logo


Mahasiswa IPB Ciptakan Robot untuk Bantu Pekerjaan Petani

Robot TRX bisa digunakan untuk mengontrol tanaman, yakni dengan menambahkan kamera seperti GoPro, Bpro, dan sejenisnya di bagian atas TRX

10 Mei 2016 11:31 WIB

Tim TRX tengah memamerkan robot buatannya.
Tim TRX tengah memamerkan robot buatannya. mediatani.com

BOGOR, JITUNEWS.COM - Inovasi bidang teknologi lahir dari tangan kreatif mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB). Inovasi tersebut berupa robot jelajah lahan pertanian yang mengusung teknologi Terresterial Robotic Vehicle (TRV). 

Tim pemrakarsa robot yang terdiri atas Rizky Agung Prandita, Bayu Wicaksana, Muhammad Shopia Ramdhaan, Ari Wakhid Subekti, Zaky Ibrahim itu diberi nama TRX. Mereka adalah sekelompok mahasiswa dari Departemen Teknik Mesin dan Biosistem (TMB) IPB.

Menurut salah satu anggota tim periset, Ari Wakhid Subekti, yang menarik dari robot TRX ini adalah kemampuannya dalam menjelajah di segala jenis kontur jahan untuk membantu pekerjaan para petani. Yang membanggakan, robot TRX ini pun telah menyabet juara dalam Tanoto Student Research Awards (TSRA) tahun 2015 lalu.


Tim Pengawalan SPIP Dukung Tercapainya UPSUS SIWAB

"TRV biasanya dirancang untuk militer. Ternyata, konsep tersebut bisa juga diaplikasikan untuk bidang pertanian, yakni sebagai robot jelajah yang berjalan stabil di lahan bergelombang," ucap Ari, dikutip dari mediatani.com.

Ari menjelaskan, robot bersistem crawler atau trek karya timnya menggunakan bahan kayu jenis merbau. Alasannya, kayu memiliki nilai adhesi yang rendah terhadap tanah sehingga lebih ringan, mudah diperoleh dan ekonomis.

"Adhesi kayu yang rendah menyebabkan tanah tidak lengket pada trek ketika robot menjelajahi lahan, Otomatis TRX bisa melaju lebih ringan dan mudah berjalan di lahan bergelombang," ujar Ari.

Saat ini, TRX masih berupa prototype. Kendati demikian, ukurannya dirancang tidak terlalu besar supaya bisa tetap menjelajah di lahan yang sempit. Sedangkan sistem kendali robot pertanian ini menggunakan android navigation interface dengan perantara wifi atau bluetooth.

"Penggunaan wifi bisa berjarak 50 meter, namun bluetooth hanya dua meter. TRX dapat berjalan di lahan kering dengan kecepatan mencapai 0.788 kilometer per jam," terang Ari.

TRX, lanjut Ari, sudah diuji coba untuk menyiram tanaman dengan menyematkan sprayer di bagian belakang. Robot juga bisa mengontrol tanaman, yakni dengan menambahkan kamera seperti GoPro, Bpro, dan sejenisnya di bagian atas TRX.

Selain itu, pemanfaatan lainnya adalah untuk menanam kedelai. Caranya, pada TRX disematkan alat yang bisa menggali lubang sendiri. Kemudian biji ditaruh di dalam wadah yang merupakan bagian dari tubuh TRX, dan akan terbuka untuk menjatuhkan biji pada lubang tersebut.

"Diperlukan telaahan lebih lanjut mengenai pengembangan TRX. Bahkan meski telah dikembangkan sedemikian rupa, masih terdapat sedikit kesalahan," pungkas Ari.

Inovasi Jitu Awetkan Cabai Hingga 6 Bulan

Halaman: 
Penulis : Riana
×
×