sindiran itu dilontarkan Jokowi ketika menghadiri Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Hanura, di Kantor DPP Hanura, Jakarta, pada Rabu, 21 Desember 2016.

Jokowi: Apa Bedanya Kritik dan Menghina?

Menhub Jelaskan Tak Akan Larang 'Bus Telolet'

Sindiran itu bermula saat Jokowi mengungkapkan kebijakannya yang berhasil membuat harga BBM di Papua setara dengan harga di Pulau Jawa. "Bensin di Papua dan Jawa sekarang harganya sama," ucap Jokowi.


Jokowi: Sertifikat Hak Tanah Jadi Prioritas Pemerintah

Untuk menyetarakan harga tersebut, diakui Jokowi, dirinya harus membeli sejumlah pesawat angkut BBM yang menghabiskan dana sekitar Rp 800 miliar. Menurutnya , ada sejumlah pihak yang mempermasalahkan dana Rp 800 miliar itu.

Banjir Bima : Pelabuhan Bima Berpotensi Terkena Dampak Banjir

Jokowi lantas membandingkannya dengan dana yang harus dikeluarkan saat subsidi BBM pada era SBY. Subsidi BBM untuk seluruh daerah di Indonesia saat itu (era SBY) menelan dana sebesar Rp 300 triliun per tahun.

"Dulu subsidi BBM Rp 300 triliun saja diam semuanya. Ini Rp 800 miliar saja kok ramai?" ungkap Jokowi.

Penegak Hukum Wajib Selidiki Dugaan Pencaplokan Lahan Oleh Sinar Mas

Selama ini, lanjut Jokowi, masyarakat di Papua memang diam saja dengan kondisi harga BBM yang selangit. Berbeda dengan masyarakat di Ibu Kota yang langsung demo saat BBM naik Rp 1.000.

"Mentang-mentang yang di Papua diam terus, harus kita beri Rp 60.000 terus? Kan tidak," kata Jokowi.

Polisi Akan Selidiki Lebih Lanjut Mengenai Kritik 'Pahlawan Kafir'

Sebelumnya, harga BBM jenis premium di sejumlah kabupaten terpencil di Papua bisa mencapai Rp 60.000-Rp 100.000 per liter. Namun, harga BBM di seluruh wilayah di Papua kini bisa sama dengan wilayah lain, yakni sekitar Rp 6.000 per liter.

Di Munaslub Hanura, Jokowi Bicara Soal Kelompok yang Menghina Pemerintah


Penulis : Christophorus Aji Saputro
Tag:

Komentar

    ×
    ×