logo


Pelabuhan Perikanan Berbasis Lingkungan Mulai Dikembangkan

23 Juli 2014 17:00 WIB


JAKARTA – Pemerintah mulai serius melakukan pengembangan pelabuhan perikanan berbasis lingkungan atau Eco Fishing Port. Adalah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang saat ini terus menciptakan pelabuhan perikanan tersebut. “Penerapan ecoport merupakan langkah yang sistematis untuk membangun dan memelihara pelabuhan perikanan yang bersifat ramah terhadap lingkungan hidup,” kata   Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP, Gellwynn Jusuf, di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, pelabuhan perikanan berbasis lingkungan memerlukan partisipasi semua stakeholder secara sukarela. Sehingga dengan demikian dapat mengurangi permasalahan lingkungan di pelabuhan, seperti rendahnya mutu air laut, rendahnya mutu udara dan kebisingan, rusaknya keanekaragaman hayati, cagar budaya, serta tingginya risiko terhadap keselamatan dan kesehatan kerja karyawan pelabuhan. 

"Penerapan eco fishing port maka aktivitas pendaratan, pembongkaran kapal, sampah, serta konsumsi penggunaan air dan energi dapat dimonitor. Nantinya pelaksanaan eco fishing port dilakukan dalam empat tahap, yakni tahap inisiasi (2010–2013), tahap pengembangan I (2013–2015), tahap pengembangan II (2015–2017) dan tahap pengembangan III (2017–2020)," paparnya.

Di samping itu, tambahnya, ada juga tahap inisiasi yang telah dilakukan dengan mengimplementasikan program K5 (kebersihan, ketertiban, keamanan, keindahan, dan keselamatan kerja) Pelabuhan Perikanan (PP) termasuk di dalamnya pelaksaan sosialisasi K5, Penghijauan di PP (wajib bagi para pengguna jasa di PP Industri, penyewa lahan, masyarakat, dan sebagainya.  al

Indonesia Perlu Investasi Kelautan "Blue Economy"

Halaman: 
Penulis :