logo

HARGA KOMODITAS 24 Maret 2017
  • Ketela Pohon
    Ketela Pohon
    5.334
    54
  • Kacang Tanah
    Kacang Tanah
    24.236
    34
  • Mie Instan
    Mie Instan
    2.380
    16
  • Beras
    Beras
    10.584
    124
  • Gula Pasir
    Gula Pasir
    13.815
    4
  • Minyak Goreng
    Minyak Goreng
    11.779
    260
  • Tepung Terigu
    Tepung Terigu
    8.785
    71
  • Kacang Kedelai
    Kacang Kedelai
    11.010
    510
  • Daging Sapi
    Daging Sapi
    114.604
    699
  • Daging Ayam
    Daging Ayam
    29.316
    66
  • Telur Ayam
    Telur Ayam
    21.776
    254
  • Cabai
    Cabai
    30.917
    4.6
  • Bawang
    Bawang
    36.669
    1.499
  • Susu
    Susu
    10.423
    1
  • Jagung
    Jagung
    7.077
    72
  • Ikan
    Ikan
    74.233
    212
  • Garam
    Garam
    5.889
    91




Pertamina Andalkan Inovasi Teknologi untuk Optimalisasi Produksi Migas

Pertamina berupaya menjaga pertumbuhan dengan mengandalkan inovasi teknologi guna mengoptimalisasi produksi.

18 Desember 2016 09:00 WIB

Ilustrasi gedung Pertamina.
Ilustrasi gedung Pertamina. JITUNEWS/Rezaldy


JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pertumbuhan konsumsi energi domestik yang trennya terus meningkat dari tahun ke tahun, namun tidak diimbangi dengan kenaikan produksi migas, dinilai dapat memicu krisis energi yang nantinya akan sangat berdampak pada perekonomian nasional, dan hal itu mendorong Pertamina berupaya menjaga pertumbuhan dengan mengandalkan inovasi teknologi guna mengoptimalisasi produksi.

Pertamina dan BUM Desa Sepakat Kerjasama Pengembangan EBT

Senior Vice President Exploration Pertamina, Doddy Priambodo dalam Pertamina Energy Forum 2016, beberapa waktu lalu di Jakarta menyatakan, ”sebagai BUMN energi, perusahaan melihat kondisi itu sebagai tantangan, dan pengembangan serta pemanfaatan teknologi hulu menjadi kunci untuk memacu pertumbuhan produksi dan penambahan cadangan migas guna menjaga ketahanan dan kemandirian energi.”

Menurut Doddy, dalam delapan tahun terakhir Pertamina telah berhasil meningkatkan produksi minyak dan gas rata-rata sebesar 7 persen, yang didapat dari hasil penggunaan teknologi yang selektif dan tepat, serta melakukan investasi dalam riset dan pengembangan teknologi untuk mencari cadangan baru guna mencapai hasil produksi yang optimal.

“Upaya yang dilakukan Pertamina dengan melakukan Enhanced Oil Recovery/Improved Oil Recovery di beberapa lapangan seperti di Tanjung dan Sangasanga keduanya di Pulau Kalimantan, serta pengimplementasian teknologi laut dalam seperti yang digunakan pada operasi Blok Offshore North West Java (ONWJ) dan Blok West Madura Offshore (WMO) telah berdampak pada peningkatan produksi,” tambahnya.

Sementara Ketua SKK Migas Amien Sunaryadi dalam kesempatan yang sama menjelaskan lembaganya berupaya mendorong peningkatan produksi migas nasional dengan menyiapkan empat program kerja utama yakni memperhatikan keekonomian wilayah kerja (WK), melakukan monitoring proyek yang ditargetkan, mengupayakan penerapan teknologi tepat guna untuk kegiatan pengeboran dan optimalisasi produksi, serta terakhir melanjutkan monitoring respon tekanan dan produksi dari injeksi air.

Amien menyatakan, “Penggunaan teknologi tepat guna pada bisnis hulu migas merupakan faktor penting untuk meningkatkan produksi nasional, khususnya untuk mendapatkan cadangan migas yang besar, dan dapat menekan cost recovery serta pengembangan lapangan yang lebih ekonomis.”


Pertamina dan PLN Diminta Untuk Saling Bersinergi

Sedangkan Research Director, Asia Pacific, Upstream Oil and Gas, Wood Mackenzie, Andrew Harwood yang juga tampil sebagai pembicara dalam Pertamina Energy Forum 2016 memaparkan bahwa pada tahun 2017 meski dinilai menjadi tahun ketidakpastian namun diperkirakan siklus akan berubah dan industri migas akan berkembang lagi.

“Seiring harga minyak yang terus pulih, dan telah dicapainya bagian bawah dari siklus, Kami memprediksikan sektor eksplorasi dan produksi akan kembali mendapat kepercayaan, dan di tahun 2017 akan terjadi perampingan industri dengan melakukan peningkatan efisiensi dan re-scoping yang berujung pada peningkatan jumlah investasi asing dibandingkan pada tahun 2016,” kata Andrew.

Pertamina Yakin Laba Perusahaan Kalahkan Petronas


Penulis : Vicky Anggriawan
Tag:

Komentar