logo


Lomba Cipta Menu Sragen: Bahan Pangan Murah Disulap Jadi Makanan Mewah

Lomba ini diikuti oleh perwakilan ibu-ibu PKK dari 20 Kecamatan se-Sragen.

15 November 2016 10:30 WIB

Pemerintah Kabupaten Sragen melalui Kantor Ketahanan Pangan Sragen menyelenggarakan Lomba Cipta Menu pada Senin (14/11) di Sasana Manggala Sukowati, Sragen, Jawa Tengah. Lomba ini diikuti oleh perwakilan ibu PKK dari 20 Kecamatan se-Sragen.
Pemerintah Kabupaten Sragen melalui Kantor Ketahanan Pangan Sragen menyelenggarakan Lomba Cipta Menu pada Senin (14/11) di Sasana Manggala Sukowati, Sragen, Jawa Tengah. Lomba ini diikuti oleh perwakilan ibu PKK dari 20 Kecamatan se-Sragen. Jitunews/Miftahul Abrori

SRAGEN, JITUNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Sragen melalui Kantor Ketahanan Pangan Sragen menyelenggarakan Lomba Cipta Menu pada hari Senin, tanggal 14 November 2016 di Sasana Manggala Sukowati, Sragen, Jawa Tengah. Lomba ini diikuti oleh perwakilan ibu-ibu PKK dari 20 Kecamatan se-Sragen.

Sragen Creative Festival 2016 Digelar Tiga Hari di Rumdin Bupati Sragen

Tiga kategori lomba dan pemenang acara tersebut antara lain juara 1 lomba cipta menu kategori B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman) diraih Dinar Tri Maknowati dari PKK Masaran, kategori Makanan Khas Sragen dari Bahan Lokal juara 1 dimenangkan Latifah Anis Setyowati dari PKK Tangen, dan Indah Lilis menjadi juara 1 kategori Kudapan dari Singkong.

Latifah Anis Setyowati menyabet juara berkat sembilan menu yang ia sajikan, di antaranya cake labu/waluh, skutel mie jagung, hot dog pancake isi tepung singkong, sosis dan sayuran. Lalu bubur jagung, puding jagung yang dikombinasikan dengan buah, dan es kopyor.


Sragen Creative Festival 2016: Komunitas Bersahabat Ciptakan Sragen Kreatif

“Saya hobi memasak dan biasa menyajikan makanan tersebut untuk keluarga. Saya berkreasi dengan resep tepung terigu yang diganti dengan bahan lokal,” ujar Anis kepada Jitunews.com di Sragen, Senin (14/11).

Lebih jauh Anis mengatakan, lomba tersebut juga mampu menunjukkan kepada masyarakat bahwa bahan pangan lokal yang murah bisa diolah menjadi aneka ragam makanan yang mewah. 

“Bahan pangan murah bisa dibuat untuk barang mewah. Makanan lokal bisa dibuat makanan yang modern,  dan rasanya tidak kalah dengan bahan terigu dan beras,” tegasnya.

Seperti Anis, Indah Lilis juga menyajikan makanan lokal dengan tampilan modern. Ia membuat kudapan dari singkong menjadi black forest dan roll cake tape keju cokelat.

“Singkong bisa dibuat makanan modern, tidak hanya dibuat gethuk lindri. Saya membuat menu singkong dengan perpaduan resep tradisional dan modern,” jelasnya.

Sementara Dinar Tri Makno Wati, membuat berbagai menu, di antaranya lempah kuning dari daun kedondong, pepes dari daun mangkoan, dendeng dan lumpia dari jantung pisang, dan nasi jagung. Untuk minuman, ia menyajikan sari buah dari kombinasi jambu merah, apo, jeruk nipis dan madu.

“Sari buah ini bisa menurunkan panas, menyembuhkan pilek dan influenza. Cocok untuk anak-anak,” kata Dinar.Membuat makanan sehat, menurutnya, tidak perlu membutuhkan biaya yang mahal karena bisa memanfaatkan tanaman di lingkungan sekitar. Ia berharap para ibu-ibu lebih memperhatikan makanan yang disajikan untuk keluarga.

“Kebanyakan masyarakat suka masakan instan. Kami harapkan ibu-ibu membuat makanan yang lebih sehat. Terkadang tanaman yang kita anggap sepele ternyata bisa kita manfaatkan,” pungkas Dinar.

Pelaku Ekonomi Kreatif Perlu Apresiasi Agar Tidak Meninggalkan Sragen

Penulis : Miftahul Abrori, Riana
×
×