logo

HARGA KOMODITAS 30 Maret 2017
  • Ketela Pohon
    Ketela Pohon
    5.354
    34
  • Kacang Tanah
    Kacang Tanah
    24.496
    226
  • Mie Instan
    Mie Instan
    2.381
    17
  • Beras
    Beras
    10.546
    162
  • Gula Pasir
    Gula Pasir
    13.819
    8
  • Minyak Goreng
    Minyak Goreng
    11.646
    393
  • Tepung Terigu
    Tepung Terigu
    8.875
    19
  • Kacang Kedelai
    Kacang Kedelai
    10.974
    474
  • Daging Sapi
    Daging Sapi
    114.820
    483
  • Daging Ayam
    Daging Ayam
    29.273
    109
  • Telur Ayam
    Telur Ayam
    21.791
    239
  • Cabai
    Cabai
    28.676
    6.841
  • Bawang
    Bawang
    35.742
    2.426
  • Susu
    Susu
    10.418
    6
  • Jagung
    Jagung
    7.063
    58
  • Ikan
    Ikan
    74.379
    358
  • Garam
    Garam
    5.914
    116




Pertamina dan Rosneft Kick Off Meeting Pelaksanaan AMDAL dan ESIA Kilang Tuban

PT Pertamina (Persero) dan Rosneft melakukan kick off meeting Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) dan Environment and Social Impact Analysis (ESIA) sebagai tanda awal dimulainya kedua pekerjaan tersebut.

19 Desember 2016 11:47 WIB

Ilustrasi kilang tuban.
Ilustrasi kilang tuban. Istimewa


JAKARTA, JITUNEWS.COM – PT Pertamina (Persero) dan Rosneft melakukan kick off meeting Analisis mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan Environment and Social Impact Analysis (ESIA) sebagai tanda awal dimulainya kedua pekerjaan tersebut. PT Greencap NAA Indonesia akan melaksanakan dua kegiatan tersebut setelah melalui proses pemilihan sesuai ketentuan pemerintah.

Pertamina dan BUM Desa Sepakat Kerjasama Pengembangan EBT

Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia, Rachmad Hardadi, mengatakan, kegiatan ini adalah salah satu tahapan yang sangat menentukan bagi upaya tercapainya target penyelesaian New Grass Root Refinery (NGRR) Tuban. AMDAL, tuturnya, menjadi syarat utama sebelum proses pembersihan lahan dan pengembangan tapak sebagai pekerjaan awal agar proyek dapat dilaksanakan.

“Syarat penting untuk melakukan land clearing dan site development adalah izin AMDAL. Maka dari itu, kami harus bergerak cepat dan kami telah menetapkan Greencap sebagai konsultan yang hari ini kami bersama-sama dengan Rosneft melakukan kick off meeting sebagai tanda dimulainya pekerjaan AMDAL,” kata Hardadi pada pelaksanaan kick off meeting AMDAL dan ESIA NGRR Tuban di Lantai M Kantor Pusat Pertamina, Rabu (14/12).

Pekerjaan AMDAL tersebut, lanjutnya, akan diselesaikan dalam waktu enam bulan. Sedangkan, pekerjaan ESIA ditargetkan tuntas pada bulan September 2017.

“Pertamina dan Rosneft telah sepakat untuk mengawal secara ketat pelaksanaan AMDAL ini sehingga dapat tuntas tepat waktu,” tegasnya.

Hal ini, lanjut Hardadi, sejalan dengan instruksi Presiden RI, Joko Widodo, pada saat melakukan kunjungan kerja ke Tuban pada tanggal 28 November 2016 lalu. Kala itu, Presiden meminta kepada Manajemen Pertamina untuk dapat melaksanakan ground breaking proyek NGRR Tuban pada awal bulan Juli 2017.

“Dengan sisa waktu yang mendesak ini perlu dilakukan percepatan terhadap persiapan lahan yang akan digunakan untuk pembangunan kilang. Oleh karena itu, pekerjaan AMDAL menjadi sangat krusial,” imbuhnya.

Pertemuan Dua Hari

Selain Kick off Meeting AMDAL dan ESIA, Pertamina dan Rosneft telah melakukan pertemuan dua hari untuk membahas kemajuan pelaksanaan bankable feasibility study (BFS). Beberapa konsultan yang terlibat dalam pelaksanaan BFS, seperti Technip untuk aspek teknik, Nexan untuk pembahasan analisis pemasaran, kajian lokal oleh Institute Teknologi Sepuluh November dan Universitas Airlangga.

“Kajian dari Nexan sudah selesai, ITS dan Unair juga sudah selesai dan kajian oleh Technip akan ditargetkan selesai bulan Januari. Ada beberapa masukan untuk penyempurnaan kajian dan diharapkan semua pekerjaan BFS dapat selesai bulan Januari nanti,” katanya.

Setelah BFS selesai, tutur Hardadi, Pertamina dapat menetapkan estimasi belanja modal dan material balance sehingga keekonomian proyek sudah bisa dihitung pada bulan Februari dan saat itulah Pre-Investment Decission 1 dapat ditentukan. “Perkembangan, kami lihat, cukup bagus.”

Pertamina dan Rosneft juga terus melakukan penyelarasan jadwal percepatan proyek ini sehingga diharapkan betul-betul pada akhir tahun 2021 NGRR Tuban bisa diselesaikan. Termasuk beberapa strategi pelaksanaannya, engineering, Project Management Contract (PMC), dan strategi Engineering, Procurement, and Construction.

Yang tidak kalah pentingnya, beberapa masukan dari direktorat hulu dan gas yang memiliki keterkaitan dengan proyek. Pada bagian hulu migas, pembahasan terkait persiapan menuju penandatanganan Sales and Purchase Agreement (SPA) dua blok migas di Rusia yang ditawarkan kepada Pertamina yang menjadi condition and precedence bagi pembentukan JV kedua perusahaan pada bulan Februari 2017. Untuk membahas beberapa opsi pasokan gas sebanyak 125 mmscfd untuk operasional NGRR Tuban.


Punya Ide Gila Seputar Energi Baru dan Terbarukan? Yuk Ikut Pertamina d'GiL!

Ini Strategi Investasi dan Pembiayaan Pertamina Hadapi Penurunan Harga Migas


Penulis : Vicky Anggriawan
Tag:

Komentar

    ×
    ×