logo


Perjelas Arah RUU Kamnas, PPSN Undang Diskusi Sejumlah Tokoh

Upaya untuk meningkatkan ketahanan nasional membutuhkan sejumlah pembaharuan

27 Agustus 2015 00:00 WIB

Diskusi RUU Kamnas di Pusat Pengkajian Strategi Nasional (PPSN), Kamis (26/8).(Dok.Jitunews)
Diskusi RUU Kamnas di Pusat Pengkajian Strategi Nasional (PPSN), Kamis (26/8).(Dok.Jitunews)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Upaya untuk meningkatkan ketahanan nasional membutuhkan sejumlah pembaharuan, hingga saat ini langkah pembaharuan terus dilakukan sejak zaman reformasi.

Reformasi sendiri telah memberikan banyak capaian yang cukup signifikan dalam berbagai bentuk terutama pada sektor keamanan, guna memperbaiki dan memperkuat strategi dan sistem keamanan.

Perubahan-perubahan itu meliputi perubahan di level regulasi, institusi maupun perubahan peran dan fungsi militer.

Namun demikian, perubahan-perubahan itu dinilai belum cukup memadai sehingga pemerintah menginisiasi RUU Keamanan Nasional (kamnas).

RUU Kamnas versi pemerintah hingga saat ini masih banyak dikritisi oleh berbagai kalangan baik dari anggota parlemen, akademisi maupun masyarakat sipil.

Hal ini menjadi salah satu alasan bagi Pusat Pengkajian Strategi Nasional(PPSN), melakukan diskusi bersama, dengan tajuk "sumbangan pemikiran materi muatan RUU Keamanan Nasional untuk Memenuhi Prolegnas 2016,".

Laksamana TNI (Purn) Widodo AS selaku pembina PPSN dalam sambutannya mengungkapkan, bahwa sejak dikeluarkan RUU Kamnas banyak kemudian tanggapan dari masyarakat. Namun menurutnya pemerintah dalam mengeluarkan RUU Kemnas ini telah melewati proses yang cukup panjang dengan membentuk tim khusus untuk mendalami hal ini.

"Namun diskusi seperti ini penting untuk dilakukan sebagai bagian dari keterbukaan publik memberikan sumbangan dan penyempurnaan atas RUU Kamnas,"demikian kata, Let Jen Purn Widodo AS, di kantor Pusat Pengkajian strategi Nasional(PPSN), Kamis (26/8).

Lebih lanjut, Ia mengatakan bahwa PPSN sebagai bagian dari publik ikut ambil bagian dan memfasilitasi forum publik ini, untuk mengkaji dan mengeksplorasi pemikiran yang mampu memberikan efektifkan pembahasan RUU Keman.

"Fokus dari diskusi ini adalah ruang publik yang mengakomodasikan pandangan masyarakat untuk melengkapi RUU Kamnas,"ujarnya.

Ia sangat berharap agar diskusi ini memunculkan pemikiran yang positif mendukung RUU Kamnas.

"Ini forum untuk mikir bareng soal RUU ini," pungkasnya.

Dalam diskusi RUU Kamnas tersebut menghadirkan pembicara Dr. Dirgo W Purbo, Prof. Dr. Adrianus Maliali, Let Jen TNI(Purn), J Suryo Prabowo, Prof.Dr. Rusadi Kantaprawira, Dr. Timbul Siahaan (Dirjen Pothan Kemhan RI) dan Dr. Connie Rahakundini.

Kedaulatan dan Hukum Laut Indonesia Banyak Persoalan

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Vicky Anggriawan