logo

HARGA KOMODITAS 24 Maret 2017
  • Ketela Pohon
    Ketela Pohon
    5.334
    54
  • Kacang Tanah
    Kacang Tanah
    24.236
    34
  • Mie Instan
    Mie Instan
    2.380
    16
  • Beras
    Beras
    10.584
    124
  • Gula Pasir
    Gula Pasir
    13.815
    4
  • Minyak Goreng
    Minyak Goreng
    11.779
    260
  • Tepung Terigu
    Tepung Terigu
    8.785
    71
  • Kacang Kedelai
    Kacang Kedelai
    11.010
    510
  • Daging Sapi
    Daging Sapi
    114.604
    699
  • Daging Ayam
    Daging Ayam
    29.316
    66
  • Telur Ayam
    Telur Ayam
    21.776
    254
  • Cabai
    Cabai
    30.917
    4.6
  • Bawang
    Bawang
    36.669
    1.499
  • Susu
    Susu
    10.423
    1
  • Jagung
    Jagung
    7.077
    72
  • Ikan
    Ikan
    74.233
    212
  • Garam
    Garam
    5.889
    91




Gali Potensi Lahan Tegakan, Qodir Pelopori Budidaya Empon-Empon di Grobogan

Keinginan menanam empon-empon berawal dari seringnya ia berdiskusi dengan beberapa petani pembudidaya dari berbagai daerah.

14 Desember 2016 19:42 WIB

Muhammad Ngabdul Qodir menyortir bibit empon-empon yang akan ditanam di lahan tegakan jati Perum Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Gundih, di Desa Jambon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.
Muhammad Ngabdul Qodir menyortir bibit empon-empon yang akan ditanam di lahan tegakan jati Perum Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Gundih, di Desa Jambon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Jitunews/Miftahul Abrori


SOLO, JITUNEWS.COM – Menyadari potensi pertanian di wilayahnya, Muhammad Ngabdul Qodir, Ketua Kelompok Tani ‘Tani Tekun’ Dusun Tawang, Desa Jambon, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, mempelopori pembudidayaan tanaman empon-empon di lahan tegakan jati Perum Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Gundih, Grobogan di daerahnya.

Langkah Jitu Mengukur pH Tanah Untuk Budidaya Tanaman

Pemuda kelahiran Grobogan, 5 Juni 1985 itu mengakui bahwa keinginan menanam empon-empon berawal dari seringnya ia berdiskusi dengan beberapa petani pembudidaya dari berbagai daerah. Setelah berdiskusi dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Desa Jambon, dan mendapat ijin pemanfaatan lahan tegakan dari Perhutani, pria yang juga menjabat Sekretaris Kelompok Tani Hutan Rakyat ‘Mukti Sejati’ Desa Jambon itu semakin mantap merealisasikan keinginannya.

“Saya melihat potensi yang luar biasa kalau mau memanfaatkan lahan tegakan untuk budidaya empon-empon. Melihat potensi itu saya berfikir, kenapa tidak kita mencoba untuk memulai. Toh pasar sudah jelas,” kata Qodir kepada Jitunews.com di Grobogan.


Mengulas Budidaya Stroberi California, Seperti Apa?

Qodir mengungkapkan, ia berhasil meyakinkan 7 petani untuk mengikuti jejaknya. Pada bulan Desember ini ia dan para petani baru proses penanaman. Total lahan yang dikerjakan sekitar 10 hektare. Untuk lahan yang ia kelola seluas 2,25 hektare, yang ditanami kunir seluas 1 ha, jahe 1 ha, dan laos 0,25 ha. Selain itu ia juga menanam kencur dan serai/ sereh sebagai tanaman selingan. Diperkirakan masa panennya berada di bulan November tahun depan.

Lanjutkan Membaca...

Penulis : Miftahul Abrori, Vicky Anggriawan
Tag:

Komentar