logo


Mahasiswa UB Ajarkan Warga Buat Baterai dari Limbah Tulang Ikan

Pelatihan yang dilaksanakan di Balai Dusun Sendang Biru itu dihadiri perwakilan dari 25 Pokdarwis se-kabupaten Malang

25 April 2016 13:20 WIB

Ilustrasi tulang ikan
Ilustrasi tulang ikan IST

MALANG, JITUNEWS.COM - Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (JTE FT-UB) menggelar pelatihan bertajuk "Edupreneur Piranti Elekronik Berbasis Solar Cell" untuk mengenalkan pemanfaatan teknologi energi alternatif ramah lingkungan kepada warga Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Sabtu (16/4/16) lalu.

Indonesia dan Italia Retas Kerja Sama Energi, Apa yang Menarik?

Pelatihan yang dilaksanakan di Balai Dusun Sendang Biru itu dihadiri perwakilan dari 25 Pokdarwis se-kabupaten Malang. Para peserta tersebut dibekali kemampuan pelatihan pembuatan baterai dari tulang ikan.

Khusus untuk pelatihan pembuatan baterai dari limbah tulang ikan, alat ini dapat dimanfaatkan untuk baterai solar cell ataupun souvenir. Dari hasil penelitian, limbah tulang ikan dapat berfungsi sebagai elektrolit dan menyimpan tenaga listrik dalam bentuk ion.


Percepat Proyek 35.000 MW, PLN Teken 8 Kontrak Pembangkit Listrik

Dosen FT UB yang juga penggagas kegiatan, Eka Maulana mengungkapkan, limbah ikan di sana masih banyak dibuang, padahal bisa digunakan untuk baterai. "Kemarin diuji coba hasilnya bisa menghasilkan tegangan 1,4 Volt. Dari segi tegangan dan arus masih perlu diteliti. Nanti kita coba dengan tambahan bahan-bahan lainnya," ungkap Eka dalam keterangan pers yang diterima seperti dilansir Republika.co.id, Jakarta, Senin (25/4).

Selain pelatihan pembuatan baterai dari tulang ikan, peserta juga dibekali kemampuan merakit panel surya, pelatihan manajemen menuju desa wisata mandiri, teknik sablon dan merchandise, serta pelatihan industri kreatif dan digital marketing.

Dari kajian tim, potensi yang sangat menonjol dari Desa Tambakrejo adalah desa wisata. Pasalnya, terdapat 10 pantai yang berpotensi dan belum banyak diketahui masyarakat. Menurut Eka, kondisi pantai masih sangat alami dan bersih.

Selain itu, Eka menambahkan, jaringan listrik juga belum masuk ke daerah pantai tersebut. Pantai-pantai itu diantaranya pantai Sendiki, Clungup, Gatra, Bangsong, Asmoro, Sapana, Mini, Batu Pecah, Bukit Wareng, dan Tiga Warna.

“Melihat potensi pantai yang bisa disinari matahari hingga 11 jam, maka kami berupaya mengembangkan solar cell disana,” ujat Eka.

“Pertamina Ekspedisi Setapak” Donasikan 2039 Pasang Sepatu ke 8 Sekolah di Banten

Penulis : Deni Muhtarudin