logo


Indonesia Perlu Investasi Kelautan "Blue Economy"

11 Agustus 2014 14:50 WIB


MANADO, JITUNEWS.COM - Gubernur Sulawesi Utara Sinyo Harry Sarundajang mengatakan Indonesia perlu mendorong masuknya investasi di sektor kelautan dan perikanan yang bernafaskan konsep ekonomi biru (blue economy) agar menciptakan produksi komoditas kelautan dan perikanan berkualitas serta berkelanjutan.

Konsep ekonomi biru bisa mencapai ketahanan pangan dan mensejahterakan yang mendorong peran swasta dalam pembangunan ekonomi pro lingkungan, melalui pengembangan bisnis dan investasi inovatif dan kreatif, kata Gubernur Sarundajang, dikutip Kabag Humas Setdaprov Sulut, Jemmy KUmendong, di Manado, Senin (11/8).

Sarundajang mengatakan masa depan kita berada di lautan, pesisir dan kepulauan, karena itu jaga potensi sumber sumber daya ikan, rumput laut, udang serta produk lainnya dari laut," Menurut Sarundajang, mengelola produksi perikanan bukan hanya sekedar menangkap ikan, tapi bagaimana industri pengelolaan memanfaatkan teknologi, sehingga menghasilkan produk berkualitas dan siap ekspor.

Wilayah Indonesia mencapai 5.193.252 Km2 yang terdiri atas 1.890.754 Km2 luas daratan dan 3.302.498 km2 luas lautan. Berarti luas daratan hanya sekitar satu pertiga dari luas seluruh Indonesia. Sedangkan dua pertiga berupa lautan. Namun, Kenyataannya, sampai saat ini, Indonesia masih lebih mengandalkan sumber daya alam di darat ketimbang di laut.

Gubernur Sarundajang mengatakan pemikiran ekonomi biru lebih berkonsentrasi pada sektor perikanan dan kelautan, dan itu sudah berkembang sejak era 1990-an, namun masih sebatas kajian akademis. Karena itu perlu upaya dan pendekatan dalam memperkenalkan konsep ini agar menjadi bagian dari kebijakan pemerintah.

Suatu konsep yang bertujuan untuk menghasilkan pertumbuhan ekonomi dari sektor kelautan dan perikanan, sekaligus menjamin kelestarian sumber daya serta lingkungan pesisir dan lautan. Model pendekatannya tidak lagi mengandalkan pembangunan ekonomi berbasis eksploitasi sumber daya alam dan lingkungan berlebihan.

Konsep ekonomi biru dikembangkan untuk menjawab tantangan, bahwa sistem ekonomi dunia cenderung ekploitatif dan merusak lingkungan. Artinya, konsep ini merupakan penyempurnaan sekaligus perkayaan ekonomi hijau dengan semboyan "Blue Sky-Blue Ocean". Ekonomi tumbuh, rakyat sejahtera, langit dan laut tetap biru, kata Sarundajang. (ANT)

 

Ada Pihak yang Ingin Melengserkan, Susi Pudjiastuti: Ya Wajar Saja

Halaman: 
Penulis :
×
×