logo

HARGA KOMODITAS 28 April 2017
  • Ketela Pohon
    Ketela Pohon
    5.305
    83
  • Kacang Tanah
    Kacang Tanah
    25.226
    956
  • Mie Instan
    Mie Instan
    2.381
    17
  • Beras
    Beras
    10.579
    129
  • Gula Pasir
    Gula Pasir
    13.620
    191
  • Minyak Goreng
    Minyak Goreng
    11.469
    570
  • Tepung Terigu
    Tepung Terigu
    8.800
    56
  • Kacang Kedelai
    Kacang Kedelai
    10.842
    342
  • Daging Sapi
    Daging Sapi
    115.104
    199
  • Daging Ayam
    Daging Ayam
    30.052
    670
  • Telur Ayam
    Telur Ayam
    21.804
    226
  • Cabai
    Cabai
    30.598
    4.919
  • Bawang
    Bawang
    32.862
    5.306
  • Susu
    Susu
    10.394
    30
  • Jagung
    Jagung
    7.062
    57
  • Ikan
    Ikan
    74.359
    338
  • Garam
    Garam
    5.916
    118




Hindari Membakar Jerami, Jadikanlah Kompos dan Tuai Manfaatnya

Kompos jerami ini secara bertahap dapat menambah kandungan bahan organik tanah

24 Oktober 2015 00:00 WIB

Kompos.(dok.wikimedia)
Kompos.(dok.wikimedia)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Jerami yang dihasilkan dari sisa-sisa panen sebaiknya jangan dibakar, tetapi diolah menjadi kompos dan dikembalikan lagi ke tanah. Kompos jerami ini secara bertahap dapat menambah kandungan bahan organik tanah, dan lambat laun akan mengembalikan kesuburan tanah.

Kompos jerami padi memiliki potensi hara yang sangat tinggi yang harus dimanfaatkan para petani Indonesia. Berikut ini hasil analisa kompos jerami padi yang dibuat dengan waktu pengomposan 3 minggu:

Rasio C/N 18,88
C 35,11%
N 1,86%
P2O5 0,21%
K2O 5,35%
Air 55%

Berdasarkan data di atas, per ton kompos jerami padi memiliki kandungan hara setara dengan 41,3kg urea, 5,8 kg SP36, dan 89,17kg KCl atau total 136,27 kg NPK. Menurut Kim and Dale, potensi jerami kurang lebih adalah 1,4 kali dari hasil panennya.

Ambil contoh andaikan panennya sekitar 6 ton per ha, jeraminya adalah 8,4 ton per ha. Jika jerami ini dibuat kompos dan rendamen komposnya adalah 60%, maka dalam satu ha sawah dapat dihasilkan 5,04 ton kompos jerami padi. Berarti dalam satu ha sawah akan menghasilkan 208,15 kg urea, 29,23 kg SP36, 449,42 KCl atau total 686,80 NPK dari kompos jerami padinya.

Setelah mengetahui kandungan kompos jerami dan hasil analisanya, maka janganlah memilih langkah yang serba praktis yakni membakar jerami. Kita harus memanfaatkan jerami dan diolah menjadi kompos untuk mengurangi biaya Budidaya padi dan yang terpenting adalah upaya kita untuk mengembalikan kesuburan tanah.

Jangan Asal Menyimpan Sayur dan Buah, Perhatikan Tips Ini!

Out of The Box, Yuk Buat Taman dari Dasi Bekas!

Penulis : Agung Rahmadsyah, Hasballah
×
×