logo


Tiga Varietas Padi Organik Banyuwangi Resmi Terdaftar di Kementan

Ketiganya varietas padi organik itu adalah Beras Merah Varietas Blambangan A3, Beras Merah Varietas Hitam Melik A3, dan Beras Putih Varietas SOJ A3.

8 Desember 2016 14:43 WIB

Petani memanen padi.
Petani memanen padi. dok. Jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menyandang predikat daerah lumbung padi, Kabupaten Banyuwangi terus mengembangkan varietas padi organik. Terbaru, tiga varietas padi organik berhasil dipatenkan, terdaftar di Kementerian Pertanian. 

Lanud Sultan Iskandar Muda Terima Bibit Padi

Ketiganya varietas padi organik itu adalah Beras Merah Varietas Blambangan A3, Beras Merah Varietas Hitam Melik A3, dan Beras Putih Varietas SOJ A3. Varietas ini menjadi andalan baru para petani di ujung timur Jawa tersebut.

"Kami mendaftarkan tiga varian padi ini pada pertengahan Oktober lalu. Setelah proses verifikasi, Kementerian Pertanian menerbitkan tanda resmi terdaftarnya masing-masing varietas sebagai jenis plasma nutfah Banyuwangi," papar Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan, Ikrori Hudanto, dikutip dari Banyuwangikab.go.id.


Kementan Terapkan Strategi Culik Tanam Padi di NTT

Ikrori juga mengatakan bahwa pendaftaran tiga jenis padi ini sebagai cara guna melindungi varietas padi asli Banyuwangi. Apalagi saat ini bibit padi organik mulai dilirik oleh petani luar daerah untuk dikembangkan di wilayah masing-masing.

"Untuk itu, kami memproteksi sedini mungkin untuk mengantisipasi pengakuan daerah lain."

Selain itu, pengembangan varietas lokal ini diharapkan bisa mendorong produksi beras organik di Banyuwangi, mengingat minat pasar organik sangat tinggi.

Ikrori menjelaskan, ketiga varietas ini telah dikembangkan di sejumlah kecamatan, seperti Kecamatan Singojoruh, Glagah, Licin, Genteng, Glenmore, Sempu, Songgon, dan Rogojampi. Masing-masing varietas itu juga memiliki ciri khas.

Misalnya, Beras Merah Blambangan A3 memiliki butiran padi ramping, warnanya coklat, dan saat di masak rasanya pulen. Selanjutnya, Beras Hitam bentuk bijinya ramping, warnanya kuning, dan pulen. Sedangkan beras SOJ A3 bulirnya yang bulat dengan warna kuning keemasan dan pulen.

“Ini sedang diburu masyarakat. Sebab, penghasil karbohidrat, kandungan gizinya juga bagus,” tukas Ikrori.

Selain memproteksi varietas padi, pengembangan varietas lokal ini diharapkan mendorong produksi beras organik di Banyuwangi. Apalagi, permintaan pasar organik sangat tinggi.

Ikrori mengatakan, di tingkat pasar, beras organik SOJ A3 dipatok Rp 20.000 per kilogram. Sedangkan, beras merah dan hitam organik tembus Rp 25.000 hingga Rp 30.000 per kilogram.

 

Sukseskan Swasembada Pangan, Benih Unggul Padi Hibrida Jadi Pilihan Utama Petani

Penulis : Riana
×
×