logo


Bamboo Biennale 2016 Hadirkan Beragam Kreativitas dari Bambu

Event ini menampilkan 22 instalasi bambu karya ahli bambu, arsitek, dan perajin dari dalam maupun luar negeri

17 Oktober 2016 20:15 WIB

Pengujung berjalan diatas bangunan yang terbuat dari bambu pada pameran Bamboo Biennale 2016 di Benteng Vastenburg Solo.
Pengujung berjalan diatas bangunan yang terbuat dari bambu pada pameran Bamboo Biennale 2016 di Benteng Vastenburg Solo. Jitunews/Miftahul Abrori


SOLO, JITUNEWS.COM–  bertema "HOPE" digelar di Benteng Vastenburg Solo, Jawa Tengah, pada tanggal 8 hingga 30 Oktober 2016. Event ini menampilkan 22 instalasi bambu karya ahli bambu, arsitek, dan perajin dari dalam maupun luar negeri.

Menguak Pengaruh Positif Hadirnya Tanaman Hias di Rumah

Koordinator Pameran Outdoor, Nanang Musha mengatakan, instalasi tersebut selain sebagai karya seni juga memiliki fungsional art, yakni karya seni yang bisa digunakan.

“Tidak melulu estetika. Bambu bisa digunakan sebagai bangunan publik, selain material kayu, besi, dan beton,” kata Nanang, kepada jitunews.com, di Solo.


Kaktus Hias: Beda Nama, Beda Keindahan, Beda Pula Sensasinya

Acara yang digelar dua tahun sekali itu berupaya untuk memuliakan bambu. Karena itu, Nanang berharap, masyarakat bisa mengenal potensi bambu sebagai material bangunan murah dan mudah didapatkan. Apalagi masyarakat modern saat ini mulai sadar memakai material ramah lingkungan.

“Bambu adalah material masa depan dan bisa menggantikan material lainnya, kayu misalnya. Bambu mudah ditanam dan masa panen lebih cepat dibanding kayu, yang butuh lima hingga sepuluh tahun untuk bisa dipanen. Apalagi ketersediaan kayu di hutan menipis. Ketika kayu habis, sangat mungkin bambu digunakan,” jelas Nanang.

Gelaran acara tersebut mengundang antusias dari masyarakat Solo dan sekitarnya. Nanang mengungkapkan, dalam sehari event tersebut dikunjungi hingga 4.000 orang. Pengunjung berfoto dan selfie dengan latar instalasi bambu. Begitulah cara mereka mengapresiasi bambu sebagai obyek selfie. Hal itu juga sebagai publikasi kepada masyarakat ketika diunggah di media sosial.

“Ketika foto diunggah di media sosial, teman-temannya melihat dan tertarik, sehingga datang di Bamboo Biennale. Bahkan ada juga pengunjung yang datang berkali-kali,” ujar Nanang.

Untuk diketahui, panitia memberlakukan sistem ticketing gratis kepada pengunjung. Mereka cukup menuliskan nama dan data lainnya.

Nanang menambahkan, panitia saat ini sedang menyusun database penonton, yang tidak hanya berhenti di angka. Dari data pengunjung, panitia bisa mengetahui daerah asal mereka dan berguna untuk sosialisasi acara-acara mendatang.

10 Tanaman Hias Langka di Dunia


Penulis : Miftahul Abrori, Christophorus Aji Saputro
Tag:

Komentar

    ×
    ×