logo


Peternak: Pemerintah Belum Serius Cegah Pemotongan Sapi Betina

Jika pemerintah bersungguh-sungguh melakukan upaya pencegahan pemotongan sapi betina di Tanah Air seharusnya ada langkah-langkah konkret yang harus dilakukan.

18 November 2016 10:59 WIB

Ilustrasi, peternak sapi potong.
Ilustrasi, peternak sapi potong. ppski.or.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Maraknya pemotongan sapi betina di sejumlah Rumah Potong Hewan (RPH) saat ini dinilai Sekjen Perhimpunan Peternakan Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI), Rochadi Tawaf, sebagai bukti belum seriusnya pemerintah dalam mencegah pemotongan sapi betina.

Kemendag: Pemerintah Terus Berkomitmen Meningkatkan Populasi Sapi Lokal

“Sampai sekarang kan masih banyak sapi betina yang dipotong di RPH-RPH. Pemerintah sudah berkali-kali berjanji akan mencegah upaya pemotongan sapi betina, tetapi nyatanya masih saja terjadi,” tutur Rochadi saat di hubungi Jitunews.com, Jumat (18/11).

Lebih lanjut, Rochadi mengatakan bahwa jika pemerintah bersungguh-sungguh melakukan upaya pencegahan pemotongan sapi betina di Tanah Air seharusnya ada langkah-langkah konkret yang harus dilakukan.


Usaha Peternakan Sapi Perah Berada Pada Kondisi ‘Hidup Enggan Mati Tak Mau’

“Nyatanya belum ada dan sapi betina terus saja dipotong,” papar Rochadi.

Menurutnya, langkah pemerintah untuk meningkatkan populasi sapi di tanah air tidak akan terwujud dengan baik apabila sapi betina terus dipotong.

“Mana bisa meningkatkan populasi kalau sapi betina yang menjadi indukan terus-terusan dipotong,” ujar Rochadi.

Oleh karenanya, Rochadi berharap agar pemerintah melakukan pengawasan yang ketat di setiap RPH yang ada, sehingga pemotongan sapi betina dapat dicegah dan ke depannya populasi sapi di tanah air terus meningkat.

 

Peternak: Upaya Peningkatan Populasi Ternak Sapi Masih Belum Maksimal

Penulis : Siprianus Jewarut, Riana
×
×