logo





PBNU Meyakini Kericuhan Bukan oleh Pengunjuk Rasa Bela Islam

PBNU juga menyayangkan kelambanan pemerintah dalam melakukan komunikasi politik dengan rakyatnya.

7 November 2016 20:31 WIB

Ketua PBNU, Said Aqil Siradj.
Ketua PBNU, Said Aqil Siradj. Antara


JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengapresiasi aksi damai 'Bela Islam' yang diikuti oleh ribuan massa umat muslim yang dilaksanakan beberapa hari yang lalu di Istana Negara.

RPTRA Kalijodo Diresmikan, Ahok Janjikan Buka 24 Jam

"Sebagai bagian dari cara berdemokrasi yang beradab dari niat tulus meluruskan etika kepemimpinan. Kami mengapresiasi #aksidamai411 karena hakikat kepemimpinan adalah teladan yang baik. Pemimpin tidak boleh berujar kalimat-kalimat kotor yang menimbulkan kontroversi bahkan melahirkan perpecahan, bak kata pepatah keselamatan seseorang adalah dengan menjaga lisannya," ujar Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siraj di Jakarta, Senin (7/11).

Menurutnya, sangat tidak tepat apabila aksi damai 'Bela Islam' dicap telah ditunggangi oleh kelompok-kelompok tertentu, namun alangkah bijaksananya apabila semua pihak mengambil pembelajaran dari aksi yang diikuti oleh ribuan massa umat muslim tersebut.


Komisi X Sayangkan Beredarnya Buku 'Aku Berani Tidur Sendiri'

Adanya kericuhan yang sempat terjadi pada aksi 'Bela Islam', PBNU meyakini bahwa kericuhan itu bukan dilakukan oleh massa aksi damai 'Bela Islam' namun itu ditengarai dilakukan oleh kelompok-kelompok yang ingin merusak kemurnian dan niat suci dari tujuan aksi damai 4 November tersebut. Oleh karena itu aparat penegak hukum harus menindak pihak-pihak yang ingin menodai niat luhur dari aksi damai tersebut.

Dalam hal ini, PBNU juga menyayangkan kelambanan pemerintah dalam melakukan komunikasi politik dengan rakyatnya terkait persoalan adanya dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

"PBNU mendesak kepada pemerintah untuk segera melakukan dialog yang lebih intensif dengan seluruh lintas tokoh pemuka agama sehingga terbangun kondisi yang kondusif. PBNU juga menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk bersatu padu membangun ukhuwah dan memperkokoh ikatan bangsa," tutupnya.

Mendagri: Saya Tidak Membela Si Ahok, Saya Hanya Membela Presiden


Penulis : Khairul Anwar, Syukron Fadillah
Tag:

Komentar