logo

HARGA KOMODITAS 28 April 2017
  • Ketela Pohon
    Ketela Pohon
    5.305
    83
  • Kacang Tanah
    Kacang Tanah
    25.226
    956
  • Mie Instan
    Mie Instan
    2.381
    17
  • Beras
    Beras
    10.579
    129
  • Gula Pasir
    Gula Pasir
    13.620
    191
  • Minyak Goreng
    Minyak Goreng
    11.469
    570
  • Tepung Terigu
    Tepung Terigu
    8.800
    56
  • Kacang Kedelai
    Kacang Kedelai
    10.842
    342
  • Daging Sapi
    Daging Sapi
    115.104
    199
  • Daging Ayam
    Daging Ayam
    30.052
    670
  • Telur Ayam
    Telur Ayam
    21.804
    226
  • Cabai
    Cabai
    30.598
    4.919
  • Bawang
    Bawang
    32.862
    5.306
  • Susu
    Susu
    10.394
    30
  • Jagung
    Jagung
    7.062
    57
  • Ikan
    Ikan
    74.359
    338
  • Garam
    Garam
    5.916
    118




Dianggap Aneh, Petani Muda Asal Grobogan Ini 'Kekeuh' Budidaya Empon-Empon

Ayah dari Najwa Qotrun Nada itu memilih membudidayakan empon-empon karena masyarakat selalu membutuhkan tanaman tersebut di setiap harinya, entah sebagai bumbu dapur maupun obat.

14 Desember 2016 09:23 WIB

Muhammad Ngabdul Qodir menanam empon-empon di  Desa Jambon, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan.
Muhammad Ngabdul Qodir menanam empon-empon di Desa Jambon, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan. Jitunews/Miftahul Abrori

GROBOGAN, JITUNEWS.COM – Muhammad Ngabdul Qodir, petani muda asal Grobogan, Jawa Tengah, ini dianggap aneh dan dicibir masyarakat di sekitarnya saat memutuskan membudidayakan tanaman empon-empon. Bukan tanpa sebab ia dicibir, Qodir dinilai nekat karena empon-empon bukan tanaman yang umum ditanam oleh para petani.

Budidaya Sengon Memuliakan Alam dan Sejahterakan Masyarakat

Asma Hingga Radang Usus Bablas dengan Gambas

Sebagian besar petani di desanya menanam padi, jagung, kedelai, dan tanaman pangan lainnya di sawah dan tegal. Sedangkan pria kelahiran Grobogan, 5 Juni 1985 itu memanfaatkan lahan tegakan jati milik Perhutani dengan menanam kunir, jahe, laos, kencur, dan sereh.


Teknis Jitu Budidaya Tomat Recento Ala Saung Mirwan

Tak hanya dari masyarakat, bahkan anggota keluarganya juga mempertanyakan dan meragukan keputusannya. Bukannya urung, Qodir semakin berani dan menjawab tantangan masyarakat dengan menanam empon-empon di lahan seluas 2,25 hektare.

Diburu Kalangan Atas, Prospek Budidaya Pepaya Hawaii Menjanjikan!

“Orang-orang ‘menertawakan’ karena menanam empon-empon dianggap sesuatu yang aneh. Banyak masyarakat yang meragukan. Jangankan orang lain, orang tua, bahkan istri saya sendiri juga meragukan. Tetapi setelah saya mencoba berbicara panjang lebar, saya tunjukkan artikel-artikel dan buku-buku panduan, akhirnya keluarga mendukung. Beberapa teman petani pun ikut menanam empon-empon,” kata suami Siti Munawaroh itu kepada Jitunews.com, belum lama ini.

Keunikan Rasa Durian Terong

Ditemui di kediamannya di Dusun Tawang, Desa Jambon, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Qodir mengungkapkan bahwa ia berhasil mengajak 7 petani untuk mengikuti jejaknya, dengan total lahan yang dikerjakan sekitar 10 hektare. Untuk lahan miliknya seluas 2,25 hektare ditanami kunir seluas 1 ha, jahe 1 ha, dan laos 0,25 hektar. Selain itu ia juga menanam kencur dan serai/sereh sebagai tanaman selingan.

Peneliti UGM Sukses Membuat Obat Antinyamuk dari Melon

Ayah dari Najwa Qotrun Nada itu memilih membudidayakan empon-empon karena masyarakat selalu membutuhkan tanaman tersebut di setiap harinya, entah sebagai bumbu dapur maupun obat. Alasan kedua, menurut pengalamannya empon-empon memiliki harga jual yang paling stabil.

Membuat Kolam Hias untuk Pekarangan Kecil

“Fluktuatifnya atau naik turunnya harga tidak terlalu banyak. Seperti dalam dua tahun terakhir di Pasar Induk Purwodadi, Grobogan, harga kunir harganya kisaran Rp 2.500. Kemudian laos kisaran Rp 3.500, dan kencur antara Rp 8 ribu sampai Rp 10 ribu,” urainya.

Pemuda yang dipercaya sebagai Ketua Kelompok Tani ‘Tani Tekun’ Dusun Tawang, dan Sekretaris Kelompok Tani Hutan Rakyat ‘Mukti Sejati’ Desa Jambon itu menanam empon-empon atas dukungan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Desa Jambon, dan mendapat izin penuh dari Perum Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Gundih, Grobogan.

Tiga Varietas Padi Organik Banyuwangi Resmi Terdaftar di Kementan

“Perhutani memberi izin sebagai lahan percontohan. Pihak Perhutani Gundih malah berterima kasih apabila ada masyarakat memiliki inisiatif untuk tanam empon-empon di bawah tegakan hutan. Karena Perhutani melarang keras untuk di bawah tegakan ditanami jagung, ketela pohon, dan jenis tanaman yang menyerap unsur hara tanah terlalu tinggi, sehingga mengganggu pertumbuhan pohon jati. Kalau empon-empon tidak menyerap unsur hara tinggi,” jelas Qodir.

Budidaya Sengon Memuliakan Alam dan Sejahterakan Masyarakat

Selain itu, kata Qodir, Perhutani pun berterima kasih jika lahan hutan bisa menguntungkan bagi masyarakat dan juga menghasilkan pembudidaya.

“Perhutani juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan lahan sebagai lahan pertanian, karena dapat menekan sedemikian rupa pembalakan liar. Petani diharapkan memanfaatkan lahan sekaligus ikut menjaga pohon dan mengantisipasi agar tidak terjadi illegal logging,” pungkasnya.

Mengulas Budidaya Stroberi California, Seperti Apa?

Penulis : Miftahul Abrori, Riana
×
×