logo





Hindari Membakar Jerami, Jadikanlah Kompos dan Tuai Manfaatnya

Kompos jerami ini secara bertahap dapat menambah kandungan bahan organik tanah

24 Oktober 2015 00:00 WIB

Kompos.(dok.wikimedia)
Kompos.(dok.wikimedia)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Jerami yang dihasilkan dari sisa-sisa panen sebaiknya jangan dibakar, tetapi diolah menjadi kompos dan dikembalikan lagi ke tanah. Kompos jerami ini secara bertahap dapat menambah kandungan bahan organik tanah, dan lambat laun akan mengembalikan kesuburan tanah.

Kompos jerami padi memiliki potensi hara yang sangat tinggi yang harus dimanfaatkan para petani Indonesia. Berikut ini hasil analisa kompos jerami padi yang dibuat dengan waktu pengomposan 3 minggu:

Rasio C/N 18,88
C 35,11%
N 1,86%
P2O5 0,21%
K2O 5,35%
Air 55%

Berdasarkan data di atas, per ton kompos jerami padi memiliki kandungan hara setara dengan 41,3kg urea, 5,8 kg SP36, dan 89,17kg KCl atau total 136,27 kg NPK. Menurut Kim and Dale, potensi jerami kurang lebih adalah 1,4 kali dari hasil panennya.

Ambil contoh andaikan panennya sekitar 6 ton per ha, jeraminya adalah 8,4 ton per ha. Jika jerami ini dibuat kompos dan rendamen komposnya adalah 60%, maka dalam satu ha sawah dapat dihasilkan 5,04 ton kompos jerami padi. Berarti dalam satu ha sawah akan menghasilkan 208,15 kg urea, 29,23 kg SP36, 449,42 KCl atau total 686,80 NPK dari kompos jerami padinya.

Setelah mengetahui kandungan kompos jerami dan hasil analisanya, maka janganlah memilih langkah yang serba praktis yakni membakar jerami. Kita harus memanfaatkan jerami dan diolah menjadi kompos untuk mengurangi biaya Budidaya padi dan yang terpenting adalah upaya kita untuk mengembalikan kesuburan tanah.

Out of The Box, Yuk Buat Taman dari Dasi Bekas!

Strategi Jitu Budidaya Tomat Organik

Penulis : Agung Rahmadsyah, Hasballah