logo


Mari Beternak Ikan Bandeng

3 Oktober 2014 10:10 WIB

ISTIMEWA
ISTIMEWA

Ikan Bandeng (Chanos chanos), dalam bahasa inggris disebut milkfish ikan ini menetas di laut dalam, setelah 2-3 minggu menetas kemudian bermigrasi ke tepi pantai dan bakau –bakau dan kembali lagi ke tengah laut untuk berkembang biak. Bentuk tubuh ikan bandeng ini adalah langsing seperti torpedo dan berenang cepat, berwarna putih perak dan pemakan ganggang biru berupa tumbuhan plankton, lumut, klekap yang tumbuh di dasar perairan. Ikan ini dibudidayakan untuk konsumsi rumah tangga dan restoran berupa bandeng gulai, goreng, pindang, asap dan bakar.   

Ikan bandeng mulanya hidup di lautan Hindia dan Pasifik. Bandeng hidup secara bergerombol di sekitar pesisir dan pulau-pulau terumbu karang. Namun ahir-ahir ini hidup di air payau, danau  mapun air tawar.

Budidaya pembesaran ikan bandeng lebih cocok dilakukan di tambak air payau dengan menumbuhkan pakan alami maupun pemberian pakan buatan atau pelet. Kadar tanah pH yang optimal untuk ikan bandeng antara 7-8, dengan kandungan oksigen terlaru 3,5 ppm. Juga dapat menyesuaikan diri dengan perbedaan salinitas yang ekstrim. 


Budaya Makan Ikan Ditingkatkan di Kalangan Masyarakat

Berikut ini langkah budidaya ikan bandeng :

Pertama pemilihan lokasi

Lokasi tambak budidaya ikan bandeng adalah lahan yang harus mendapatkan pasang surut air laut yang cukup dengan ketinggian ideal 1,5-2,5 m. Jika ketinggian pasang surut air lebih rendah dari 1 meter maka diperlukan pompa dengan pengaturan kadar garam bagi habitat ikan bandeng. Kemudian tekstur tanah yang ideal adalah liat berpasir karena tanah jenis ini bisa menahan air. Lokasi atau habitat bandeng adalah berada di hutanmangrove dengan mempertimbangkan faktor keamanan bagi peternak bandeng.

Kedua persiapan tambak

Untuk menyiapkan lahan tambak maka perhatikan hal-hal berikut ini :

  • Perbaikan sarana prasarana seperti pintu air, pematang, caren, saringan, saluran pemasukan, saluran pengeluaran dan peralatan lainnya seperti pompa air, jala lingkar untuk sampling pertumbuhan ikan.
  • Pengeringan lahan tergantung dengan cuaca dan kondisi tanah. Tanah dengan ketebalan lumpur dalam membutuhkan waktu lebih dari 3 minggu sedangkan tanah liat berpasir membutuhkan waktu 10 hari. Tujuan pengeringan ini adalah mempercepat penguapan gas racun-racun, memberantas hama penyakit, mempercepat proses penguraian dan menaikan pH tanah.
  • Pengangkatan lumpur yang harus dilakukan secara bertahap karena lumpur  ini banyak mengandung bahan organik dan gas-gas beracun seperti asam sulfida sehingga lumpur ini perlu diangkat lalu endapan lumpur diangkat kepermukaan tanggul.
  • Pengapuran tanah bertujuan untuk meningkatkan pH tanah serta membunuh bakteri pathogen yang ada dan organisme hama. Kapur yang digunakan untuk pekerjaan ini adalah kapur pertanian (CaCO3). Dosis yang digunakan tergantung pada kondisi pH tanah. Semakin rendah pH tanah maka kebutuhan kapur untuk pengapuran semakin banyak.
  • Pemupukan dalam pemeliharaan ikan bandeng dibutuhkan makanan yang  berupa makanan alami dan makanan buatan. Jenis makanan alami ditambak dapat berupa klekap, lumut, plankton, dan organisme dasar atau benthos. Namun demikian jarang sekali semua jenis tersebut dapat hidup dan tumbuh dalam tempat dan waktu yang bersamaan
  • Pengisian air sebelum tebar terjadi pada saat pasang naik cukup tinggi air dimasukan kedalam tambak setelah melalui saingan di pintu air pemasukan (inlet). Ketinggian air di pelataran tambak lebih kurang 10 cm. Kemudian pintu air pemasukan ditutup dan air dalam tambak dibiarkan selama tiga hari, dengan tujuan untuk memperbaiki struktur tanah agar berada pada kondisi baik untuk pertumbuhan pakan alami. Pada saat pemasukan air berikutnya dilakukan penggunaan Saponin (tea seed) untuk pemberantasan hama yang ada di dalam tambak dan untuk merangsang pertumbuhan phytoplankton. Setelah diberi saponin, tambak dibiarkan hingga    5-7 hari. Setelah diyakini bahwa berbagai hama di dalam tambak telah mati, maka pengisian air kembali dilakukan.

Ketiga persiapan benih

Benih yang disiapkan adalah nener berukuran 5-7 cm. Ukuran benih ikan ini sudah dapat digunakan pada kegiatan penggelondongan. Sedangkan kegiatan penggelondongan adalah kegiatan lanjutan pemeliharan benih dari ukuran gelondongan kecil (pre-fingerling) hingga mencapai ukuran gelondongan. Kegiatan penggelondongan ini dilakukan kurang lebih selama 30 hari atau pada saat ukuran berat ikan antara 3-5 gr/ekor. Setelah kegiatan penggelondongan baru benih ikan bandeng dapat dipelihara di petak pembesaran.

      Keempat penebaran benih

        Ada hal-hal yang perlu diperhatikan saat melakukan penebaran benih yaitu :

  • Padat Tebar. Pada benih ikan bandeng yang ditebar disesuaikan dengan metode pembesaran ikan bandeng yang telah dilaksanakan, untuk metode tradisional padat tebarnya adalah 2-3 ekor/ m. Lama pemeliharaan pada pembesaran ikan bandeng secara metode tradisional adalah 4 bulan
  • Waktu Penebaran. Benih bandeng harus segera ditebar setelah petakan tambak siap. Warna air tambak juga harus terlihat kehijauan oleh plankton. Keterlambatan penebaran akan memberikan peluang hama dan penyakit berkembang di dalamnya. Waktu penebaran pada pukul 16.00-18.00 WIB  menjelang matahari terbenam atau pada pukul 07.30 saat matahari mulai terbit, karena pada waktu ini kondisi fluktuasi suhu tidak terlalu mencolok, parameter air dan lingkungan juga tidak banyak berubah.
  • Aklimatisasi adalah proses penyesuaian biota yang dipelihara dengan lingkungan baru yang akan digunakan untuk budidaya ikan. Melalaui proses adaptasi ini secara fisiologi dan kebiasaan hidupnya secara perlahan-lahan disesuaikan dengan lingkungan barunya. Dalam kegiatan aklimatisasi sebelumnya akan disediakan petakan khusus seperti petakan yang sangat sempit yang dibuat hanya untuk sementara dalam kegiatan aklimatisasi atau penyesuaian benih pada tambak. Ukuran petak ini disesuaikan dengan banyaknya benih yang akan disebarkan.

Kelima pemberian pakan

Adapun Jenis pakan yang akan diberikan  yaaitu pakan buatan yang berbentuk pelet dengan ukuran yang disesuaikan pada ikan, kandungan nutrisi yang dibutuhkan dalam pakan ikan bandeng  antara lain protein, karbohidrat, lemak, asam lemak, vitamin serta mineral. Pakan hidup adalah organisme hidup dalam tambak yang berfungsi sebagai pakan ikan. Dan untuk pakan alami adalah  plankton yang berfungsi penghasil oksigen dalam air.

Hama dan penyakit

Adapun jenis hama yang harus diperhatikan dalam budidaya ikan bandeng yaitu ikan pemangsa seperti kakap, kerong-kerong, payus, bulan-bulan dan jenis ikan penyaing seperti tilapia, dan belanak. Lalu ada ketam/kepiting, belut, tonang, yang merupakan hama yang sering membuat lubang dan merusak pematang pada tambak dan yang terakhir jenis hama ular air dan burung seperti, pucuk ikan, bangau, dan lainnya, sebagai pemangsa yang sering mengancam kehidupan ikan dalam kegiatan budidaya di tambak.

Selain itu perlu diperhatikan pengontrolan tambak secara terus-menerus agar dapat mengurangi serangan hama , membasmi organisme pengganggu dengan cara menggunakan kapur dan urea pada saat persiapan tambak  atau pemakan bentik yang tumbuh di sekitar tambak. Larva chironomid, cacing polychaete, dan siput yang merupakan sumber penyakit.

Sedangkan ikan bandeng yang berpenyakit ditandai dengan gejala menurunnya nafsu makan, susunan sisik rusak, ikan terlihat malas, sirip ekor patah dan menyebabkan Fiorrot Disease. Penyakit ikan bandeng diantaranya adalah Caligus Sp dan Piscicolla Sp. Timbulnya penyakit pada ikan disebabkan karena ketidakserasian antara 3 faktor, yaitu kondisi lingkungan, kondisi ikan itu sendiri, dan organisme patogen.

Pemanenan

Panen ikan bandeng dilakukan secara bertahap dengan metode menyerang air atau yang dikenal dengan sebutan ngerocok. Hal ini sesuai dengan sifat bandeng yang selalu menentang arus (aliran air). Caranya adalah pada saat surut air tambak dikeluarkan sebagian. Kemudian pada saat terjadi pasang yang cukup tinggi, air baru dimasukan ke tambak melalui pintu air yang ditutup dengan saringan kasar, ikan bandeng akan segera menyongsong datangnya air baru tersebut.

Dengan demikian, ikan akan terkumpul dalam petak penangkapan (catching pond)., lalu ikan ditangkap dengan menggunakan jaring. Ada juga yang disebut  panen yang dilakukan dengan cara pengeringan tambak. Caranya adalah air dalam tambak dikeluarkan secara perlahan-lahan sampai air yang ada di dalam tambak hanya mengisi bagian pada caren saja. Ikan bandeng akan berkumpul di caren tersebut.

Pemanenan dapat dilakukan dengan alat berupa jaring yang ditarik (diseret) sepanjang caren. Dapat juga menggunakan kerai bambu yang didorong sepanjang caren oleh beberapa orang. Dengan kerai ini, ikan dikumpulkan disuatu tempat tertentu yang luasnya terbatas (sempit). Selanjutnya dilakukan penangkapan dengan alat tanggok (scoop net).

KKP Harapkan Dukungan AS Dalam Pengawasan Perairan

Halaman: 
Penulis : Riana
×
×