logo





Mengintip Peluang Cerah Budidaya Singkong Gajah

Proses penanaman mulai dilakukan Mustofa sejak Oktober 2016 lalu

19 Desember 2016 21:27 WIB

Tanaman singkong gajah milik Mustofa
Tanaman singkong gajah milik Mustofa Dok. Jitunews/Miftahul Abrori

GROBOGAN, JITUNEWS.COM– Gara-gara tertarik dengan hasil budidaya Singkong Gajah yang menjanjikan panen melimpah, Mustofa, seorang petani di Grobogan membudidayakan varietas singkong asal Kalimantan itu di kebunnya.

Harga Singkong Anjlok, DPR: Mendag Harus Beri Kepastian Harga Singkong

Mustofa mulai menanam varietas singkong tersebut di lahannya seluas dua hektare (ha) yang berada di Desa Condro, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Provinsi Jawa Tengah.

Proses penanaman mulai dilakukan Mustofa sejak Oktober 2016 lalu. Kini, usia tanaman kurang lebih satu setengah bulan. Diperkirakan, setelah delapan hingga sepuluh bulan ke depan, tanaman singkong gajah miliknya sudah bisa dipanen.


Tingkatkan Kualitas Singkong, Pengamat: Perlu Ada Pendampingan dari Pemerintah

“Saya menanam kurang lebih 16 ribu bibit di lahan seluas dua ha. Singkong gajah menurut saya menjanjikan hasil yang lebih besar dibanding singkong biasa, jagung, atau labu,” kata Mustofa, kepada Jitunews.com, di Desa Condro.

Pembudidayaan singkong gajah, jelas Mustofa, termasuk mudah karena tidak diperlukan perawatan khusus seperti tanaman pangan lainnya. Menurutnya, tanaman tersebut hanya perlu disiangi dan dipupuk.

Proses pemupukan yang diperlukan, sambung Mustofa, hanya dua kali, yaitu saat tanaman berumur dua bulan pertama dan ketika umur enam bulan untuk membesarkan umbinya.

Sementara itu, untuk menghasilkan umbi yang melimpah, Mustofa mempunyai cara khusus. Sebelum bibit ditanam, ia membuat gerigi di bawah dua mata tunas paling bawah batang. “Itu untuk merangsang pertumbuhan akar menjadi banyak, yang akhirnya menghasilkan umbi yang banyak juga,” imbuh Mustofa.

Meski singkong gajah telah dibudidayakan di berbagai daerah, akan tetapi diakui Mustofa, ia termasuk yang pertama menanam singkong tersebut.

Melihat peluang dan tingkat produktivitas yang tinggi, Mustofa berharap, petani di sekitarnya turut membudidayakan singkong gajah.

“Hasil panen per batang singkong gajah lebih banyak dibandingkan dengan singkong biasa. Singkong biasa hanya menghasilkan umbi sekitar tiga kilogram per batang. Sedangkan singkong gajah panennya dua puluh kilogram hingga empat puluh kilogram per batang,” pungkas Mustofa.

Pasokan yang Lancar Jadi Alasan Perusahaan Memilih Tapioka Impor

Penulis : Miftahul Abrori, Christophorus Aji Saputro