logo

HARGA KOMODITAS 22 Maret 2017
  • Ketela Pohon
    Ketela Pohon
    5.319
    69
  • Kacang Tanah
    Kacang Tanah
    24.193
    77
  • Mie Instan
    Mie Instan
    2.380
    16
  • Beras
    Beras
    10.607
    101
  • Gula Pasir
    Gula Pasir
    13.765
    46
  • Minyak Goreng
    Minyak Goreng
    11.909
    130
  • Tepung Terigu
    Tepung Terigu
    8.879
    23
  • Kacang Kedelai
    Kacang Kedelai
    10.930
    430
  • Daging Sapi
    Daging Sapi
    114.579
    724
  • Daging Ayam
    Daging Ayam
    29.488
    106
  • Telur Ayam
    Telur Ayam
    21.905
    125
  • Cabai
    Cabai
    33.109
    2.408
  • Bawang
    Bawang
    37.146
    1.022
  • Susu
    Susu
    10.453
    29
  • Jagung
    Jagung
    7.013
    8
  • Ikan
    Ikan
    73.935
    86
  • Garam
    Garam
    5.802
    4




Secara Tak Langsung, Perbankan Berperan Menyumbang Emisi

Pasalnya, perbankan masih melakukan peminjaman & penjaminan untuk sektor bahan bakar fosil.

5 November 2015 15:03 WIB

Ilustrasi. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi. (Foto: Istimewa)


JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sustainable Development Officer dari Perkumpulan Prakarsa, Rotua Tampubolon mengungkapkan, bahwa sektor perbankan dan lembaga keuangan secara tidak langsung punya andil dalam menyumbangkan peningkatan suhu bumi hingga 2 derajat celcius.

OJK: Investasi EBT Mendadak Akan Matikan Pertumbuhan Ekonomi

Bagaimana tidak, menurut Rotua, perbankan dan lembaga keuangan masih melakukan peminjaman dan penjaminan yang signifikan untuk sektor bahan bakar fosil yang notabenenya penyumbang terbesar emisi gas rumah kaca.

"Memang tidak serta merta kita bisa menyalahkan bank. Tapi bank punya andil untuk memberikan dorongan, bisa memainkan peran dalam pendanaan untuk tidak lagi bermain di industri ekstraktif, tapi lebih kepada energi terbarukan," ungkap Rotua kepada wartawan, Jakarta, Kamis (05/11).


Dirjen Migas: Kerjasama dengan Arab Saudi Ibarat Fase Pacaran

Selama ini, Rotua melanjukan, ada kekhwatiran apabila perbankan tidak lagi mendanai industri ekstraktif, maka pertumbuhan ekonomi dalam negeri tidak lagi kompetitif. Sehingga perusahaan yang bergerak di sektor batu bara dan minyak bumi mencoba untuk mencari pendanaan dari luar yang tidak begitu peduli dengan standar lingkungan.

Lanjutkan Membaca...

Penulis : Hizbul Ridho, Deni Muhtarudin
Tag:

Komentar