logo


Ganjar Pranowo Akan Coba Aplikasi Nelayan Pintar

Nelayan masih mengandalkan teknologi tradisional untuk tangkap ikan

25 April 2016 14:18 WIB

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. JITUNEWS/Johdan A.A.P

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Dalam rapat koordinasi bidang kemaritiman PDI-P di Jakarta, Minggu (24/4) kemarin, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menawarkan diri untuk melakukan uji coba aplikasi Smart Fisheries atau Nelayan Pintar.

"Nelayan kita tidak boleh lagi mencari ikan, dia harus menangkap ikan. Ukuran kapan melaut juga harus digitalisasi," kata Ganjar, dalam kesempatan tersebut.

Kendati demikian, diakui Ganjar, aplikasi Nelayan Pintar tidak dapat diterapkan untuk seluruh nelayan. Aplikasi ini, jelasnya, baru bisa digunakan untuk kapal dengan kapasitas kelas menengah.


Kementan Optimis Langkah Upsus Mampu Dongkrak Produksi Sektor Pangan NTT

Penawaran diri Ganjar itu menyusul pernyataan dari Ketua DPP Bidang Kemaritiman PDI-P, Rokhmin Dahuri yang mengatakan, aplikasi Nelayan Pintar akan membantu nelayan untuk mengetahui lokasi ikan sesuai zona penangkapan, perkirakan kondisi cuaca, kondisi gelombang laut, dan estimasi harga ikan di tempat pelelangan.

Lahirnya aplikasi ini, terang Rokhim, karena banyak nelayan yang kesulitan mencari informasi akurat mengenai keadaan laut ketika ingin menangkap ikan.
"Nelayan kalau pergi ke laut itu tergantung posisi tidur istri. Kalau ke kanan berarti melaut ke timur. Kalau ke kiri berarti melaut ke barat. Jadi nelayan gambling," kata Rokhmin, dalam kesempatan yang sama.

Ditambahkan Rokhmin, aplikasi Nelayan Pintar dikembangkan sebagai fungsi tambahan dari sistem vessel management system (VMS) yang wajib digunakan seluruh kapal penangkap ikan. Adapun pengembang dari aplikasi ini adalah Koperasi Jasa Gerakan Nelayan Tani Indonesia (Kopja Ganti), organisasi sayap PDI-P yang bekerjasama dengan PT Media Rekayasa Lintas.

 

Tim Pengawalan SPIP Dukung Tercapainya UPSUS SIWAB

Halaman: 
Penulis : Christophorus Aji Saputro