logo


'Suka' Kambing, Sarjana Hukum Unisba Ini Sukses Berbisnis Kosmetik Kefir

Dikatakan Haikal, beberapa hal penting dalam beternak kambing adalah peternak harus tahu tata cara pemeliharaan, pemerahan, dan pemberian pakan

20 Desember 2016 12:29 WIB

Produk dari susu kambing milik M Aulia Haikal.
Produk dari susu kambing milik M Aulia Haikal. Facebook/M Aulia Haikal


BEKASI, JITUNEWS.COM - Keputusan M Aulia Haikal dalam menggeluti usaha pengolahan susu kambing bukanlah proses yang sebentar. Menilik sejarahnya, Lulusan Fakultas Hukum Universitas Islam Bandung ini sempat bekerja sebagai developer properti di Palembang, Sumatera Selatan, sebelum akhirnya memutuskan untuk bergelut dengan kambing.

"Awalnya saya memang suka dengan kambing," ungkap Haikal, dikutip dari Trobos Livestock.

Olah Susu Kambing Jadi Kefir, Pemuda Ini Raup Omzet Rp 20 Juta Per Minggu!

Atas dasar rasa suka itu, ia bersama sang kakak memelihara kambing perah dan memasarkan susunya sendiri. Ia pun bercerita memiliki kenangan kala mengantar susu kambing ke Jakarta Utara dengan biaya sendiri tanpa penggantian ongkos kirim oleh pelanggan yang hanya memesan 2 liter susu darinya. Namun, karena sibuk dengan pekerjaan yang diemban sang kakak, Haikal memberanikan diri untuk mengurus kambing-kambing tersebut sendiri.

Dikatakan Haikal, beberapa hal penting dalam beternak kambing adalah peternak harus tahu tata cara pemeliharaan, pemerahan, dan pemberian pakan. Dan berkat ketekunannya itu, kini 70 ekor kambing perah dari jenis etawa, saanen dan boer telah dimilikinya. Dalam sehari, Haikal pun mendapat 30 liter susu yang berasal dari 22 ekor kambing laktasi.


Keunggulan Kambing PE, Bisa Hidup di Daerah Bersuhu Panas dan Dingin

Susu kambing yang berkualitas baik menurut Haikal adalah yang memiliki warna kuning gading dan tidak pecah bentuknya. Kata dia, warna kuning gading diyakini sebagai tanda bahwa susu kambing tersebut mengandung banyak enzim dan kadar lemak yang bagus.

Lebih jauh Haikal menuturkan, karena keterbatasan alat untuk menguji susu kambingnya, dirinya pun sempat melakukan metode uji berat jenis dengan cara dan alat sederhana yakni hanya menggunakan plastik dan baskom berisi air.

"Pertama susu kambing dimasukkan dalam plastik berukuran 1 s.d 2 liter kemudian diikat rapat tanpa menyisakan ruang udara. Setelah itu plastik berisi susu kambing tersebut dimasukkan dalam baskom berisi air. Jika tenggelam bisa dipastikan berat jenis susu sudah memenuhi syarat," tuturnya.

Untuk diketahui, varian produk turunan susu kambing yang diproduksi Haikal saat ini diantaranya adalah kefir whey, kefir drink, dan kefir krim untuk masker. Semua produk tersebut dihasilkan melalui fermentasi susu kambing dengan biang kefir yang disebut Grand Kefir. Haikal mengaku, ia memperoleh biang kefir melalui Komunitas Kefir Indonesia (KKI) yang kini memiliki lebih dari 150 ribu anggota di seluruh Indonesia.

Tak hanya itu, produk kosmetik lainnya yang dijajakan Haikal lewat Hasanah Farm miliknya adalah toner dan body lotion yang juga dari kefir. Untuk kefir drink, ia hanya membuat sesuai pesanan.

Kini, dalam sehari sedikitnya Haikal mampu memproduksi 40 hingga 50 liter susu kambing untuk diolah menjadi berbagai varian produk kefirnya. Diakuinya, omzet yang didapatnya dalam seminggu mencapai Rp 15 s.d 20 juta dengan margin keuntungan hingga 40%.

 

Peternak Kambing PE Sleman Terbentur Produksi Susu yang Rendah


Penulis : Riana
Tag:

Komentar

    ×
    ×