logo

HARGA KOMODITAS 28 April 2017
  • Ketela Pohon
    Ketela Pohon
    5.305
    83
  • Kacang Tanah
    Kacang Tanah
    25.226
    956
  • Mie Instan
    Mie Instan
    2.381
    17
  • Beras
    Beras
    10.579
    129
  • Gula Pasir
    Gula Pasir
    13.620
    191
  • Minyak Goreng
    Minyak Goreng
    11.469
    570
  • Tepung Terigu
    Tepung Terigu
    8.800
    56
  • Kacang Kedelai
    Kacang Kedelai
    10.842
    342
  • Daging Sapi
    Daging Sapi
    115.104
    199
  • Daging Ayam
    Daging Ayam
    30.052
    670
  • Telur Ayam
    Telur Ayam
    21.804
    226
  • Cabai
    Cabai
    30.598
    4.919
  • Bawang
    Bawang
    32.862
    5.306
  • Susu
    Susu
    10.394
    30
  • Jagung
    Jagung
    7.062
    57
  • Ikan
    Ikan
    74.359
    338
  • Garam
    Garam
    5.916
    118




Teknik Jitu Mengendalikan Invasi Kaki Hitam Pada Kubis

Penyakit ini dapat bertahan hidup dalam residu tanaman setidaknya selama tiga tahun

29 Juli 2015 00:00 WIB

Penyakit kaki hitam pada kubis. (Ist)
Penyakit kaki hitam pada kubis. (Ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Penyakit ini menyerang tanaman kubis pada kondisi tanah-tanah yang basa atau alkalis (pH lebih besar dari 6,5). Hujan dan basah cuaca, yang telah terjadi dalam beberapa hari sangat ideal untuk penyebaran jamur ini.

Langkah Jitu Dalam Penggemukan Sapi Cara Intensif

Penyakit ini dapat bertahan hidup dalam residu tanaman setidaknya selama tiga tahun, sehingga rotasi selalu disarankan (menghindari silangan dalam rotasi sangat penting). Kondisi lain yang mendukung perkembangan penyakit yaitu tergantung dari curah hujan. Patogen juga seedborne dan dapat disebarkan oleh angin dalam jarak jauh.

Berikut adalah beberapa teknik yang dapat dilakukan untuk mengendalikan penyakit kaki hitam yaitu:


Mental Kacer Sedang Drop? Ikuti Langkah Berikut!

  • Pemencaran penyakit ke daerah yang belum terjangkit harus dicegah, menanam benih yang sehat yang dihasilkan oleh daerah-daerah yang kering, khususnya yang mempunyai cuaca kering pada waktu tanaman membentuk buah.
  • Sanitasi pertanaman, sisa-sisa tanaman, khususnya tanaman sakit, dipendam dalam tanah cukup dalam, agar tidak menjadi sumber infeksi bagi pertanaman yang akan datang atau pertanaman sekitarnya. Tidak membuat persemaian di tanah yang mungkin mengandung penyebab penyakit, di daerah yang sudah terjangkit dan penggunaan fungisida secara efisien
  • Tanah yang memiliki pH di ata 6,5 perlu penanganan dengan pengapuran pada tanah asam atau pemberian pupuk belerang (S) untuk tanah basa. Kebutuhan kapur pertanian untuk menaikkan tanah tergantung dari jenis tanah dan derajat keasaman tanah. Untuk lahan kering sekitar 4 ton/hektar, sedangkan pada tanah gambut mencapai 19 ton/hektar. Pada tanah-tanah basa, misalnya pH 8,5-9,0 dapat diberikan tepung belerang atau gipsum sekitar 6 ton/hektar untuk menurunkan pH mendekati netral. (Sumber: petanihebat)

Hindari Membakar Jerami, Jadikanlah Kompos dan Tuai Manfaatnya

Penulis : Agung Rahmadsyah, Riana
×
×